Teori Perdagangan Internasional beserta Manfaat dan Faktor Pendorongnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Teori Perdagangan Internasional beserta Manfaat dan Faktor Pendorongnya

| 0 minute read
Teori Perdagangan Internasional beserta Manfaat dan Faktor Pendorongnya image

Sobat Pijar tahu nggak, ternyata teori perdagangan internasional sudah diterapkan sejak ribuan tahun yang lalu, lho! Kamu pasti pernah membaca tentang bagaimana kehidupan perdagangan di zaman dahulu sudah menerapkan sistem barter. Nah, sistem barter atau imbal dagang ini juga pernah dilakukan dalam perdagangan internasional yang lebih maju.


Contohnya di tahun 1996, ketika Indonesia menukar 2 pesawat buatan IPTN dengan 110.000 ton beras ketan dari negara Thailand. Bahkan produsen minuman bersoda Amerika (Pepsi) pernah menukar produk minumannya dengan saus tomat dari Uni Soviet di tahun 1970-an.


Lantas, bagaimana penerapan sistem perdagangan internasional saat ini? Wah, jadi semakin penasaran, ya, dengan teori perdagangan internasional. Makanya, yuk, simak informasi seputar sistem perdagangan internasional, hal yang menjadi pendorong dan penghambatnya di bawah ini! 


Baca juga: Pasar Bebas dan Dampaknya Bagi Indonesia


Pengertian Perdagangan Internasional 

Secara umum, perdagangan internasional merupakan sebuah kegiatan transaksi jual beli produk barang atau jasa yang dilakukan secara internasional atau antar negara. 


Dalam hal ini, pelaku jual beli bisa antar perorangan, perorangan dengan pemerintah negara lain, dan antar pemerintah dari negara yang berbeda. Adanya kegiatan perdagangan tersebut juga menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan GDP suatu negara.


Teori Perdagangan Internasional

Teori yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan perdagangan antar negara menjelaskan bagaimana arah serta komposisi perdagangan serta dampaknya bagi perekonomian negara. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa teori perdagangan yang perlu diketahui.


Teori Perdagangan dari Kaum Merkantilisme

Teori ini muncul pada abad ke 16-17 dan banyak dianut masyarakat Eropa. Dipelopori oleh Colbert, Sir Josiah Child, Thomas Mun dan lain-lain. Inti ajaran Merkantilisme adalah menginginkan peran pemerintah seluas-luasnya di bidang ekonomi agar terjadi surplus ekspor.


Tujuannya agar bisa meningkatkan cadangan logam mulia. Atau dengan kata lain, sumber kemakmuran ditandai dengan banyaknya cadangan logam mulia. Adapun realisasi teori dengan cara:

  • Mendorong peningkatan ekspor
  • Membatasi impor
  • Memperluas daerah jajahan atau koloni untuk mendapatkan logam mulia dan bahan mentah yang murah
  • Mendapatkan monopoli dalam bidang perdagangan


Teori Perdagangan dari Kaum Klasik

Teori perdagangan ini dikemukakan oleh Adam Smith dan David Ricardo. Adam Smith mengemukakan Teori Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage). Sementara David Ricardo mengemukakan Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage). Adapun asumsi yang diajukan antara lain adalah:

  • Yang diperdagangkan adalah dua barang dan dilakukan oleh dua negara
  • Mengabaikan ongkos transportasi
  • Menganggap ongkos produksi tetap
  • Tidak adanya perubahan teknologi
  • Teori nilai didasarkan pada tenaga kerja
  • Faktor produksi bisa bebas bergerak khususnya di dalam negeri dan tidak bisa melampaui batas negara
  • Adanya distribusi pendapatan yang tetap
  • Persaingan terjadi di pasar barang serta pasar produksi


  • Teori Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage) – Adam Smith

Teori perdagangan internasional ini ada dalam buku The Wealth of Nations. Keunggulan mutlak adalah keuntungan yang didapat negara dari hasil melakukan spesialisasi. 

Keunggulan mutlak pada produksi barang terjadi karena biayanya secara mutlak lebih murah dari negara lain. Contohnya pada produksi pekerja dalam 1 tahun seperti berikut:



Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa:


Seorang pekerja di Thailand bisa menghasilkan beras lebih banyak dibandingkan pekerja Indonesia. Sementara pekerja Indonesia bisa menghasilkan tekstil lebih banyak dibandingkan pekerja Thailand.


Dengan demikian, Thailand secara mutlak lebih efisien dalam bidang produksi beras sementara Indonesia secara mutlak lebih efisien dalam memproduksi tekstil.


Kesimpulannya: Indonesia akan mengekspor tekstil ke Thailand dan mengimpor beras dari Thailand. Sedangkan Thailand akan mengekspor beras ke Indonesia dan mengimpor tekstil dari Indonesia.


  • Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) – David Ricardo

Ada kalanya negara tertentu memiliki keunggulan mutlak dalam memproduksi semua jenis barang yang diperdagangkan. Meski begitu, tetap ada potensi keunggulan yang bisa didapatkan dari perdagangan antar negara atau internasional.


Teori perdagangan internasional tersebut bisa terjadi selama biaya relatif yang digunakan untuk memproduksi barang antara kedua negara berbeda. Contohnya adalah seperti berikut:



Dari tabel tersebut bisa dilihat bagaimana keunggulan Indonesia dalam memproduksi sepatu dan pakaian, namun keuntungan tertinggi ada pada produksi pakaian. Sementara Italia memiliki kelemahan mutlak pada kedua jenis barang tapi kelemahan terkecil pada sepatu.


Lantas, bagaimana ya caranya agar kedua negara bisa melakukan perdagangan internasional yang menguntungkan? Nah, pertimbangannya adalah seperti berikut:


  • Di Indonesia 1 potong pakaian setara dengan 0,5 pasang sepatu.
  • Di Italia 1 potong pakaian setara dengan 1,25 pasang sepatu.


Jika kedua negara melakukan perdagangan, maka Indonesia akan mendapat keuntungan sebesar 0,75 pasang sepatu.


  • Di Indonesia 1 pasang sepatu setara dengan 2 potong pakaian.
  • Di Italia 1 pasang sepatu setara dengan 0,8 potong pakaian.


Jika kedua negara melakukan perdagangan, maka Italia akan mendapat keuntungan sebesar 1,2 potong pakaian.


Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa Indonesia bisa mengekspor pakaian ke Italia dan mengimpor sepatu dari negara tersebut. Sebaliknya, Italia bisa mengekspor sepatu ke Indonesia dan mengimpor pakaian dari Indonesia agar sama-sama menguntungkan.


Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Lalu, apa saja yang menjadi faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional? Untuk lebih jelas, kamu bisa simak uraiannya di bawah ini, ya!


Perbedaan Iklim dan SDA (Sumber Daya Alam)

Setiap negara memiliki iklim serta letak geografis yang berbeda sehingga kekayaan SDA antara satu negara dengan yang lain juga berbeda. Hal ini akan mendorong terjadinya perdagangan internasional sehingga bisa saling mendapatkan SDA yang dibutuhkan.


Kebutuhan Masyarakat dan Negara

Pada dasarnya kebutuhan masyarakat dan negara tidak semuanya bisa diproduksi oleh suatu negara. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perdagangan internasional karena masing-masing negara bisa mendapatkan barang maupun jasa yang dibutuhkan.


Upaya Meningkatkan Pemasukan Negara

Salah satu faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional adalah upaya meningkatkan pemasukan negara. Hal ini ditandai dengan kebijakan yang memudahkan proses ekspor dan impor sehingga negara bisa mendapatkan pemasukan dari pajak.


Upaya Meningkatkan Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia)

Upaya meningkatkan kualitas SDM menjadi faktor pendorong berikutnya yang membuat suatu negara melakukan perdagangan internasional. Tujuannya agar tenaga kerja lokal memiliki kualitas yang tidak kalah dengan negara lainnya.


Perluasan Pasar

Banyak produsen yang memproduksi barang dalam jumlah yang banyak sehingga over supply karena ingin memperluas pasar hingga ke luar negeri. Hal inilah yang mendorong terjadinya perdagangan internasional sehingga potensi industri dalam negeri meningkat.


Transportasi Antar Negara

Kemajuan di bidang transportasi yang semakin modern dan mampu mengangkut barang dalam kapasitas besar rupanya turut berpengaruh terhadap perdagangan internasional. Jadi waktu untuk pengiriman barang lebih cepat dan efisien.


Perbedaan Selera

Perbedaan selera yang dimiliki masyarakat suatu negara dengan negara lainnya juga bisa mendorong terjadinya perdagangan internasional. Hal ini terjadi karena masing-masing negara berupaya untuk memenuhi selera masyarakatnya.


Mencari Dukungan dari Luar Negeri

Kegiatan perdagangan internasional juga didorong oleh adanya keinginan suatu negara untuk mendapatkan dukungan dari negara lain. Khususnya, pada negara-negara yang sering bersengketa.


Faktor Penghambat Perdagangan Internasional

Selain faktor pendorong, dalam teori perdagangan internasional juga terdapat faktor penghambat yang membuat kegiatan perdagangan antar negara tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Faktor tersebut antara lain:

  • Keamanan suatu negara, dimana kondisi negara yang tidak aman akan menghambat perdagangan internasional.
  • Rendahnya SDA pada suatu negara akan menghambat negara tersebut untuk melakukan kegiatan perdagangan internasional. 
  • Kebijakan perdagangan internasional dari pemerintah yang menghambat, seperti pembatasan impor dan proses birokrasi yang sulit.
  • Kebijakan politik anti dumping yang bertujuan untuk melindungi produk dan produsen dalam negeri dari produk impor.
  • Pembatasan impor agar ekspor barang ke luar negeri tetap stabil dan meningkat.
  • Mata uang yang berbeda menyebabkan nilai mata uang harus dikonversi terlebih dahulu.
  • Kurs mata uang yang tidak stabil yang membuat pelaku ekspor dan impor sulit untuk menentukan harga.
  • Proses pembayaran yang sulit dan memakan waktu lama karena membutuhkan kliring internasional.
  • Keanggotaan organisasi regional yang membuat negara di luar anggota organisasi lebih sulit untuk melakukan perdagangan.
  • Peperangan dan konflik antar negara bisa menyebabkan negara lain ikut terdampak jika melakukan perdagangan dengan negara konflik.


