Peradaban Awal Dunia: India Kuno, Tiongkok Kuno, Romawi Kuno, dan Amerika Kuno - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Peradaban Awal Dunia: India Kuno, Tiongkok Kuno, Romawi Kuno, dan Amerika Kuno

| 0 minute read
Peradaban Awal Dunia: India Kuno, Tiongkok Kuno, Romawi Kuno, dan Amerika Kuno image

Sobat Pijar, tahu Colosseum yang terletak di kota Roma, Italia? Bangunan yang termasuk dalam 7 keajaiban dunia itu ternyata dibangun oleh masyarakat Romawi Kuno, lho


Peradaban awal dunia juga terjadi di India, Tiongkok, Romawi, dan benua Amerika. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, terus membaca!


Baca juga: Peradaban Awal Dunia: Mesopotamia, Mesir Kuno, dan Yunani Kuno


Peradaban Awal Dunia India Kuno



Peradaban India Kuno berlangsung di Sungai Indus para sejarawan memperkirakan bahwa ada dua ibukota penting yang terlibat dalam peradaban ini:  Mohenjo-Daro dan Harappa.


1.Masyarakat


Mohenjo-Daro adalah ibukota di lembah Sungai indus Selatan. Sementara Harappa adalah ibukota lembah Sungai Indus Utara. Kedua kota itu dibangun dengan rencana tata kota yang teratur. Kedua kota tersebut terbagi menjadi masing-masing blok yang berbentuk bujur sangkar.


Pada setiap blok, penduduk mendirikan tempat tinggal. Mereka sangat memperhatikan kebersihan lingkungan dan faktor kesehatan. Pada saat itu, saluran limbah sudah tersambung ke saluran umum.


Saluran ini dibangun oleh mereka pada bagian bawah jalan, yang nantinya langsung mengalir ke sungai. Corak peradaban awal dunia berbentuk sistem sanitasi tersebut diperkirakan sebagai sistem sanitasi pertama di dunia.


2. Hasil Pertanian


Sama seperti peradaban awal di belahan dunia lain, faktor penting peradaban India Kuno juga adalah keberadaan air dan sungai di wilayah di sepanjang lembah Sungai Indus mempunyai tanah yang subur.


Kondisi ini membuat penduduk menjadikan wilayah tersebut sebagai lahan pertanian sekaligus sumber mata pencaharian. Dengan demikian, kamu bisa lihat bahwa kebudayaan mereka adalah peralatan rumah tangga, pertanian perkakas, senjata, emas, dan bangunan-bangunan.


Hasil pertanian masyarakat saat itu adalah padi, gandum, jelai, teh, gula dan kapas. Masyarakat India kuno juga beternak sapi, kerbau dan babi.


3. Lokasi Berpengaruh


Kota yang memiliki peran penting bagi masyarakat saat itu adalah kota Sutkagedon. Bangsa sumeria menjadikan kota itu sebagai pusat perdagangan yang melibatkan jalur darat dan jalur laut.


4. Kerajaan


Kerajaan yang penting pada peradaban India Kuno adalah Kerajaan Maurya dengan pimpinannya adalah Raja Chandragupta Maurya. Di bawah kepemimpinan kerajaan ini, perkembangan terjadi dengan sangat pesat.


Daerah kekuasaan kemudian diperoleh sampai bagian utara dan timur India. Bagian barat, tepatnya di Kashmir, dan bagian timur, tepatnya di Sungai Gangga juga termasuk ke dalam wilayah kekuasaan kerajaan. Masa jaya kerajaan terjadi saat dipimpin oleh Raja Ashoka.


Namun, peperangan di Sungai Gangga membuatnya ingin situasi yang damai saja. Setelah Raja Ashoka wafat, kerajaan terpecah-belah. Ada kerajaan-kerajaan kecil yang saling berebut kekuasan.


Peperangan berhenti di bawah kepemimpinan Raja Candragupta I yang menyatukan semua kerajaan, menjadi kerajaan baru beranam Kerajaan Gupta.


