Pengertian Teks Drama: Objek, Tujuan, Fungsi, Struktur - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Pengertian Teks Drama: Objek, Tujuan, Fungsi, Struktur

| 0 minute read
Pengertian Teks Drama: Objek, Tujuan, Fungsi, Struktur image

Sebelum melaksanakan pementasan drama, Sobat Pijar pasti membutuhkan teks drama. Lalu, apa sih pengertian teks drama dan strukturnya? Teks drama merupakan teks yang digunakan dalam mementaskan drama agar jalan cerita lebih teratur dan mudah dipahami penonton. 


Apabila cerita yang diangkat menarik, penonton pastinya akan lebih antusias saat menontonnya, kan? Untuk mengetahui apa itu teks drama, fungsi, unsur, dan kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks drama, simak ulasan berikut ini, yuk!


Baca juga: Cara Mengatasi Demam Panggung Saat Harus Berbicara di Depan Kelas


Pengertian Teks Drama

Sebelum membahas mengenai pengertian teks drama, Sobat Pijar harus tahu pengertian drama. Secara etimologis, kata drama berasal dari bahasa Yunani yaitu draomai yang berarti beraksi, berlaku, berbuat, atau bertindak. 


Drama juga diartikan sebagai cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan tokoh melalui dialog dan tingkah laku. Jadi, bisa diartikan bahwa pengertian teks drama adalah karya sastra berbentuk teks cerita yang berisi dialog untuk disajikan dalam bentuk gerakan atau tingkah laku. 


Umumnya, teks drama berisi alur cerita yang membuat pementasan drama menjadi lebih hidup. Tidak hanya dialog saja, teks drama juga berisi arahan gerak-gerik dan mimik wajah sehingga pementasan drama menjadi lebih menarik dan ekspresif. 


Fungsi Drama

Setelah memahami pengertian teks drama secara garis besar, drama memiliki fungsi tertentu. Berikut ini beberapa fungsi drama. 

  • Melukiskan atau menggambarkan watak tokoh yang terlibat dalam cerita. 
  • Menjelaskan isi dan mengembangkan alur cerita kepada para pembaca atau penonton.
  • Memberikan isyarat atau tanda berdasarkan peristiwa atau kejadian yang mendahuluinya. 
  • Memberikan isyarat atau tanda mengenai peristiwa yang akan terjadi. 
  • Memberikan penjelasan atau komentar terhadap peristiwa yang terjadi. 


Struktur Teks Drama

Struktur yang digunakan dalam teks drama hampir mirip seperti struktur teks naratif. Struktur dalam teks drama ini berupa alur cerita agar lebih mudah dipahami oleh pembaca atau penonton. Berikut ini struktur pada teks drama.  

  • Orientasi merupakan bagian pengenalan karakter, latar cerita, dan informasi lainnya agar penonton atau pembaca lebih memahami isi dan alur cerita dalam drama. 
  • Komplikasi atau rising action merupakan bagian yang menjelaskan mengenai peristiwa dalam drama di mana sudah mulai terjadi interaksi antar karakter untuk mengantarkan alur cerita menuju klimaks. 
  • Klimaks merupakan puncak atau inti cerita dari sebuah drama di mana terjadi konflik yang memanas atau memuncak antar tokoh.
  • Resolusi merupakan bagian yang menceritakan peristiwa di mana tokoh mulai menjelaskan penyelesaian selama klimaks. 
  • Simpulan merupakan bagian akhir yang berisi amanat atau pesan moral kepada pembaca atau audience. 


Unsur-unsur dalam Drama

Dalam sebuah drama, ada beberapa unsur yang terdapat di dalamnya seperti penokohan, alur, latar, dan dialog. Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai unsur-unsur yang terdapat di dalam sebuah drama. 


Penokohan

Penokohan atau perwatakan merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh pengarang untuk menggambarkan karakter atau watak setiap tokohnya. Ada 2 jenis tokoh dalam drama yaitu tokoh utama dan tokoh pembantu atau figuran. 


Alur atau Plot

Alur atau plot merupakan rangkaian konflik atau peristiwa yang menggerakkan dan menghidupkan jalan cerita dalam drama. Alur drama mencakup pengenalan (orientasi), konflik, klimaks, dan penyelesaian atau resolusi. 


Alur dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu alur maju (kronologis), alur mundur (flashback), dan alur campuran. 


Latar

Latar merupakan keterangan ruang, waktu, dan suasana yang ada di dalam sebuah drama. Latar atau disebut juga dengan setting dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. 


