Konversi Satuan Panjang Lengkap Dan Cara Menghitungnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Konversi Satuan Panjang Lengkap Dan Cara Menghitungnya

| 0 minute read
Konversi Satuan Panjang Lengkap Dan Cara Menghitungnya image

Pengukuran panjang adalah sesuatu yang tidak bisa lepas dari kehidupan,mulai dari mengukur jarak dari rumah ke sekolah, panjang bangun ruang, ketebalan, dan lain-lain. Nah, untuk melakukan pengukuran-pengukuran tersebut, Sobat Pijar perlu menggunakan satuan yang disebut sebagai satuan panjang.


Untuk memahami lebih lanjut mengenai apa itu satuan ukuran panjang, tangga meteran, cara hitung, dan contoh soalnya, kamu bisa menyimak artikel ini sampai akhir.


Baca juga: Cara Menghitung Pecahan Biasa dan Pecahan Campuran

 

Apa Itu Satuan Panjang?

Satuan panjang adalah ukuran yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi ukuran suatu benda. Selain itu, satuan panjang juga dapat digunakan untuk mengukur jarak antara dua titik. Satuan panjang sendiri terdiri dari berbagai satuan lainnya, lho, yaitu kilometer (km), hektometer (hm), dekameter (dam), meter (m), desimeter (dm), centimeter (cm), dan milimeter (mm). Nah, biasanya dalam skala internasional, satuan internasional untuk mengukur panjang adalah meter (m). 


Macam-macam satuan panjang ini dapat kamu susun dalam sebuah tangga, lho. Tapi ini bukan tangga sembarang tangga, ya. Tangga yang biasa digunakan untuk mengukur satuan panjang merupakan tangga meteran.



Urutan Tangga Satuan

Tidak semua benda atau jarak cukup sederhana untuk diukur dengan satuan meter. Oleh karena itu, ada satuan panjang lain yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Satuan ini diurutkan dalam tangga satuan atau tangga satuan.


Urutan dalam tangga satuan satuan merupakan hasil kesepakatan ilmuwan secara internasional. Kesepakatan ini penting dilakukan agar pengukuran di suatu negara memiliki nilai atau hasil pengukuran yang sama dengan negara lain.


Urutan satuan panjang dari atas ke bawah adalah kilometer (km), hektometer (hm), dekameter (dam), meter (m), desimeter (dm), centimeter (cm), dan milimeter (mm). Dengan adanya tangga satuan ini, maka konversi satuan menjadi jauh lebih mudah.


Cara Konversi Tangga Satuan Panjang

Sobat Pijar, di penjelasan sebelumnya, kan, kita sudah membahas mengenai beberapa satuan panjang, mulai dari kilometer hingga millimeter. Nah, ternyata kita bisa, lho, menghitung konversi tiap satuan panjang tersebut. 


Untuk melakukan konversi panjang caranya pun sangat mudah. Pertama, kamu bisa menggambar tangga konversi satuan panjang terlebih dahulu, nih. Contohnya seperti berikut ini. 



Kemudian, untuk mendapatkan hasil konversi yang tepat, kamu bisa melihatnya melalui posisi anak tangganya. 


Setiap turun satu tangga, nilai yang akan dikonversi harus dikali 10,sedangkan setiap naik satu tangga, nilai yang akan dikonversi harus dibagi 10. Dengan kata lain, kamu bisa menafsirkan bahwa:


  • 1 km = 10 hm = 100 dam = 1.000 m = 10.000 cm = 100.000 mm
  • 1 m = 0,001 km = 0,01 hm = 0,1 dam = 10 dm = 100 cm = 1000 mm


Misalkan, kamu ingin mengetahui 3 hm berapa cm, nah, kamu bisa melihat ke tangga satuan panjang. Jika mengacu pada tangga, maka hm ke cm perlu menuruni 4 anak tangga. Dengan kata lain, kamu harus mengalikan nilai 3 hm dengan 10.000. Sehingga, ditemukan bahwa 3 hm sama dengan 30.000 cm.


Fungsi dari satuan ukuran panjang adalah untuk membuat perhitungan lebih sederhana. Sebagai contoh, untuk menghitung ketebalan meja, tidak mungkin kamu menggunakan satuan kilometer. Sedangkan untuk mengukur jarak lokasi, menggunakan satuan centimeter atau milimeter tentu saja menjadi lebih rumit.


Karena itu, penggunaan satuan yang tepat bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk benda kecil atau jarak yang pendek, satuan milimeter hingga meter bisa jadi pilihan. Sedangkan untuk pengukuran yang lebih besar dan panjang, satuan kilometer akan lebih tepat digunakan.