5. Sistem Kepercayaan


Masyarakat India Kuno mempunyai sistem kepercayaan yang menyembah dewa. Dewa ini dilambangkan seperti makhluk yang mempunyai tanduk besar, serta dewa perempuan sebagai lambang kemakmuran.


Mereka juga menyembah beberapa hewan seperti buaya dan gajah, dan pohon besar seperti pohon beringin. Saat Kerajaan Maurya berjalan, ada tiga agama yang dihormati, yaitu agama Buddha, Jain, dan Hindu.


6. Peninggalan Peradaban India Kuno


Ada arca pendeta berjanggut yang ditemukan di kota Mohenjo-Daro. Arca tersebut menggunakan pita yang melingkari bagian kepala, bajunya dihiasi oleh gambar yang mirip daun semanggi. Hiasan seperti ini juga sering digunakan di daerah Mesopotamia, Mesir, dan Kreta.


Terdapat pula beberapa arca seperti arca berbentuk seorang gadis penari yang bahannya dari perunggu, arca yang bentuknya sempurna ditemukan di kota Harappa, dan dua torso atau arca yang tidak memiliki kepala. 


Salah satu torso awalnya masih mempunyai empat tangan dan tiga kepala serta berdiri dengan satu kaki kanan dan kaki kirinya terangkat. Patung ini mirip seperti patung Siwa Nataraya di zaman kesenian Cola, India Selatan.


Peninggalan lain dari Kota Mohenjo-Daro dan Harappa adalah alat-alat rumah tangga serta senjata. Alat-alat tersebut mempunyai bahan dasar logam, misalnya perunggu. Peninggalan ini membuktikan bahwa Lembah Indus sudah memahami teknik perundagian.


Pengetahuan ini juga ternyata tidak dikuasai oleh banyak masyarakat. Karena itulah, pada sistem perekonomian yang dikenal sebagai barter atau tukar menukar barang.


Peradaban Awal Dunia Tiongkok Kuno


Tiongkok adalah negara yang terdiri dari pegunungan, di mana Sungai Hoang Ho di bagian utara dan Sungai Yangtse Kiang di selatan. Peradaban Cina Kuno sendiri berkembang di lembah Sungai Hoang Ho.


1. Histori Kepemimpinan


Masyarakat Tiongkok Kuno menganggap negara mereka ada di tengah-tengah dunia. Oleh sebab itulah, Tiongkok mempunyai arti Negeri Tengah. Sejarah peradaban negara ini dibangun oleh beberapa dinasti.


  • Dinasti Xia adalah dinasti pertama. Selain itu, ada dinasti lain yang menjadi pondasi penting, yaitu Dinasti Shang, Dinasti Xin, serta Dinasti Han. Dinasti Shang mempunyai 31 raja. Pemerintahannya bersifat feodal dan terus berlanjut ke dinasti-dinasti berikutnya.


Sistem pemerintahan ini berarti raja tidak hanya sebagai pemimpin, namun juga wakil para dewa. Sistem ini membuat kekuasaan raja bersifat mutlak karena perintahnya sama dengan perintah dewa.


  • Dinasti berikutnya adalah Dinasti Qin. Pada masa ini, kaisar berwenang mengangkat menteri dengan tugas membantu menjalankan roda pemerintahan. Menteri juga bertugas untuk memberikan kebijakan dan pandangan, tapi keputusan akhir tetap ditentukan oleh kaisar.


Pemimpin dinasti ini adalah Kaisar Zhao Zhang. Setelah ia wafat, tahta diturunkan ke putranya yang bernama Qin Er Shi. Namun, kepemimpinan tidak berjalan dengan baik sehingga menimbulkan banyaknya pemberontakan. Dinasti ini pun runtuh.


  • Berikutnya adalah Dinasti Han yang terbagi menjadi dua periode, yaitu Han barat dan Han Timur. Pada awalnya, Kaisar Gao membagi wilayah kekuasaannya menjadi negara-negara feodal agar para pemimpin merasa puas.


