Pengertian Zaman Arkaekum, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Pengertian Zaman Arkaekum, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya

| 0 minute read
Pengertian Zaman Arkaekum, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya image

Proses pembentukan bumi terbagi menjadi empat zaman. Zaman Arkaekum adalah zaman yang paling awal. Di masa awal ini, kondisi planet kita masih sangat panas. Suhu yang tinggi ini disebabkan karena kadar oksigen yang masih sedikit.


Keadaan ini yang menyebabkan hampir tidak ada spesies makhluk hidup yang bisa bertahan. Namun, setiap zaman mempunyai peristiwa alam yang menonjol, termasuk Arkaekum. Untuk memahaminya lebih jauh, simak penjelasan berikut ini, ya, Sobat Pijar!


Baca juga: Ciri Zaman Mesozoikum dan Pembagian Periodenya


Pengertian Zaman Arkaekum


Usia bumi sudah sangat tua. Masa Arkaekum adalah zaman bumi yang paling awal, ditandai dengan adanya kehidupan awal yang berbentuk sel prokariotik. Pada masa ini, atmosfer dan hidrosfer terbentuk.


Kehidupan primitif dimulai di pedalaman samudera, yang dihuni oleh ganggang dan bakteri sebagai penghuni bumi yang pertama. Contohnya adalah ganggang biru hijau atau Cyanobacteria. Cyanobacteria adalah bakteri yang memiliki klorofil sehingga dia bisa hidup dengan cara fotosintesis.


Sobat Pijar pasti tahu bahwa hasil dari proses fotosintesis adalah oksigen. Jadi, Cyanobacteria lah yang menambah kadar oksigen di bumi. Dari sinilah berawal dua habitat yang disebut aerob dan anaerob.


Aerob adalah respirasi yang membutuhkan oksigen, sementara anaerob tidak membutuhkan oksigen. Keberadaan oksigen sangat menguntungkan organisme aerob, sedangkan organisme anaerob tinggal di lokasi-lokasi ekstrem, seperti dasar laut atau gunung merapi.


Zaman Arkaekum terbagi menjadi empat periode sebagai berikut.


  • Archaean


Periode pertama pada pembagian Zaman Arkaekum ini disebut sebagai masa awal bumi terbentuk dari gas dan debu yang berasal dari matahari. Usia pada periode ini diukur dari batuan-batuan tua. Salah satu batuan itu adalah Isua Greenstone Belt. Batu ini ada di sebelah barat daya Greenland. Batu ini mengandung magnesium, dan juga lava dari letusan gunung berapi.


  • Paleoarchean


Masa ini berlangsung sekitar 3,6 - 3,2 miliar tahun lalu. Pada periode ini, sejarah kehidupan di bumi ditandai oleh perkembangan bakteri. Cyanobacteria mulai menghasilkan oksigen dalam jumlah besar. Namun, untuk bisa menyebarkan oksigen diperlukan waktu yang sangat lama.


  • Mesoarkean


Mesoarkean diperkirakan berlangsung kira-kira 3,2 - 2,8 miliar tahun lalu. Induk benua mengalami perkembangan dan perluasan. Untuk pertama kalinya, pada masa ini bumi mengalami bencana iklim.


Bencana ini disebabkan karena wilayah Afrika Selatan dan Swaziland ditutupi oleh lapisan es. Bakteri ikut berkembang dan juga menghasilkan oksigen, tetapi kandungannya masih rendah. 


  • Neoarchean


Periode ini berlangsung sekitar 2,8 - 2,5 miliar tahun lalu. Cyanobacteria telah mendominasi dan menghasilkan oksigen dengan jumlah yang sangat banyak. Saat itu, bumi mengalami bencana oksigen besar, tetapi tidak dilindungi oleh sinar UV.


Kerak bumi bergerak di antara lempeng-lempeng, sehingga aktivitas vulkanik menyebabkan aliran lava mengelilingi kerak bumi. Periode ini mengakhiri zaman Arkaekum.


Ciri-Ciri Zaman Arkaekum


Zaman ini adalah zaman purba tertua dan pertama yang terjadi di bumi. Diperkirakan, Zaman Arkaekum berlangsung pada 2.500 juta tahun lalu. Kondisi bumi pada zaman ini masih belum stabil, ditandai dengan udara yang sangat panas.