Dialog

Dialog merupakan karya tulis atau teks yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih. Ada 2 unsur yang terdapat pada dialog drama antara lain wawancara (dialog yang diucapkan) dan kramagung (petunjuk perilaku atau tindakan yang harus dilakukan oleh setiap tokohnya. 


Unsur-unsur dalam Naskah Drama

Dengan memahami pengertian teks drama, maka Sobat Pijar akan lebih mudah dalam membuat teks drama. Dalam sebuah teks drama, ada beberapa unsur yang terdapat di dalamnya. Berikut ini unsur-unsur yang terdapat di dalam naskah atau teks drama. 


Tema

Tema merupakan unsur penting dalam teks drama yang menjadi fokus gagasan atau ide dari keseluruhan isi cerita dalam drama. Ada banyak pilihan tema yang bisa diangkat dalam sebuah drama antara lain persahabatan, keluarga, kasih sayang, kemanusiaan, dan lain sebagainya.


Pemeran atau Tokoh

Unsur lainnya yang tidak kalah penting dalam sebuah teks drama yaitu tokoh atau pemeran. Tokoh merupakan pemain atau pemeran yang memainkan karakter dalam sebuah cerita drama.


Penokohan atau Perwatakan

Penokohan merupakan suatu proses atau cara untuk memberikan karakter atau atau menciptakan citra dari setiap tokoh yang terlibat di dalam sebuah drama. Penokohan dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu protagonis (tokoh baik), antagonis (tokoh jahat), dan tritagonis (penengah).


Latar atau Setting

Latar juga menjadi unsur penting dalam teks drama yang menjelaskan keterangan tempat, waktu, dan suasana dalam drama. Dengan adanya latar, jalan cerita dalam sebuah drama akan lebih mudah dipahami oleh pembaca atau penonton. 


Dialog

Dialog adalah percakapan yang dilakukan oleh dua atau lebih tokoh dalam drama. Melalui percakapan inilah, pembaca atau penonton akan lebih memahami dan mengerti jalan cerita dalam sebuah drama. 


Konflik

Konflik adalah suatu kondisi atau situasi yang memberikan ketegangan dalam cerita drama. Konflik ditandai dengan munculnya masalah antar tokoh sehingga mampu mempengaruhi emosi pembaca atau penonton. 


Babak

Babak merupakan bagian dari lakon untuk membatasi antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Dengan adanya babak, penonton akan lebih memahami alur cerita dalam drama saat dipentaskan.  


Pesan atau Amanat

Amanat merupakan simpulan dari keseluruhan cerita yang disajikan dalam teks drama yang berisi pesan moral yang disampaikan oleh penulis. Dengan adanya amanat, penonton atau pembaca bisa mengambil pelajaran baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 


Jenis Drama

Sobat Pijar pastinya sudah tidak bingung lagi dengan pengertian teks drama dan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya, kan? Nah, dalam membuat teks drama, Sobat Pijar harus memahami jenis-jenis drama. Berikut ini jenis-jenis drama berdasarkan kategorinya.


Berdasarkan Sajian Isi

  • Komedi :  jenis drama ringan yang bertujuan untuk menghibur dan berisi sindiran meskipun terdapat guyonan alias candaan dengan ending bahagia.
  • Tragedi: jenis drama duka yang menampilkan kesedihan dan kesengsaraan tokoh.
  • Tragikomedi: jenis drama dukaria yang menggunakan alur sedih, namun berakhir bahagia. 


Berdasarkan Bentuk Sastra Cakapan

  • Drama prosa: jenis drama yang bentuk cakapannya disusun dalam bentuk prosa. 
  • Drama puisi: jenis drama yang bentuk cakapannya sebagian besar disusun dalam bentuk puisi atau sesuai unsur-unsur puisi. 


Berdasarkan Pengaruh Unsur Seni Lainnya

  • Sendratari: drama yang menonjolkan pada seni tari dan drama. 
  • Opera: drama yang menonjolkan pada seni musik atau seni suara. 
  • Tablo: drama yang tidak disertai dengan gerak atau dialog. 


Berdasarkan Kuantitas Cakapan

  • Pantomim: jenis drama yang menonjolkan pada gerakan tokoh tanpa menggunakan kata-kata. 
  • Minikata: jenis drama yang menggunakan sedikit kata-kata. 
  • Dialog-monolog: jenis drama yang menggunakan banyak percakapan baik yang dilakukan oleh satu tokoh maupun dua tokoh atau lebih. 


