Organisasi Bentukan Jepang di Indonesia - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Organisasi Bentukan Jepang di Indonesia

| 0 minute read
Organisasi Bentukan Jepang di Indonesia image

Salah satu hal yang dihadirkan dalam pendudukan Jepang di Indonesia adalah didirikannya berbagai organisasi bentukan Jepang di Indonesia. Tapi, menurut Sobat Pijar, apa alasan Jepang membentuk organisasi-organisasi tersebut? Apakah benar jika organisasi-organisasi tersebut dipersiapkan untuk kemerdekaan Indonesia? 


Untuk mengetahui hal tersebut, yuk kenalan dengan berbagai organisasi bentukan Jepang di Indonesia! Mulai dari organisasi di semi militer, militer, hingga sosial akan kita bahas bersama-sama di sini. 


Baca juga: Peradaban Awal Dunia: India Kuno, Tiongkok Kuno, Romawi Kuno, dan Amerika Kuno


Organisasi Semi Militer Bentukan Jepang

Organisasi pertama yang dibangun oleh Jepang adalah semi militer. Organisasi ini sebenarnya bertujuan menyiapkan rakyat Indonesia supaya mampu dilibatkan dalam aktivitas pertahanan. Rakyat Indonesia diharapkan mampu membantu dalam peperangan jika dibutuhkan. 


Terdapat beberapa organisasi bentukan Jepang untuk semi militer ini, seperti:


Seinendan

Organisasi bentukan Jepang di bidang semi militer yang pertama adalah Seinendan. Seinendan merupakan organisasi para pemuda dengan usia mulai dari 14 sampai dengan 22 tahun. Jumlah anggotanya sendiri di awal berdirinya adalah 3.500 pemuda yang ada di seluruh Jawa. 


Tujuan dibentuknya organisasi ini adalah agar dapat mendidik dan melatih pemuda-pemuda sehingga mampu menjaga dan mempertahankan tanah airnya. Selain itu, berguna bagi Jepang apabila dibutuhkan tenaga cadangan yang harus memperkuat Jepang pada peperangan di Asia Timur Raya. 


Jepang beranggapan bahwa fungsi dari Seinendan adalah pengaman garis belakang sebagai barisan cadangan. Koordinasi untuk organisasi ini diserahkan kepada penguasa setempat. Bahkan juga ada Seinendan bagian putri yang juga disebut sebagai Josyi Seinendan. 


Tokoh perjuangan Indonesia yang pernah menjadi anggota dari organisasi ini adalah Latief Hendraningrat dan Sukarni. Pada akhir pendudukan Jepang di Indonesia jumlah dari Seinendan ini sendiri sampai 500.000 pemuda di Indonesia. 


Keibodan 

Selanjutnya ada juga organisasi Korps Kewaspadaan atau Keibodan. Keibodan merupakan organisasi semimiliter dengan anggota yang usianya mulai dari 25 tahun sampai dengan 35 tahun. Ketentuan khusus bagi yang mau masuk Keibodan adalah harus memiliki badan sehat dan perilaku yang baik. 


Pastinya, jika dibandingkan organisasi pemuda sebelumnya, Keibodan jauh lebih siap untuk melakukan pertempuran untuk membantu Jepang. Tugas dari Keibodan sendiri adalah untuk membantu kepolisian melanjutkan tugasnya yaitu menjaga lalu lintas maupun untuk pengamanan desa. 


Terdapat program latihan khusus yang ditujukan kepada para kader agar mampu meningkatkan kualitas dan keterampilannya. Untuk latihan tersebut terdapat di sekolah Kepolisian yang terdapat di Sukabumi dengan jangka waktu 1 bulan lamanya. 


Polisi Jepang langsung turun untuk mengawasi dan membina para pemuda di Keibodan. Jika sudah masuk ke dalam organisasi ini maka tidak boleh terpengaruh dengan kaum nasionalis. 


Nama dari Keibodan sendiri bisa berbeda-beda pada setiap daerah yang ditempatinya. Pada saat itu, jumlah anggota Seinendan yang sudah mencapai 2 juta orang namun untuk Keibodan ini masih dalam jumlah satu juta anggota saja. 


Barisan Pelopor

Tahun 1944 diadakan rapat Chuo-Sangi-In yang memutuskan untuk merumuskan cara menumbuhkan kesadaran pada rakyat agar bisa memiliki kewajiban untuk membangun persaudaraan dan mempertahankan tanah air dari serangan musuh. 


Dan hasil dari rapat Chuo-Sangi-In tersebut, pada tanggal 1 November 1944 Jepang membangun organisasi baru dengan nama Barisan Pelopor. Organisasi semimiliter ini tetap dimaksudkan untuk membantu Jepang dalam peperangan dan mempertahankan Indonesia. 


Akan tetapi, terdapat keunikan tersendiri yaitu adanya kaum nasionalis yaitu Ir Soekarno yang bersama dengan Otto Iskandardinata, R,P Suroso, serta Buntaran. 