Selain itu, kulit bumi pun masih terbentuk secara perlahan. Kondisi ini sangat tidak memungkinkan untuk makhluk hidup bertahan. Saat itu, gas metana mendominasi Bumi, sehingga langit tampak berwarna merah. Ini adalah pengaruh dari unsur radioaktif yang membentuk inti bumi.


Kemudian, pergeseran lempeng bumi juga menimbulkan gempa di mana-mana. Pada masa Arkaekum, lautan digambarkan mempunyai warna air yang kehijauan. Warna itu dipengaruhi oleh kandungan ion besi yang sangat tinggi.


Ciri-ciri zaman arkaekum bisa kamu pahami melalui poin-poin berikut.

  • Pada masa ini, hampir tidak ada spesies makhluk hidup yang menjadi penghuni bumi. Hal ini dikarenakan keadaan bumi yang panas atau bersuhu tinggi.
  • Banyak batuan yang bersifat magmatik. Sifat ini ada karena pada masa itu erupsi gunung berapi berlangsung secara terus-menerus.
  • Suhu bumi sangat tinggi. Ciri-ciri ini berkaitan dengan penyebab terbentuknya bumi, yaitu ledakan Big Bang. Bintang tersebut mengandung beberapa zat, seperti helium, gas, metana, dan hidrogen yang suhunya sangat tinggi. Hal itulah yang menyebabkan bumi sangat panas.
  • Kerak bumi mulai terbentuk. Proses pembentukannya disebabkan karena lava yang membeku. Ada beberapa teori mengenai pembentukan kerak bumi yaitu Teori Dua Benua, Teori Konveksi, Teori Pengapungan Benua, dan Teori Kontraksi.
  • Bumi berotasi dengan sangat cepat dan menyebabkan suhu menjadi sangat tinggi. Pada zaman ini, periode rotasi bumi hanya 6 jam. Dari sini, bisa kamu lihat bahwa rotasi bumi pada zaman itu empat kali lebih cepat daripada zaman sekarang.
  • Gunung berapi terbentuk dengan tidak stabil. Fenomena ini disebabkan karena banyak gunung yang sering menghasilkan lahar. Erupsi ini mempercepat pembentukan kerak bumi.
  • Bentuk bumi masih berupa bola gas panas. Gas ini memenuhi seluruh permukaan bumi, lalu sebuah lapisan terbentuk. Lapisan ini adalah atmosfer yang kamu kenal.
  • Bahan duniawi yang pertama kali ada di bumi adalah mineral yang berasal dari ledakan Big Bang.
  • Ketika oksigen mulai muncul, atmosfer bernama anoxic juga terbentuk. Di masa itu, bakteri anaerob bernama Cyanobacteria juga mendominasi bumi.
  • Emisi karbondioksida berkembang sangat pesat. Emisi ini disebabkan karena letusan gunung berapi secara terus-menerus.


Peninggalan Zaman Arkaekum


Pada dasarnya, zaman ini tidak memiliki peninggalan apa-apa, kecuali cerita tentang proses pembentukan bumi. Dikatakan demikian karena pada saat itu belum ada spesies yang mampu bertahan hidup.


Selain suhu bumi yang sangat tinggi, bumi juga belum mempunyai bentuk yang sempurna. Namun, ada peninggalan dari zaman ini yang berbentuk batuan. Batuan ini disebut perisai benua atau kraton.


Diperkirakan, batuan ini mempunyai usia kira-kira 3,8 miliar tahun, serta terbagi menjadi batuan hablur. Batuan-batuan ini bisa dijumpai di beberapa belahan dunia.


Contohnya saja di Teluk Hudson (Kanada), Grand Canyon (Amerika Serikat), Tirumala Hills (India), Guyana (Venezuela), dan masih banyak lagi.


Baca juga: Ciri-Ciri Zaman Paleozoikum beserta Periode dan Peninggalannya

_____________________


Dari penjelasan di atas, kamu mendapatkan kesimpulan bahwa Zaman Arkaekum disimpulkan sebagai periode yang menjelaskan proses pembentukan bumi. Sesudah zaman ini berakhir, cerita sejarah terus berlanjut pada Zaman Paleozoikum.


Yuk, belajar Sejarah bareng Pijar Belajar! Kamu bisa mengakses ratusan video pembelajaran dan pembahasan soal untuk mata pelajaran Sejarah dan yang lain, lho!


Download aplikasi Pijar Belajar sekarang juga!

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image