Tapi, pada akhirnya dia malah memusatkan kekuasaan secara penuh di bawah kepemimpinannya sendiri. Pada masa ini, wilayah kekuasaan Tiongkok semakin luas. Hubungan perdagangan dengan negara-negara barat juga mulai berlangsung.


Tiongkok semakin berjaya di bawah pemerintahan Kaisar Han Wu Di. Kekaisaran ini kemudian runtuh ketika revolusi terjadi di Tiongkok. Revolusi ini mengubah sistem feodal untuk beralih menjadi sistem komunis.


Setelah masa kekaisaran runtuh, Tiongkok berubah nama menjadi Republik Rakyat Cina.


2. Sistem Kepercayaan


Sistem kepercayaan masyarakat Tiongkok awalnya menyembah para dewa. Dewa-dewa itu adalah Dewa Feng Fa (penguasa angin), Dewa Lei Shih (penguasa angin topan), dan Dewa T'sai San (penguasa bukit dunia).


Masyarakat Tiongkok Kuno juga mempercayai bahwa ada kehidupan setelah kematian. Kepercayaan ini dibuktikan dengan penemuan makam perempuan di situs anyang yang bernama Fuhao.


Di dalam makam itu, ada kain sutra, perhiasan, makanan yang diawetkan, dan jenazah laki-laki yang diperkirakan dimakamkan dengan tujuan untuk menjaga wanita tersebut di alam baka.


3. Peninggalan Peradaban Tiongkok Kuno


Peradaban Tiongkok Kuno juga populer dengan filsafat dan teknologi. Di bidang filsafat, ada tiga filsuf terkenal, yaitu Kong Hu Chu, Lao Tse, dan Meng Tse.


Sedangkan di sisi teknologi masyarakat menyumbangkan banyak kontribusi yang kemudian tersebar keluar dari Tiongkok ke negara-negara lain.


Peninggalan artefak dari masa Dinasti Shang adalah radiokarbon yang ada di cangkang kura-kura, artefak perunggu berbentuk gusi, sistem tulisan yang rumit, dan artefak perunggu sebagai bagian dari kereta perang, dan beberapa senjata.


Pada masa Dinasti Qin, peninggalan yang masih terkenal hingga masa kini adalah Tembok Besar Cina. Hasil peradaban yang berpengaruh besar terhadap dunia dari masyarakat Tiongkok Kuno adalah penggunaan tinta, kertas, dan mesin cetak.


Ketiga kebudayaan ini berkembang di masa Dinasti Han, tepatnya saat periode kepemimpinan Kaisar Han Wu. Di samping itu, pada masa kepemimpinan Zhao Zhang, ada peninggalan budaya berupa keramik Tiongkok, seni lukis dan kain sutra.


Peradaban Awal Dunia Romawi Kuno


Peradaban Romawi Kuno saat itu berlangsung di Semenanjung Apenina dengan ibukota Roma, di negara Italia. Tanah di wilayah tersebut sangat subur, sehingga sangat memungkinkan menjadi lokasi peradaban.


1. Sejarah Singkat


Ada tiga gunung berapi yang juga mendorong kesuburan tanah, yaitu Gunung Stromboli, Vesuvius, dan Etna. Peradaban ini dikembangkan oleh Suku Latia, yaitu masyarakat yang menetap di lembah Sungai Tiber.


Masyarakat pada zaman itu mempercayai mitos tentang Remus dan Romulus yang adalah sepasang saudara. Mereka dipercaya sebagai keturunan Aeneas dari Yunani. Remus dan Romulus adalah anak kembar dari Rhea Silva, yang merupakan keturunan pahlawan dari Troy.


Remus dan Romulus kemudian mendirikan suatu kota, tetapi perjalanan mereka mengalami masalah  yang menyebabkan pertempuran di antara keduanya. Di akhir cerita, Romulus berhasil membunuh Remus. Kota itu pun dinamakan berdasarkan nama Romulus sendiri, yakni Roma.