Perkembangan dari organisasi ini semakin pesat di daerah kota dan mengadakan pelatihan militer untuk para pemudanya dengan adanya alat sederhana. Selain itu, keterampilan yang diberikan adalah menggerakkan massa, membuat pertahanan meningkat, dan lainnya.


Anggota dari Barisan Pelopor yang merupakan organisasi bentukan Jepang adalah seluruh pemuda dari yang terpelajar maupun dengan pendudukan yang rendah. Bisa dibilang bahwa keanggotaannya sendiri bersifat heterogen sehingga semangat solidaritas bisa dibangun sangat tinggi. 


Hizbullah

Kaiso sudah mengeluarkan janji kemerdekaan untuk Indonesia, namun di medan perang Jepang mengalami kekalahan. Pemuda-pemuda Islam dikumpulkan dan sebanyak 40,000 pemuda dengan tujuan membangun organisasi Islam. 


Pasukan khusus Islam ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari tokoh Masyumi walaupun dengan maksud motivasi yang berbeda. Di balik itu juga para pemuda Islam sangat antusias menyambut adanya pendirian organisasi Islam. 


Motif dari Jepang adalah menyiapkan pembantu prajurit untuk perang sehingga menang sedangkan Masumi mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang sudah dicita-citakan. 


Pada tanggal 15 Desember 1944 berdiri organisasi yang diisi dengan pemuda Islam dengan nama Hizbullah atau Tentara Allah. Akan tetapi, pada istilah Jepang disebut dengan Kaikyo Seinen Teishinti. Tugas pokoknya adalah untuk melatih diri secara giat, menjaga bahaya, membantu tentara, dan lainnya.


Sedangkan, menurut pemuda Islam tugasnya adalah memimpin umat Islam untuk menjalankan ajaran Islam, mensiarkan agama Islam, serta membela umat Islam di Indonesia. 


Baca juga: Peradaban Awal Dunia: Mesopotamia, Mesir Kuno, dan Yunani Kuno


Organisasi Militer Bentukan Jepang

Lalu, Jepang juga membentuk organisasi militer yang memiliki tujuan agar bisa membantu Jepang dalam menghadapi Sekutu. Masih dalam Perang Dunia 2 sehingga membutuhkan sumber daya manusia di Indonesia agar mampu menjaga pertahanan Jepang. Dan beberapa organisasi militernya yaitu:


Heiho

Yang pertama adalah Heiho yaitu Pasukan Pembantu yang ditempatkan pada angkatan darat maupun angkatan laut. Adapun syarat menjadi anggota Heiho adalah berumur 18-25 tahun, badan sehat, kelakuan baik, serta memiliki pendidikan minimal sekolah dasar.


Heiho sendiri memiliki kegiatan dalam membangun kubu pertahanan Jepang, menjaga camp tahanan, serta membantu perang di medan peperangan. Organisasi ini terkenal lebih terlatih jika dibandingkan dengan organisasi bentukan Jepang lainnya.


Organisasi Peta

Selain mempertahankan Jepang dalam perang melawan Sekutu, ternyata Indonesia juga disiapkan untuk menjaga serangan negaranya sendiri dari Sekutu. PETA adalah singkatan dari Pasukan Pembela Tanah Air yang didirikan oleh Jepang. 


PETA merupakan sebuah organisasi yang khusu untuk memimpin Indonesia dengan pelatihan militer dengan tugasnya adalah bagian intelijen (Tokubetsu Han). Latihan pada PETA berkembang sangat baik sehingga banyak pemuda yang ikut bergabung dari PETA. 


Anggotanya sendiri berasal dari banyak golongan masyarakat. Di dalamnya sendiri sudah mengenal jenjang kepangkatan organisasi seperti Daidanco, Cudanco, Shodanco, Bundanco, dan Giyuhei. Tugasnya juga berbeda dari Heiho. 


Untuk PETA sendiri lebih dimaksudkan sebagai pasukan gerilya yang jika sewaktu-waktu di serang dari pihak musuh. Tugasnya adalah membela serta mempertahankan tanah air dari adanya serangan Sekutu. Bahkan banyak anggota PETA yang nantinya akan berperan dalam bidang ketentaraan. 


Organisasi Sosial Bentukan Jepang

Setelah melihat adanya organisasi semimiliter dan militer Jepang di Indonesia. Ternyata, organisasi bentukan Jepang sudah ada pada bidang sosial. Organisasi ini memiliki sifat sosial kemasyarakatan dengan beberapa organisasi, seperti:


Gerakan 3A

Organisasi yang didirikan pada tanggal 29 April 1942 ini memiliki tiga semboyan yaitu Nippon Pelindung Asia, Nippon Pemimpin Asia, dan Nippon Cahaya Asia. Pelopor dari gerakan ini adalah Kepala Departemen Propaganda yaitu Hitoshi Shimizu. 


Bidang yang difokuskan pada organisasi ini adalah bidang pengigikan karena bisa menampung banyak pemuda. Namun, pendidikannya sendiri cukup singkat dengan cara yang unik. Dimana harus bangun pagi-pagi buta, beraktivitas, olahraga, sampai malam harinya harus belajar bahasa Jepang. 


