Kerjasama Ekonomi Internasional, Regional dan Bilateral - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Kerjasama Ekonomi Internasional, Regional dan Bilateral

| 0 minute read
Kerjasama Ekonomi Internasional, Regional dan Bilateral image

Kerjasama ekonomi internasional muncul karena adanya hubungan perdagangan yang terjalin antar negara-negara di seluruh dunia. Hubungan tersebut meliputi ekspor dan impor, pasar valuta asing, dan berbagai jenis jasa lainnya yang melewati perbatasan antar negara.


Dalam perkembangannya, kerjasama antar negara menimbulkan kegiatan ekonomi internasional. Wah, kerjasama ekonomi internasional itu ada apa saja, ya? Untuk tahu lebih jauh pengertian ekonomi internasional serta bentuk kerjasamanya, Sobat Pijar bisa simak pembahasannya di bawah ini, yuk!


Baca juga: Pengertian Manajemen, Unsur, Fungsi, dan Bidang-Bidangnya


Pengertian Kerjasama Ekonomi Internasional

Apa yang dimaksud dengan kerjasama ekonomi secara internasional? Dalam buku karya Henry Thompson (International Economics: Global Markets and International Competition tahun 2011, dijelaskan bahwa ekonomi internasional adalah suatu hal yang memberikan gambaran dan prediksi terkait produksi, perdagangan serta investasi di seluruh negara.


Sementara itu, menurut Oxley Summary, ekonomi internasional dapat dilihat dari dua segi yaitu:

  • Segi praktis yang menunjukkan bahwa ekonomi internasional mencakup seluruh kegiatan perekonomian antar negara, antar bangsa atau bahkan perseorangan dari negara yang berbeda.
  • Segi ilmiah yang menunjukkan bahwa ekonomi internasional merupakan cabang atau bagian dari ilmu ekonomi yang diaplikasikan pada kegiatan ekonomi antar bangsa atau antar negara.


Berdasarkan penjelasan kedua segi tersebut, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kerjasama ekonomi internasional adalah hubungan di bidang ekonomi yang saling menguntungkan karena bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, struktur kegiatan, serta kesejahteraan ekonomi suatu negara.


Kemudian, Boediono dalam buku Ekonomi Internasional (2020) menyebutkan bahwa dalam ekonomi internasional terdapat 3 jenis hubungan yang berbeda, yaitu pertukaran hasil, pertukaran sarana produksi, serta hubungan kredit yang menyangkut utang piutang.


Faktor Pendorong Kerjasama Ekonomi Internasional

Lantas, apa saja sih faktor-faktor yang mendorong terjadinya kerjasama ekonomi internasional? Kamu bisa tahu jawabannya di bawah ini, ikuti sampai akhir, yuk!


  • Perbedaan SDA (Sumber Daya Alam)

Perbedaan sumber daya alam di masing-masing negara membuat banyak negara saling bekerja sama, khususnya di bidang perdagangan. Sebagai contoh, Indonesia mengekspor minyak bumi, karet, dan lainnya karena belum memiliki kemampuan untuk mengolahnya.


  • Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri

Banyak negara di dunia yang belum mampu memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri sehingga harus mengimpor produk dari negara lain. Hal ini membuat masing-masing negara menjalin kerjasama internasional dengan negara lain yang bisa memenuhi kebutuhannya.

 

  • Meningkatkan Pendapatan Negara

Faktor lainnya yang mendorong munculnya kerjasama di bidang ekonomi internasional adalah keinginan untuk meningkatkan pendapatan negara. Dalam hal ini suatu negara bisa mendapatkan pemasukan dari ekspor maupun impor melalui pungutan pajak barang.

 

  • Memperluas Pasar Perdagangan

Kerjasama ekonomi internasional juga bisa terjadi karena adanya dorongan untuk memperluas pasar perdagangan ke negara lain. Hal ini sesuai pada teori bahwa produksi dalam skala besar dengan pasar yang sangat luas ke seluruh dunia bisa meningkatkan keuntungan.

 

  • Perbedaan dalam Penguasaan Teknologi

Perbedaan dalam penguasaan teknologi bisa mendorong terjadinya kerjasama ekonomi secara global. Dalam hal ini, negara yang teknologinya sudah maju bisa menjual produk teknologi dengan murah kepada negara lain yang penguasaan teknologinya masih rendah.