2. Histori Kepemimpinan


Pada peradaban Romawi Kuno, hanya ada tiga masa penting yang harus Sobat Pijar pahami. Pada tahun 753 - 59 SM, kota Roma berdiri dan dipimpin oleh seorang raja. Pada masa itu, raja didampingi oleh senat atau sosok yang mewakili suku-suku di sekitar kerajaan.


Kemudian Kerajaan Roma digulingkan dan terjadi banyak perang saudara. Selanjutnya, terbentuk Periode Republik yang berlangsung pada tahun 509 - 27 SM. Pada masa ini pula, perang terkenal berlangsung.


Perang itu terjadi di antara Republik Romawi dan Kekaisaran Kartago yang dikenal dengan nama Perang Punic. Selanjutnya adalah masa kekaisaran yang sebenarnya berbeda dengan kerajaan.


Pada saat ini, masyarakat sangat menghindari pemakaian kata raja untuk menyebut seorang pemimpin. Hal ini disebabkan karena di akhir masa kerajaan, raja tersebut dicap tidak bermoral. Jadi, sebutan untuk pemimpin adalah Principate (First Man of Republic).

Tapi ternyata, pemimpin ini mempunyai peran yang sangat dominan, sehingga menyebut dirinya sendiri sebagai Tuhan. Jadi, Kaisar pada masa ini mengklaim diri sebagai sosok Tuhan.


3. Peninggalan Peradaban Romawi Kuno


Ada peninggalan Romawi Kuno yang mungkin sudah familiar di telinga kamu. Peninggalan-peninggalan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Colosseum adalah bangunan berbentuk stadion, di mana bisa memuat sampai ratusan ribu penonton. Bangunan ini dijadikan tempat untuk melaksanakan pertunjukan-pertunjukan hiburan. Dari sini, bisa kamu lihat bahwa masyarakat Romawi Kuno gemar menonton hiburan. Bangunan ini dipercaya sudah dibangun sejak kira-kira 2000 tahun lalu, tetapi masih kokoh sampai sekarang. Inilah yang membuatnya menjadi salah satu dari banyaknya bangunan keajaiban dunia.
  • Pantheon adalah rumah dewa yang disembah oleh bangsa Romawi Kuno.
  • Aquaduk adalah bangunan berupa saluran air bersih. Bangunan ini ternyata bersifat multi fungsi.
  • Cloaca Maxima adalah saluran pengairan untuk mengalirkan air hujan yang berlebih. Menariknya, saluran ini masih berfungsi dengan optimal sampai sekarang.


Di samping bangunan-bangunan peninggalan Romawi kuno lainnya adalah karya sastra titik Beberapa di antaranya adalah ode dan satire Karya horatius, Epos Aeneas karya Vergilius, dan Amores karya Ovidius.


Peradaban Awal Dunia Amerika Kuno


Secara geografis, wilayah Amerika mempunyai tiga bagian, yaitu bagian utara, bagian tengah, dan bagian selatan. Peradaban Amerika Kuno berlangsung sebelum bangsa barat datang ke Benua Amerika.


Saat itu, Suku Indian adalah masyarakat yang mendiami Amerika. Suku ini diperkirakan berasal dari Asia dan sampai ke Benua Amerika melalui Selat Behring.


1. Bangsa Maya


Suku Maya mendiami wilayah Amerika Tengah dan Meksiko. Wilayah mereka meliputi Semenanjung Yucatan, Belize, Guatemala, Honduras, dan El Salvador. Suku Maya hidup dengan bertani. Mereka menanam kacang-kacangan, jagung, labu, dan Singkong.


Suku Maya juga dikenal unggul dari segi aksara hieroglif, arsitektur, seni rupa, matematika, astronomi, dan kalender. Ada dua sistem kalender yang dikembangkan oleh suku Maya, yaitu kalender haab dan kalender tzolkin.