Manfaat Perdagangan Internasional

Sadono Sukirno menjelaskan bahwa manfaat dari kegiatan perdagangan internasional cukup penting, diantaranya adalah seperti berikut:


Menjalin Hubungan Persahabatan Antar Negara

Hubungan perdagangan yang terjalin antar negara membuat persahabatan antar negara bisa terjalin dengan baik dan harmonis.


Mendapatkan Barang yang Tidak Diproduksi di Dalam Negeri

Dengan adanya perdagangan internasional, maka masing-masing negara yang melakukan perdagangan bisa mendapatkan barang yang tidak diproduksi di dalam negeri.


Mendapatkan Keuntungan dari Spesialisasi

Salah satu manfaat dari perdagangan internasional adalah mendapatkan keuntungan spesialisasi. Pasalnya, suatu negara bisa mendapatkan dari negara lain meskipun tersedia di dalam negeri karena lebih menguntungkan.


Memperluas Pasar dan Meningkatkan Keuntungan

Kelebihan produksi pada suatu perusahaan bisa dialihkan untuk diperdagangkan di pasar internasional sehingga mendatangkan banyak keuntungan.


Transfer Teknologi yang Lebih Modern

Dengan melakukan perdagangan internasional, maka memungkinkan suatu negara untuk mendapatkan transfer teknologi dan manajemen yang lebih maju dan modern.


Cara Pembayaran Internasional

Pada dasarnya dalam teori perdagangan internasional ada beberapa cara pembayaran yang berlaku. Sobat Pijar bisa cari tahu penjelasannya di bawah ini, ya!

  • Kompensasi Pribadi atau Private Compensation, yaitu dengan cara mengalihkan utang piutang dengan penduduk dari suatu negara.
  • Pembayaran secara Tunai atau Cash Payment, yaitu bisa dengan uang tunai, cek, Bankers Sight Draft atau Telegraph Transfer (TT).
  • Rekening Terbuka atau Open Account yang biasanya dilakukan eksportir yang sudah kenal baik dengan importir sehingga pembayaran dilakukan pada saat tertentu sesuai kesepakatan.
  • Surat Wesel Dagang atau Commercial Bill of Exchange/Commercial Draft, yaitu berupa surat perintah bayar yang dibuat eksportir kepada importir lengkap dengan harga barang dan ongkir.
  • Letter of Credit atau (L/C), yaitu surat yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan pihak importir terkait pembayaran wesel yang ditarik eksportir.


Alat Pembayaran Internasional

Kalau tadi sudah dibahas cara pembayarannya, kali ini kita akan bahas alat pembayaran internasional. Untuk alat pembayarannya disebut dengan devisa yang dalam hal ini bisa berupa valuta asing atau jenis mata uang asing yang sudah diakui secara internasional.


Seperti misalnya Dollar-Amerika, Yen-Jepang, Euro-Eropa, Franck-Swiss, Poundsterling-Inggris hingga Deutsche Mark-Jerman. Devisa juga bisa berbentuk surat berharga atau emas yang bisa digunakan untuk pembayaran internasional.


Teori perdagangan internasional ini sudah diterapkan dalam kegiatan dagang antar negara. Dimana masing-masing negara akan saling membeli dan menjual produk yang sama-sama menguntungkan. Tentunya, metode dan alat pembayaran yang berlaku juga secara internasional.


_________________________________________________________


Sobat Pijar, tahukah kamu bahwa semakin berkembangnya teknologi seperti sekarang ini, perdagangan internasional semakin mudah ditemukan, lho. Contoh mudahnya adalah seperti saat kamu bertransaksi melalui ecommerce untuk membeli barang dari luar negeri. Hanya melalui ponsel saja, kamu sudah bisa bertransaksi secara internasional. Keren banget, kan?


Nah, supaya pemahamanmu tentang perdagangan internasional semakin bertambah, asah kemampuanmu melalui latihan soal dari Pijar Belajar, yuk! Dengan Pijar Belajar, aktivitas belajarmu jadi semakin mudah. Hanya melalui ponsel pintarmu, kamu sudah bisa mengakses semua materi Pijar Belajar kapan pun dan dimana pun.


Yuk, download Pijar Belajar!


Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image