 

  • Meningkatkan Kualitas SDM

Faktor lainnya yang mendorong terjadinya kerjasama internasional di bidang ekonomi adalah adanya persaingan kualitas SDM di pasar tenaga kerja. Jadi diperlukan upaya kerjasama dengan negara lain agar kualitas SDM meningkat dan sejajar dengan negara lainnya.

 

  • Pasar Global

Pasar global membuat banyak negara tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Karena setiap produsen bisa lebih leluasa memasukkan atau mengeluarkan barang dari dan ke negara lain. Hal ini akan memaksa suatu negara untuk bekerja sama dengan negara lain.


Pengaruh Kerjasama Internasional terhadap Kehidupan Ekonomi Indonesia

Sebelumnya telah dijelaskan secara lengkap apa saja yang mendorong munculnya kerjasama ekonomi secara internasional. Nah, kali ini akan dibahas mengenai pengaruh kerjasama ekonomi internasional terhadap kehidupan ekonomi Indonesia. 


  • Memperluas Lapangan Kerja

Salah satu pengaruhnya berkaitan dengan lapangan kerja yang semakin luas. Dengan adanya kerjasama secara internasional yang mendatangkan investasi, maka hal ini akan berdampak pada terbukanya peluang kerja di dalam negeri sehingga angka pengangguran bisa menurun.

 

  • Kemajuan di Sektor Keuangan

Kerjasama internasional juga akan berdampak pada kemajuan di sektor keuangan. Hal ini terjadi karena kerjasama yang terjalin melibatkan lembaga keuangan, khususnya untuk memudahkan transaksi antar negara.

 

  • Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Kerjasama ekonomi perdagangan internasional yang terjalin akan turut berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin meningkat. Kondisi ini terjadi karena kegiatan ekspor semakin berkembang dan investasi asing yang masuk semakin tinggi.

 

  • Produktivitas Industri Meningkat

Dengan kegiatan ekspor yang semakin berkembang, maka hal itu akan membuat produktivitas industri mengalami peningkatan. Hal ini bisa terjadi karena permintaan pasar semakin luas dan mampu menjangkau berbagai wilayah di dunia secara global.

 

  • Persaingan Produk di Dalam Negeri

Adanya kerjasama internasional juga akan berpengaruh pada persaingan produk di dalam negeri. Pasalnya, berbagai produk dari luar bisa masuk dengan mudah ke Indonesia sehingga produk dalam negeri mengalami persaingan yang cukup ketat.


Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional

Kerjasama yang terjalin antara satu negara dengan negara lainnya di dunia terjadi setelah ada kesepakatan tertentu dengan tetap memegang prinsip saling menguntungkan dan keadilan. Kerjasama ini bertujuan untuk kepentingan tertentu, misalnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


Kerjasama ekonomi dalam skala internasional juga cakupannya lebih luas daripada perdagangan internasional. Karena tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi serta kegiatan ekonomi secara nasional.


Untuk memudahkan pemahaman, Sobat Pijar bisa mengetahui dari beberapa bentuknya. Adapun bentuknya seperti berikut:


Kerjasama Regional

Kerjasama regional bisa diartikan sebagai bentuk kerjasama dari negara-negara yang berada di wilayah atau kawasan tertentu. Kamu pasti sudah tidak asing kan dengan ASEAN, APEC, MEE dan AFTA? Nah, semua itu adalah contoh dari bentuk kerjasama regional.


Kerjasama Bilateral

Berbeda dari kerjasama regional, kerjasama bilateral merupakan bentuk kerjasama ekonomi yang hanya melibatkan dua negara saja. Contohnya adalah kerjasama antara Indonesia dan China, Indonesia dan Malaysia, Indonesia dan Arab Saudi, dan lain sebagainya.


Selain dua bentuk kerjasama di atas, ada pula kerjasama ekonomi multilateral yang melibatkan banyak negara tanpa ada batasan regional atau kawasan tertentu. Contohnya kerjasama antara Indonesia dengan banyak negara seperti Jepang, Perancis, Korea, Inggris dan lain sebagainya.