Kalender haab adalah kalender yang kamu kenal saat ini, yaitu satu tahun yang terdiri dari 365 hari. Sementara itu, kalender tzolkin terdiri dari 260 hari dalam satu tahunnya. Peninggalan peradaban suku Maya disebut dengan tikal, atau reruntuhan kota kuno di Guatemala.


Tahukah Sobat Pijar kalau keturunan suku Maya masih ada sampai saat ini? Benar sekali, mereka tinggal di Honduras, Guatemala, El Salvador, dan di beberapa wilayah Meksiko. Diketahui bahwa 40% penduduk Guatemala adalah keturunan suku Maya.


2. Aztec


Peradaban berikutnya diciptakan oleh suku Aztec. Suku ini mendiami wilayah Tenochtitlan di Meksiko. Sebelumnya, kota ini cuma berbentuk rawa-rawa, yang selanjutnya berubah menjadi lahan yang subur.


Peradaban suku ini juga populer di bidang perdagangan dan pertanian. Ini menjadi alasan mengapa kegiatan masyarakat saat itu didominasi dengan bertani dan berdagang. Hasil pertanian khas suku Aztec adalah labu, jagung, kacang-kacangan, kentang, dan alpukat.


Suku Aztec juga dikenal sebagai suku yang unik karena pendekatan sistem pemerintahannya bersifat militeristik. Maksudnya adalah, orang yang menempati posisi atas atau berstrata tinggi dilihat dari kemampuan mereka saat berperang.


Ada empat strata di kalangan suku Aztec; Eagle Warriors, Jaguar Warriors, Otomies, dan the Shorn Ones. Strata keempat inilah yang maju paling depan saat perang berlangsung.


3. Inca


Peradaban suku Inca berlangsung di wilayah Peru, Amerika Selatan, tepatnya di dekat Pegunungan Andes di sekitar Danau Titicaca. Suku ini mempunyai kepercayaan bahwa semakin tinggi tempat tinggal mereka, maka semakin dekat pula dengan tempat tinggal para dewa.


Jadi, kamu tidak perlu heran kalau suku Inca sering tinggal di dataran tinggi. Masyarakat biasanya bertani dan menanam ubi, jagung tomat, labu cabai, kacang, dan singkong. Di samping itu, mereka juga memelihara beberapa hewan, seperti anjing, alpaca, marmut, dan bebek.


Salah satu peninggalan dari suku Inca adalah Machu Picchu yang terletak di Peru. Komplek bangunan ini mempunyai ketinggian 2350 meter di atas permukaan laut. Sejak tahun 1983, UNESCO menetapkan bangunan ini sebagai salah satu situs warisan dunia.


Perkembangan di bidang pertanian sudah membentuk suatu laboratorium yang mereka sebut moray. Laboratorium ini dimanfaatkan untuk membudidayakan beberapa varietas yang cocok dataran tinggi seperti pegunungan Andes.


Sistem kepercayaan dan agama Suku Inca adalah Viracocha atau menyembah dewa matahari.


4. Peninggalan Peradaban Amerika Kuno


Sebelumnya, sudah diselipkan beberapa peninggalan dari peradaban Amerika Kuno, tapi kamu bisa membacanya kembali melalui poin-poin yang sudah dirangkum berikut ini.

  • Tikal, dari Suku Maya.
  • Machu Picchu, dari Suku Inca.
  • Moray, dari Suku Inca.
  • Piramida Aztec, dari Suku Aztec.


Baca juga: Teori Pembentukan Bumi yang Perlu Kamu Tahu

______________________________


Nah, itulah pembahasan peradaban awal dunia kali ini. Mulai dari India Kuno, Tiongkok Kuno, Romawi Kuno, sampai Amerika Kuno. Peradaban mana yang paling menarik menurut Sobat Pijar?


Jika tertarik untuk mengetahui peradaban awal dunia lain, kamu bisa mengakses video materi yang ada di Pijar Belajar, lho! Selain Sejarah, ada banyak mata pelajaran lain yang juga tersedia dan bisa kamu akses. 


Yuk, gunakan Pijar Belajar sekarang juga!


Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image