 

Manfaat Menghitung Satuan Panjang

Sobat Pijar pasti bertanya-tanya, deh, kenapa ya kita harus mempelajari satuan panjang? Eits, ternyata ada banyak sekali, lho, manfaatnya. Sebagai satuan yang digunakan untuk menghitung panjang benda, satuan panjang penting diketahui untuk menghitung jarak antara dua titik. Selain itu, menghitung satuan panjang benda juga memiliki manfaat praktis lainnya. Berikut beberapa manfaat dari menghitung satuan panjang:


1. Mengetahui Luas Bidang

Terbayang, nggak sih, bagaimana susahnya menghitung luas bidang tanpa adanya ukuran panjangnya? Oleh karena itu, peran satuan panjang penting banget, nih, dalam keseharian kita. 


Misalnya, jika kamu ingin menghitung luas persegi panjang, maka kamu perlu menghitung panjang dan lebar bidang tersebut terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kamu bisa menghitung luas bidangnya. Tak hanya itu, dalam kehidupan sehari-hari, satuan panjang ini juga bermanfaat untuk mengukur luas tanah, luas permukaan benda yang akan dicat, dan berbagai aplikasi lainnya.


2. Mengetahui Volume Ruang

Ada 3 cara untuk mengetahui volume suatu ruang. Pertama, dengan menenggelamkannya dalam air dan menghitung volume air yang tumpah keluar. Kedua, dengan mengisinya hingga penuh, kemudian mengukur jumlah volume air yang dapat ditampung. Dan yang ketiga dengan mengukur volume ruang menggunakan rumus volume.


Cara pertama dan kedua dapat digunakan jika benda yang diukur relatif kecil. Seperti gelas, mangkok, kubus, bola, dan lain sebagainya. Namun, untuk benda atau ruangan berukuran besar, dua cara tersebut sangat tidak mungkin.


Apalagi jika volume yang akan diukur adalah volume akuarium, bak mandi, atau bahkan kolam renang. Satu-satunya cara yang cukup masuk akal adalah dengan menghitung volume ruang menggunakan rumus volume. Untuk itu, kamu harus melakukan pengukuran terlebih dahulu.


Sebagai contoh, misalnya kamu akan mengukur kolam renang berbentuk kotak persegi panjang. Maka kamu harus menghitung panjang, lebar, dan tinggi kolam tersebut. Selanjutnya, kamu hanya perlu menghitung volumenya sesuai dengan rumus bangun ruang tersebut.


3. Menghitung Jarak Tempuh atau Waktu Tempuh

Satuan panjang juga dapat kamu gunakan untuk menghitung waktu tempuh perjalanan. Caranya, kamu perlu mengetahui dulu jarak dari lokasi kamu ke lokasi tujuan. Setelah itu, kamu bisa memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke lokasi tujuan dengan cara membagi jarak tempuh dengan kecepatan rata-rata kendaraan.


Baca juga: Tips Belajar Matematika ala Jerome Polin

 

Satuan Ukuran Panjang Tidak Baku dan Satuan Lainnya

Satuan meter ternyata bukan satu-satunya satuan yang digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, atau jarak. Selain satuan meter dan kilometer, ada juga satuan lain yang disebut sebagai satuan tidak baku.


Perbedaan satuan baku dan tidak baku ada pada skala yang digunakan. Satuan baku memiliki skala yang tetap sedangkan satuan tidak baku memiliki skala yang relatif dan berubah-ubah. Beberapa contoh satuan panjang tidak baku sebagai berikut. 


1. Sistem Imperial

Sistem perhitungan imperial ini cukup umum digunakan di Amerika Serikat dan beberapa negara. Berikut sistem imperial dan konversinya terhadap satuan internasional. 


1 Inci = 2,5 cm.

1 Mil = 1,6 km atau 1600 m

1 Yard = 0,9144 m atau 914 cm

1 Feet atau 1 Kaki = 0,3048 meter atau 30,48 cm



2. Satuan Ukur Panjang Tidak Baku

Satuan tidak baku ini ada karena tidak adanya standar atau ketetapan ukuran yang baku pada zaman dahulu satuan ini ada sebelum adanya satuan internasional seperti meter, kilogram dan second.

Berikut ini merupakan satuan tidak baku adalah:


1. Satuan Jengkal = sekitar 25 cm. 

2. Satuan Hasta = sekitar 50 cm.

3. Satuan Depa = sekitar 250 cm. 


3.Satuan Cahaya

Satuan cahaya adalah satuan panjang untuk mengukur jarak antara bumi dan pluto atau jarak antar benda-benda antariksa lainnya. Penggunaan satuan cahaya ini bertujuan untuk memudahkan penyebutan jarak benda-benda langit berikut satuan cahaya.

1 detik cahaya = sekitar 300.000 km. 

1 tahun cahaya = 9.467.280.000.000 km atau (9,46 x 1012) km.

 

Macam-Macam Alat Ukur Satuan Panjang

Secara umum, alat ukur satuan panjang terbagi menjadi dua jenis. Yaitu alat ukur satuan panjang baku dan tidak baku. Alat ukur baku memiliki ukuran panjang yang tetap. Sedangkan alat ukur tidak baku tidak memiliki ukuran yang tetap.