Bentuk Drama Lainnya

  • Drama absurd: jenis drama yang sengaja melanggar atau mengabaikan konversi tematik, alur, dan penokohan alias aneh. 
  • Drama baca: drama yang hanya cocok untuk dibaca saja, namun tidak cocok untuk dipentaskan. 
  • Drama borjuis: jenis drama yang menceritakan kehidupan kaum bangsawan. 
  • Drama domestik: jenis drama yang mengangkat tema kehidupan rakyat jelata alias rakyat biasa. 
  • Drama duka: jenis drama yang menggambarkan tentang keruntuhan atau kejahatan tokoh utama. 
  • Drama liturgis: jenis drama yang dipentaskan untuk kebutuhan liturgi atau upacara keagamaan di gereja. 
  • Drama satu babak: drama yang berpusat pada satu tema dengan tokoh, latar, dan alur yang ringkas. 


Kaidah Kebahasaan Drama

Salah satu ciri atau kaidah kebahasaan dalam teks drama yang paling kuat yaitu penggunaan kalimat langsung untuk dialog para tokohnya. Lalu, apa saja kaidah kebahasaan yang biasa digunakan dalam drama? Nah, berikut ini kaidah kebahasaan dalam drama. 

  • Penggunaan konjungsi kronologi atau kata hubung yang menyatakan urutan waktu seperti kata sebelum, sesudah, setelah itu, sekarang, kemudian, dan lain-lain. 
  • Penggunaan kata kerja untuk menggambarkan peristiwa dalam cerita drama seperti kata menyuruh, melakukan, beristirahat, dan lain-lain. 
  • Penggunaan kata kerja yang menyatakan pikiran atau perasaan tokoh seperti kata merasakan, mengharapkan, menginginkan, dan lain-lain. 
  • Penggunaan kata sifat untuk menggambarkan tempat, suasana, dan tokoh seperti kata gagah, cantik, rapi, bersih, dan lain-lain. 


Baca juga: Rekomendasi Drama Korea Buat Kamu yang Masih Bingung Memilih Jurusan Kuliah


Langkah-langkah Pementasan Drama

Setelah Sobat Pijar paham tentang pengertian teks drama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mementaskan drama. Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan dalam pementasan drama:


Penulisan Teks Drama

Sebelum melakukan pementasan drama, Sobat Pijar wajib membuat atau menulis teks drama terlebih dahulu. Perhatikan unsur-unsur drama seperti tema, alur, penokohan, latar, dialog, dan unsur lainnya. 


Pembedahan Naskah

Setelah menulis teks drama atau naskah, maka kamu wajib melakukan bedah naskah. Hal ini bertujuan agar semua yang terlibat dalam pementasan drama lebih memahami isi drama teks yang akan diperankan. 


Reading

Pada tahap ini, calon pemeran drama harus membaca naskah dengan cermat untuk memahami dan mendalami karakter yang akan dimainkan.


Casting

Casting atau pemilihan peran bertujuan untuk memilih peran yang akan dimainkan oleh para aktor sesuai kemampuan mereka.


Pendalaman Peran

Pendalaman peran dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan di lapangan. Dengan begitu, setiap pemain dapat memerankan perannya dengan baik dan menjiwai. 


Blocking

Blocking merupakan pengaturan teknis pentas yang dilakukan oleh sutradara dengan mengarahkan para pemainnya di mana pemain harus muncul dan posisi mereka berada saat dialog dimainkan.


Running

Running merupakan proses jalannya latihan secara lengkap mulai dari dialog hingga pengaturan pentas. 


Gladi Bersih

Gladi bersih merupakan latihan terakhir sebelum dilakukan pementasan drama di mana semua pemain memerankan karakternya dari awal sampai akhir tanpa kesalahan. 


Pementasan Drama

Semua pemain atau aktor sudah siap dengan kostum dan tata rias sesuai peran yang dimainkan lengkap dengan dekorasi panggung. 


________________________________________________________


Dari ulasan di atas, Sobat Pijar pastinya sudah makin paham tentang pengertian teks drama dan unsur-unsurnya, kan? Sebelum melakukan pementasan drama, pastikan untuk melakukan persiapan yang matang agar pementasan drama dapat berjalan dengan lancar, ya!


Selain belajar tentang teks drama, kamu juga bisa mempelajari teks kebahasaan lainnya, lho, di Pijar Belajar. Dengan menggunakan Pijar Belajar, kamu bisa mengakses berbagai latihan soal Bahasa Indonesia lengkap dengan pembahasannya.


Nggak cuma itu, kamu juga bisa belajar mata pelajaran lainnya, lho, di Pijar Belajar.


Yuk, download Pijar Belajar sekarang!

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image