Metode Pengumpulan Data Berdasarkan Jenis-jenisnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Metode Pengumpulan Data Berdasarkan Jenis-jenisnya

| 0 minute read
Metode Pengumpulan Data Berdasarkan Jenis-jenisnya image

Sobat Pijar, menggunakan metode pengumpulan data dalam sebuah penelitian akan memberikan banyak manfaat, lho! Di antaranya memperoleh data yang akurat dan valid, menyelesaikan masalah dengan lebih efektif hingga mempermudah analisis data. Sobat Pijar ada yang sudah familiar belum dengan metode pengumpulan data?


Metode pengumpulan data merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang fenomena sosial atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Terdapat beberapa metode yang terbagi berdasarkan jenisnya.


Di dalam artikel ini, Sobat Pijar akan menemukan berbagai informasi penting mengenai jenis data penelitian, instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data hingga metode pengumpulan data. Yuk, baca selengkapnya!


Baca juga: Rancangan Penelitian – Pengertian, Jenis, Metode, Langkah dan Contohnya


Jenis Data Penelitian

Sebelum melihat dan membaca mengenai metode-metode yang digunakan untuk mengumpulkan data, Sobat Pijar juga perlu tahu ada apa saja, sih, jenis data penelitian itu.


Jenis data penelitian terbagi menjadi dua, yakni data primer dan data sekunder. Di bawah ini adalah penjelasannya:


Data Primer

Data penelitian primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya atau dikumpulkan khusus untuk keperluan penelitian yang sedang dilakukan. Kamu bisa mendapatkan data primer melalui wawancara, kuesioner, ataupun observasi langsung. 


Data primer memiliki beberapa keunggulan seperti data lebih spesifik dan relevan dengan penelitian karena dikumpulkan khusus untuk keperluan penelitian yang sedang dilakukan. Selain itu, data primer juga diperoleh langsung dari sumbernya, sehingga lebih akurat dan tidak tercemar oleh interpretasi.


Akan tetapi, data primer juga memiliki beberapa kelemahan, nih, seperti proses pengumpulan datanya yang memakan waktu dan membutuhkan biaya tinggi. Data penelitian primer juga hanya merujuk pada sumber-sumber tertentu, sehingga tidak dapat memberikan gambaran yang luas tentang topik yang sedang diteliti.


Oleh karenanya, biasanya data penelitian primer digunakan bersama-sama dengan data sekunder untuk memberikan gambaran yang lebih luas dan menguatkan keabsahan hasil penelitian.


Data Sekunder

Jenis data penelitian berikutnya adalah data sekunder. Data penelitian sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber-sumber yang sudah ada, bukan dari penelitian langsung oleh peneliti.


Data sekunder biasanya diperoleh dari dokumen-dokumen yang sudah terdokumentasikan, seperti laporan, buku, jurnal, dan lainnya. Selain itu, juga bisa diperoleh dari database-database yang tersedia secara online atau melalui survei yang sudah dilakukan oleh orang lain.


Jenis data penelitian ini umumnya digunakan untuk mendukung atau memperkuat hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Akan tetapi, data penelitian sekunder juga bisa digunakan sebagai data utama dalam penelitian, terutama jika peneliti tidak memiliki cukup waktu atau sumber daya untuk melakukan penelitian langsung.


Sumber-sumber data penelitian sekunder pun juga bervariasi, tergantung pada topik penelitian yang akan diteliti. Beberapa sumber data penelitian sekunder yang umum digunakan meliputi laporan-laporan resmi, jurnal-jurnal ilmiah, buku-buku teks, dan database-database online.


Instrumen Pengumpulan Data

Setelah kita memahami jenis data penelitian, selanjutnya Pijar Belajar mau kasih tahu kamu tentang berbagai macam instrumen pengumpulan data, nih. Instrumen pengumpulan data adalah alat atau cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber yang tepat.


Ternyata ada banyak sekali macam-macam instrumen pengumpulan data yang bisa Sobat Pijar Pilih.Berbagai macam instrumen pengumpulan data tersebut dapat kamu pilih tergantung pada tujuan penelitian, sifat data yang dibutuhkan, dan sumber data yang tersedia. Di bawah ini adalah beberapa contoh instrumen pengumpulan data:


Kuesioner

Kuesioner adalah salah satu instrumen pengumpulan data yang paling umum digunakan. Kuesioner terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk dijawab. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat berupa pilihan ganda atau pertanyaan terbuka.


Wawancara

Wawancara adalah cara lain untuk mengumpulkan data dengan bertanya langsung kepada responden. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur dengan menggunakan pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.


