Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Jenis-Jenisnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Jenis-Jenisnya

| 0 minute read
Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Jenis-Jenisnya image

Masih ingat dengan bencana gempa bumi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, pada 2018 silam? Sangat menyedihkan sekali, ya. 


Indonesia sendiri ternyata termasuk wilayah yang cukup sering mengalami gempa bumi, lho. Salah satu penyebabnya adalah karena wilayah Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng bumi, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Indo-Australia. 


Hm.. kira-kira bagaimana, ya, proses terjadinya gempa bumi itu? Nah, dalam artikel kali ini Pijar Belajar akan membahas mengenai gempa bumi, mulai dari penyebab dan proses terjadinya, hingga jenis-jenis gempa bumi. Kita cari tahu sama-sama, yuk! 


Baca juga: Proses Terjadinya Hujan Seperti Apa, Ya?


Pengertian Gempa Bumi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gempa bumi adalah peristiwa alam berupa getaran atau gerakan bergelombang pada kulit bumi yang ditimbulkan oleh tenaga asal dalam. Penyebab gempa bumi pun bisa bermacam-macam, beberapa diantaranya seperti pergeseran lempeng bumi, letusan gunung berapi, dan sebagainya. 


Nah, karena berbentuk getaran, makanya saat gempa bumi terjadi kamu akan merasa permukaan tanah bergetar. Bahkan, jika getaran gempa buminya besar, kamu mungkin akan merasa pusing dan kesulitan berjalan, lho.


Umumnya, besaran gempa yang umum terjadi di Indonesia berkisar 3–6 Skala Richter (SR). Dalam skala tersebut, biasanya kerusakan yang ditimbulkan relatif kecil. Akan tetapi, jika skala gempa mencapai >7 SR, gempa bumi dapat berpotensi menyebabkan tsunami. 

 . 

Proses Terjadinya Gempa Bumi itu Seperti Apa, Ya? 

Seperti yang sebelumnya sudah disebutkan, ada banyak sekali faktor atau penyebab terjadinya gempa bumi. Nah, salah satu faktor yang paling umum menyebabkan gempa bumi adalah pergerakan lempeng bumi. 


Sobat Pijar bisa membayangkan lempeng bumi itu seperti lantai rumah yang tersusun dari banyak ubin. Bedanya, “ubin” itu nggak diam, melainkan saling bergerak. Kadang ada lempeng bumi yang bergerak saling menjauhi, kadang ada yang saling bertabrakan, atau kadang ada yang saling bergesekkan. 


Menariknya, pergerakkan tersebut ternyata terjadi setiap saat, lho. Hanya saja, getaran yang ditimbulkannya sangat pelan sehingga tak terasa oleh kita. Tapi, jika lempeng bumi itu saling bertemu dengan gerakan yang tiba-tiba dan kencang, maka akan terjadi gempa bumi. Menarik sekali, ya! 


Tapi, apa benar gempa bumi itu bisa menimbulkan tsunami? Jawabannya, betul, apalagi jika pergeseran lempeng bumi terjadi di dasar laut. Lempeng bumi yang saling bergesekkan akan menghasilkan tenaga yang membentuk gelombang air laut yang sangat besar. Hal inilah yang bisa disebut dengan tsunami. 


Jenis-Jenis Gempa Bumi berdasarkan Penyebab Terjadinya

Nah, setelah kita mengetahui apa itu gempa bumi dan proses terjadinya gempa bumi, sekarang Pijar Belajar mau kasih tahu kamu jenis-jenis gempa bumi, nih. Gempa bumi terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan penyebabnya. Yuk, kita kenalan dengan jenis gempa bumi berdasarkan penyebabnya


1. Gempa Tektonik

Jenis gempa bumi yang pertama adalah gempa tektonik. Gempa tektonik ini merupakan salah satu jenis gempa yang umum terjadi di Indonesia. Sesuai dengan namanya, penyebab terjadinya gempa bumi tektonik adalah pergeseran lempeng bumi akibat tenaga tektonik. 


Nah, pergerakkan lempeng bumi ini terbagi lagi ke dalam tiga tipe, yaitu divergen atau pergerakan lempeng yang saling menjauh, konvergen atau pergerakkan lempeng yang saling bertabrakan sehingga lempeng saling bertindihan, dan sesar mendatar atau pergesekan lempeng bumi yang saling mendatar. 


2. Gempa Vulkanik

Kemudian, terdapat gempa vulkanik, yaitu gempa bumi yang terjadi akibat adanya letusan gunung berapi. Biasanya, gempa vulkanik akan terjadi sebelum erupsi gunung berapi atau letusan gunung berapi. Hal ini dikarenakan pergerakkan lava yang akan keluar menimbulkan getaran kencang yang membuat wilayah di sekitar ikut gunung bergetar. 