Alat Ukur Panjang Baku

Alat ukur panjang pada dasarnya bukan hanya bisa digunakan untuk mengukur panjang saja. Tapi juga bisa digunakan untuk menghitung ketebalan, tinggi, dan lebar benda. Berikut ini adalah beberapa contoh alat ukur panjang baku:


1. Mistar atau Penggaris

Penggaris adalah alat ukur yang paling umum dan banyak digunakan. Satuan panjang yang digunakan penggaris pada umumnya adalah mm dan cm. Selain itu, beberapa penggaris juga dilengkapi dengan skala inci.


2. Jangka Sorong

Sekilas, bentuk jangka sorong agak mirip dengan kunci inggris. Alat ini dapat digunakan untuk mengukur diameter benda dan kedalaman suatu benda. Jangka sorong sendiri menggunakan dua skala dalam perhitungannya, yaitu skala utama dan skala nonius. 


Bagi sebagian orang, menghitung dengan jangka sorong memang agak membingungkan. Namun, sekarang sudah ada jangka sorong yang dilengkapi dengan display digital. Sehingga, pengukuran bisa lebih mudah. Skala terkecil dalam alat ukur ini adalah 0,01 cm atau 0,1 mm.


3. Meteran atau Pita Ukur

Selain penggaris, meteran atau pita ukur juga relatif sering ditemukan. Penggunaannya pun lebih beragam. Mulai dari mengukur pakaian hingga mengukur tanah atau bangunan. Bahan pembuat meteran juga cukup beragam. Mulai dari plastik tipis hingga plat besi.


Satuan yang digunakan pada meteran juga cukup beragam. Mulai dari mm, cm, feet, atau inci. Meteran terpendek biasanya memiliki panjang 3 meter. Namun, ada juga meteran dengan panjang mencapai 50 meter.


4. Mikrometer Sekrup

Sesuai dengan namanya, mikrometer sekrup biasanya digunakan untuk mengukur panjang atau ketebalan benda-benda kecil dan tipis. Seperti plat alumunium, kertas, kawat, dan lain-lain. Karena itu, tingkat ketelitian alat ini lebih teliti dari jangka sorong. Mikrometer sekrup dapat mengukur benda hingga ketebalan 0,01 mm.


Alat Ukur Panjang Tidak Baku

Alat ukur panjang tidak baku biasanya digunakan sebagai alat ukur alternatif. Beberapa contoh alat ukur panjang tidak baku adalah:


1. Anggota Tubuh

Anggota tubuh seperti tangan, kaki, atau langkah kadang kala digunakan sebagai alat ukur. Jengkal, depa, hasta, adalah beberapa pengukuran yang biasa dilakukan dengan menggunakan anggota tubuh.


2. Tongkat

Meskipun tongkat memiliki ukuran tertentu, namun pengukuran dengan tongkat tetap dianggap sebagai pengukuran yang tidak baku. Hal ini karena panjang setiap tongkat bisa saja berbeda. Ditambah lagi, tongkat tidak dilengkapi skala. Sehingga, cukup sulit menentukan panjang suatu benda yang lebih pendek dengan tepat.


3. Tali

Di kondisi tertentu, pengukuran dengan tali kadang-kadang menjadi pilihan alternatif. Akan tetapi, tali tidak memiliki skala sebagaimana meteran atau alat ukur lainnya. Sehingga, pengukuran menggunakan tali tidak dapat memberikan hasil ukur yang tepat.



Contoh Soal Satuan Panjang

Untuk lebih mengasah pemahaman mengenai satuan panjang, yuk coba simak soal dan pembahasan satuan panjang di bawah ini 


Soal : 

Hari ini Andi pergi menginap di rumah pamannya dengan berjalan kaki, sedangkan jarak rumah Andi ke rumah pamannya cukup jauh yaitu 4 Km, berapa meter jarak yang ditempuh Andi untuk sampai ke rumah pamannya hari ini?


  1. 40000 m
  2. 4000 m
  3. 400 m
  4. 40 m
  5. 4 m


Jawab : 

Diketahui jarak tempuh sejauh 4 Km, dengan menggunakan tangga konversi jarak berdasarkan urutannya ada 3 tingkatan menurun dari km ke m yaitu km, hm, dm dan m maka dari itu kita perlu mengalikan dengan angka 10 sebanyak 3 kali 

4 x 10 x 10 x 10 = 4.000 meter

jadi jawaban yang benar adalah B. 4000 meter


___________________________________________________________


Itu dia cara mengukur konversi satuan panjang yang Sobat Pijar perlu tahu. Ternyata mudah, bukan? Nah, kalau kamu ingin belajar lebih banyak tentang satuan panjang dan perhitungan aritmatika lainnya, coba gunakan Pijar Belajar, yuk!


Pijar Belajar merupakan aplikasi belajar yang menghadikran banyak latihan soal dan video pembahasan materi SD, SMP, dan SMA. Semua itu bisa kamu akses kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Yuk, download Pijar Belajar sekarang!


Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image