Selain itu, wawancara juga bisa dilakukan secara tidak terstruktur, yaitu dengan memberikan pertanyaan sesuai kebutuhan atau tanggapan responden saat itu.


Observasi

Observasi adalah cara mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan terhadap suatu fenomena atau kejadian. Observasi dapat dilakukan secara partisipatif, yaitu dengan ikut serta dalam kegiatan yang diamati, atau secara non-partisipatif, yaitu dengan hanya mengamati dari luar.


Dokumen

Dokumen adalah sumber data yang tersedia dalam bentuk tulisan atau rekaman, seperti laporan, catatan, buku, atau surat.Dokumen dapat menjadi sumber data yang berguna untuk mengkonfirmasi atau memperkaya data yang telah diperoleh dari sumber lain.


Focus Group Discussion

Focus group adalah kelompok diskusi yang terdiri dari beberapa orang yang dipilih karena memiliki perspektif yang sama atau terkait dengan topik yang dibahas. Instrumen ini dapat menjadi cara yang efektif untuk mengumpulkan data tentang pandangan, sikap, atau persepsi seseorang terhadap suatu masalah.


Survei

Survei adalah cara mengumpulkan data dengan mengirimkan pertanyaan kepada responden melalui surat atau media online. Survei dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disusun terstruktur atau dengan menggunakan pertanyaan terbuka.


Experiment

Experiment adalah cara mengumpulkan data dengan melakukan uji coba terhadap suatu hipotesis atau teori. Experiment dapat dilakukan dengan mengontrol variabel-variabel yang mempengaruhi hasil yang diamati.


Metode Pengumpulan Data

Nah, sekarang Sobat Pijar sudah mengetahui mengenai jenis dari data penelitian dan juga instrumen yang biasa digunakan di dalam penelitian. Untuk metode pengumpulan data, secara umum terbagi menjadi dua kelompok yakni metode tes dan metode non-tes. Untuk lebih jelasnya, simak penjabarannya berikut ini:


Metode Tes

Metode tes adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, atau sikap seseorang terhadap suatu topik atau materi. Tes dapat digunakan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, psikologi, dan riset sosial.


Dalam penelitian, tes dapat digunakan untuk mengumpulkan data tentang pengetahuan, kemampuan, atau sikap responden terkait dengan topik yang diteliti. Metode tes memiliki beberapa kelebihan seperti data yang diperoleh dari metode ini dapat diukur secara objektif dan terstandarisasi. Kemudian, metode ini juga dapat mengukur beberapa aspek dari suatu variabel secara bersamaan.


Selain itu, kelebihan dari metode tes yakni dapat diulang dengan hasil yang sama pada saat yang berbeda, sehingga dapat dijadikan sebagai ukuran validitas dan reliabilitas. Akan tetapi, metode tes juga memiliki beberapa kekurangan seperti hanya dapat mengukur data yang sifatnya sederhana, sehingga mungkin tidak dapat mengungkap fenomena yang kompleks.


Kekurangan lainnya adalah responden mungkin tidak memberikan jawaban yang sebenarnya atau memalsukan jawaban, sehingga dapat menurunkan validitas dan reliabilitas tes. Metode ini juga terlihat rumit dan memakan waktu yang lama.


Metode Non-Tes

Metode non-tes adalah salah satu metode pengumpulan data yang tidak menggunakan teknik tes untuk mengumpulkan data dari responden. Metode non-tes meliputi berbagai teknik pengumpulan data yang tidak menggunakan instrumen tes, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi.


Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari metode non-tes dalam pengumpulan data. Kelebihannya adalah cepat, murah, dapat mengumpulkan data yang lebih mendalam, dan menghindari bias.


Sementara itu, kekurangannya adalah kualitas data yang diperoleh dari metode non-tes mungkin lebih rendah daripada data yang diperoleh dari metode tes. Metode non-tes juga tergantung subjek dan observasi. Kelemahan lain dari metode non-tes adalah tidak dapat diuji kembali.


Baca juga: Teks Biografi: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, dan Contohnya


______________________________________________


Dengan mengetahui macam-macam metode pengumpulan data, Sobat Pijar dapat menentukan metode mana yang paling tepat untuk digunakan dalam penelitian.


Yuk, pelajari lebih banyak seputar metode pengumpulan data dan materi sosiologi lainnya di Pijar Belajar! Pijar Belajar merupakan aplikasi belajar yang menyediakan banyak konten latihan soal dan pembelajaran untuk SD, SMP, dan SMA. Semua itu bisa kamu akses mulai dari 10 ribu aja, lho.


Tunggu apa lagi? Yuk, download Pijar Belajar sekarang!

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image