Akan tetapi, simpati rakyat kurang ada pada organisasi ini sehingga Gerakan 3A tidak bertahan lama Hal tersebut dikarenakan bukanlah organisasi dengan tujuan gerakan kebangsaan. 


Putera

Singkatan dari Putera adalah Pusat Tenaga Rakyat yang menggantikan organisasi Gerakan 3A. Organisasi bentukan Jepang ini dipimpin oleh Empat Serangkai yaitu Soekarno, Moh Hatta, KH Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara. 


Tujuan dari organisasi ini adalah untuk menghidupkan kembali atau membangun hal-hal yang sudah dihancurkan oleh Jepang. Jadi, tugasnya juga memperbaiki bidang sosial ekonomi di Indonesia meskipun tidak dibiayai oleh Jepang. 


Namun, banyak fasilitas yang bisa digunakan sehingga mendukung adanya komunikasi yang bebas. Gerakan ini ternyata mampu membuat gentar masyarakat lebih siap untuk menyambut kemerdekaan. Karena lebih menguntungkan Indonesia maka organisasi dibubarkan pada tahun 1944. 


Fujinkai

Organisasi Fujinkai sendiri adalah bagian wanita dari Putera pada saat organisasi tersebut dibubarkan. Banyak anggotanya yang merupakan para ibu dan pemudi-pemudi Indonesia. Tugas dari organisasi Fujinkai sendiri adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. 


Banyak anggota perempuan yang melakukan kegiatan pendidikan seperti kursus. Anggotanya sendiri juga sudah dilatih untuk membuat dapur umum serta melakukan pertolongan pertama. Banyak juga perempuan yang melakukan kerja bakti serta menggarap ladang untuk kepentingan militer. 


Fujinkai sendiri banyak dimanfaatkan Jepang untuk mengumpulkan dana wajib seperti bahan makanan, hewan ternak, perhiasan, dan keperluan lainnya untuk perang Kepang. Namun, karena perang semakin panas pada April 1944 dibentuk Barisan Srikandi yang didirikan oleh Fujinkai. 


Majelis Islam Ala Indonesia

Majelis Islam Ala Indonesia yang merupakan organisasi Islam dan disingkat MIAI ini sangat berpengaruh pada pemerintah Belanda. Oleh sebab itu, pada saat pemerintah Jepang menguasai Indonesia, MIAI diaktifkan kembali pada tanggal 4 September 1942. 


MIAI ini ternyata memiliki pengaruh yang besar juga pada pendudukan Jepang karena dapat digunakan tempat untuk bersilaturahmi, berdialog, berdiskusi, serta bermusyawarah untuk kepentingan kehidupan umat. 


Semboyan MIAI adalah “berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan janganlah berpecah belah” sehingga berkembang dengan baik. Dan juga banyak program yang dijalankannya seperti pembangunan masjid Agung, mendirikan universitas, serta membentuk baitulmal. 


Akan tetapi, hanya membentuk baitulmal saja yang diizinkan oleh jepang. Hal tersebut dikarenakan pengembangan dari MIAI tidak cocok dengan kebijakan dasar Jepang. Dan pada tahun 1943 MIAI berhasil membentuk Majelis Pemuda dan Majelis Keputrian untuk mengembangkan aktivitasnya. 


Jawa Hokokai

Pada saat Sekutu berhasil mengalahkan Jepang maka kedudukan Jepang di Indonesia juga sangat mengkhawatirkan. Panglima Tentara ke-16 membentuk organisasi baru yaitu Jawa Hokokai  agar rakyat memberikan darma baktinya kepada pemerintah. Pemimpin langsung dipegang oleh pihak Jepang. 


Program-program dari Jawa Hokokai sendiri adalah melakukan tindakan nyata dengan ikhlas untuk Jepang, mengembangkan tenaga rakyat, dan memperkokoh pembelaan tanah air. Organisasi ini merupakan pusat juga dari beberapa organisasi sebelumnya seperti Fujinkai, Keimin Bunka, dan lainnya. 


Baca juga: Sejarah Perang Dunia 1 – Kronologi, Sebab Khusus, dan Dampaknya


___________________________________________________


Organisasi bentukan Jepang di Indonesia memang banyak digunakan untuk mempersiapkan kemerdekaan oleh rakyat. Meskipun, Jepang memiliki motif lain agar bisa mendapatkan sumber daya untuk kepentingan perang. Namun, rakyat tidak lengah dan berjuang sampai mencapai kemerdekaan.


Yuk, asah pengetahuan dan pemahamanmu mengenai organisasi bentukan jepang dan materi Sejarah lainnya bersama Pijar Belajar! Pijar Belajar merupakan aplikasi belajar yang menyediakan banyak latihan soal lengkap dengan pembahasannya untuk kamu. Jadi, kamu bisa belajar dengan mudah kapan pun dan dimana pun.


Download Pijar Belajar sekarang!



Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image