Ada juga kerjasama antar regional yang merupakan kerjasama ekonomi antara dua kelompok ekonomi regional. Seperti misalnya kerjasama antara MEE dengan ASEAN, MEE dengan APEC, dan lain-lain.


Bentuk Kerjasama Regional

Tadi sudah dijelaskan bahwa kerjasama regional merupakan bentuk hubungan kerjasama antar negara yang berada di kawasan tertentu. Agar lebih jelasnya, berikut beberapa contoh yang perlu kamu tahu mengenai kerjasama ekonomi internasional dalam bentuk kerjasama regional.


Masyarakat Ekonomi Eropa

Masyarakat Ekonomi Eropa atau sering disebut MEE, UE (Uni Eropa) merupakan organisasi yang terjalin antar pemerintahan di wilayah Eropa. Saat ini UE memiliki 28 negara anggota. Di Eropa sendiri tercatat ada 50 negara yang berdaulat, namun tidak semua masuk Uni Eropa.


Selain itu, mata uang yang berlaku di Eropa adalah Euro namun ternyata tidak semua negara di wilayah tersebut menggunakan Euro, lho. Contohnya Inggris yang sampai saat ini masih menggunakan Poundsterling serta Swedia yang masih setia dengan mata uang Krona.


UE sendiri dibentuk pada tahun 1957 oleh 6 negara, yaitu Perancis, Italia, Belanda, Belgia, Luksemburg, dan Jerman Barat melalui Perjanjian Roma. Adapun 28 negara anggota Uni Eropa antara lain adalah Inggris, Denmark, Yunani, Irlandia, Spanyol, Portugal dan Austria.


Selain itu, ada Finlandia, Republik Ceko, Swedia, Hungaria, Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia, Malta, Siprus, Slovakia, Slovenia, Bulgaria, Romania, dan Kroasia.


ASEAN

ASEN merupakan singkatan dari The Association of Southeast Asian Nations yang dibentuk di Bangkok, Thailand pada 8 Agustus 1967. Organisasi ini didirikan oleh 5 negara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.


Adapun negara lainnya yang kemudian bergabung adalah Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja.


ASEAN bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, mengkampanyekan perdamaian dan stabilitas regional serta kolaborasi yang aktif dalam berbagai bidang kerjasama antar negara.


Pada tahun 2015 dibentuk pula MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang menjadi tonggak utama dalam rangka integrasi ekonomi regional di tingkat ASEAN.


APEC

Asia-Pacific Economic Cooperation atau disingkat APEC merupakan bentuk kerjasama antara negara-negara yang berada di wilayah Samudera Pasifik. Organisasi ini berdiri pada tahun 1989 dan memiliki tujuan untuk membangun kerjasama di bidang ekonomi.


AFTA

AFTA merupakan singkatan dari Asean Free Trade Area yang merupakan bentuk kerjasama ekonomi dalam hubungan internasional di kawasan Asia Tenggara. Pembentukan AFTA akan membuat aktivitas ekonomi di ASEAN semakin meningkat dan tumbuh secara signifikan.


NAFTA

North American Free Trade Agreement (NAFTA) merupakan sebuah organisasi regional yang beranggotakan negara-negara di Amerika Utara. Organisasi perdagangan bebas ini didirikan pada tahun 1994 oleh Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.


Baca juga: Negara Maju dan Berkembang – Pengertian, Indikator, dan Persebarannya

______________________________________________________


Dapat Sobat Pijar pelajari bahwa kerjasama ekonomi internasional merupakan bentuk kerjasama antar negara di seluruh dunia. Mulai dari kerjasama bilateral, regional hingga multilateral dan antar regional. Dengan kerjasama ekonomi internasional ini, negara-negara yang terlibat dapat saling menguntungkan.


Belajar lebih banyak seputar kerjasama ekonomi internasional dan materi Ekonomi lainnya bersama Pijar Belajar! Mulai dari 10 ribu saja, kamu sudah bisa berlangganan Pijar Belajar dan mengakses seluruh latihan soal lengkap dengan pembahasannya.


Yuk, mulai berlangganan Pijar Belajar sekarang!

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image