3. Gempa Reruntuhan

Jenis gempa bumi selanjutnya adalah gempa reruntuhan. Gempa reruntuhan merupakan jenis gempa yang terjadi akibat adanya runtuhan atau longsoran tanah disekitarnya. Coba, deh, Sobat Pijar bayangkan, jika ada benda besar yang jatuh ke lantai rumah saja pasti akan menimbulkan bunyi dan getaran yang kencang, bukan? 


Nah, hal yang sama juga terjadi pada saat longsor atau adanya runtuhan tanah, apalagi jika runtuhan yang terjadi sangat besar dan kencang. 


4. Gempa Jatuhan

Terbayang nggak gimana kalau tiba-tiba ada benda seperti meteor yang jatuh dan mendarat di permukaan bumi? Wah, pastinya akan menimbulkan dentuman dan getaran yang kencang, ya. Ternyata, hal ini dapat menimbulkan gempa bumi yang disebut dengan gempa jatuhan, lho


Walaupun begitu, gempa jatuhan ini sangat jarang terjadi karena sebagian besar benda langit yang masuk ke bumi akan terkikis habis terlebih dahulu dalam lapisan atmosfer. 


Jenis-Jenis Gempa Bumi berdasarkan Kedalaman Hiposentrum

Nggak cuma terbagi berdasarkan penyebab terjadinya, ternyata jenis-jenis gempa juga terbagi berdasarkan kedalam hiposentrum gempa. Hiposentrum merupakan tempat pusat terjadinya gempa bumi. Ini dia beberapa jenis gempa berdasarkan kedalam hiposentrumnya


1. Gempa Dangkal

Gempa dangkal merupakan jenis gempa bumi yang titik hiposentrumnya berada kurang dari 33 km dari permukaan bumi. Nah, karena jarak titik gempa dan permukaan bumi cukup dekat, maka getaran yang dihasilkan gempa ini pun akan lebih kencang. Makanya, tak jarang gempa dangkal menimbulkan potensi kerusakan yang lebih besar dibandingkan gempa lainnya. 


2. Gempa Sedang

Jenis gempa berdasarkan kedalam hiposentrum selanjutnya adalah gempa sedang. Sesuai namanya, gempa ini berpusat di titik yang tidak terlalu dekat dengan permukaan bumi dan tidak terlalu jauh juga. 


Biasanya jarak hiposentrum pada gempa sedang terjadi pada kedalaman 33 sampai 300 km dari permukaan bumi. Dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa ini cenderung lebih ringan dibandingkan gempa dangkal. 

3. Gempa Dalam

Terakhir, terdapat gempa dalam memiliki jarak titik gempa dengan permukaan bumi cukup jauh, yaitu lebih dari 300 km dari permukaan bumi. Gempa dalam bisanya tidak menimbulkan kerusakan dan umumnya tidak terlalu berbahaya. 


Baca juga: Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Beserta Karakteristiknya


_____________________________________________


Nah, itu dia Sobat Pijar penjelasan mengenai proses terjadinya gempa bumi dan jenis-jenisnya. Walaupun terkadang menimbulkan kerusakan, kamu tak perlu panik, ya, saat gempa bumi terjadi. 


Tetap tenang dan cobalah untuk menghindari gedung-gedung dan pohon tinggi. Lalu, jika kamu terpaksa harus berlindung di dalam gedung, berlilndunglah di bawah meja kokoh dan lindungi kepala dan lehermu hingga gempa selesai. 


Tertarik untuk mempelajari materi geografi lainnya? Yuk, coba akses Pijar Belajar! Pijar Belajar merupakan aplikasi belajar yang menyediakan banyak latihan soal beserta video pembahasan untuk siswa SD, SMP, dan SMA. 


Konten pembelajaran Pijar Belajar ini bisa kamu akses kapan aja dan dimana aja, lho. Biaya berlangganannya pun hanya mulai dari 10 ribuan saja! Tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Pijar Belajar sekarang juga! 



Referensi:

Gempa Bumi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (BPBD-NTB), https://bpbd.ntbprov.go.id/pages/gempa-bumi. 

Gempa Bumi, Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Gempa-Bumi-2010/konten1.html#jenis-dan-proses-terjadinya-gempa. 

What Is An Earthquake? | The Dr. Binocs Show | Educational Videos For Kids, Youtube: Peekaboo Kidz, https://www.youtube.com/watch?v=dJpIU1rSOFY. 

Geografi untuk SMA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi

Republik Indonesia, https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/geografi-untuk-sma-kelas-xi, 2021.

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image