Cara Membuat Proposal: Apa Itu, Fungsi, Tujuan, Unsur, Sistematika, Kaidah - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Cara Membuat Proposal: Apa Itu, Fungsi, Tujuan, Unsur, Sistematika, Kaidah

| 0 minute read
Cara Membuat Proposal: Apa Itu, Fungsi, Tujuan, Unsur, Sistematika, Kaidah image

Sebelum membuat acara atau event, Sobat Pijar tentunya harus menyusun proposal terlebih dahulu. Proposal merupakan rencana kegiatan yang dibuat secara tertulis dengan susunan yang sistematis. Lalu, bagaimana cara membuat proposal dan sistematikanya?


Penulisan proposal tentunya tidak bisa dilakukan sembarangan, ya. Hal ini dikarenakan menyangkut pada kepentingan perizinan atau persetujuan. Di dalam proposal yang dibuat, Sobat Pijar harus mencantumkan rincian kegiatan secara detail dan rencana anggaran yang dibutuhkan. 


Proposal sendiri terdiri dari beberapa jenis antara lain proposal penelitian, proposal bisnis, proposal kegiatan, proposal penelitian, dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui pengertian, unsur, dan fungsi proposal, mari simak ulasan berikut ini, yuk!


Baca juga: Metode Pengumpulan Data Berdasarkan Jenis-jenisnya


Apa Itu Proposal?

Proposal adalah salah satu jenis karya tulis untuk menjelaskan suatu rencana dan tujuan kegiatan kepada pembaca. Proposal ditulis secara jelas, sistematis, dan terperinci agar pembaca bisa memahami kegiatan yang ingin dilaksanakan beserta maksud dan tujuan pelaksanaannya.


Secara umum, proposal bisa diartikan sebagai karya tulis yang berisi rencana suatu kegiatan mulai dari rincian kegiatan hingga rencana anggaran yang dibutuhkan. Agar lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh pembaca, proposal harus ditulis dengan jelas dan terperinci. 


Fungsi dan Tujuan Proposal 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, proposal dibuat untuk tujuan tertentu. Dengan adanya proposal, orang lain akan memahami rencana kegiatan secara jelas dan rinci. Berikut ini fungsi dan tujuan penulisan proposal. 


Fungsi Proposal

Sebagai salah satu karya tulis yang bersifat resmi atau formal, proposal memiliki fungsi tertentu sesuai jenisnya. Kalau proposal yang dibuat merupakan proposal bisnis, maka fungsinya untuk menjalin kerjasama dengan partner bisnis atau perusahaan. Nah, berikut ini fungsi proposal. 


  • Bisa digunakan untuk mengajukan kerjasama bisnis kepada kolega atau perusahaan sasaran. 
  • Bisa digunakan untuk mengadakan sebuah event atau acara tertentu seperti seminar, workshop, pelatihan, perlombaan, dan acara lainnya. 
  • Bisa digunakan untuk mengajukan permohonan pendirian suatu bisnis atau usaha.
  • Bisa digunakan untuk melakukan pelelangan barang atau suatu proyek bisnis. 
  • Bisa digunakan untuk melakukan penelitian ilmiah seperti skripsi. 


Tujuan Proposal

Setelah Sobat Pijar memahami fungsi-fungsinya, pembuatan proposal ini memiliki tujuan atau maksud tertentu. Berikut ini beberapa tujuan dibuatnya proposal.


  • Untuk mendapatkan izin dan persetujuan pelaksanaan suatu kegiatan atau acara dari pihak yang bersangkutan. 
  • Untuk mendapatkan bantuan dari sponsor atau donatur. 
  • Untuk memperoleh dukungan dari pihak terkait dalam pelaksanaan kegiatan.
  • Untuk melaksanakan tender atau pelelangan terhadap suatu proyek.
  • Untuk memperoleh penawaran kerjasama bisnis dengan kolega atau perusahaan sasaran.


Unsur-unsur Proposal

Proposal secara umum memang berisi usulan atau rencana suatu kegiatan atau acara. Karena memiliki tujuan tertentu, cara membuat proposal yang baik harus memperhatikan unsur-unsur yang wajib dicantumkan. Berikut ini beberapa unsur yang wajib ada di dalam proposal.


  • Nama Kegiatan atau Judul Proposal
  • Latar Belakang 
  • Tujuan Kegiatan
  • Tema
  • Sasaran atau Peserta
  • Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan
  • Susunan Kepanitiaan
  • Rancangan Anggaran Dana
  • Penutup


Sistematika Penulisan Proposal

Dalam menulis sebuah proposal, ada struktur atau bagian yang harus diperhatikan agar proposal lebih terperinci dan sistematis. Meskipun terdiri dari banyak jenis, pada umumnya proposal memiliki sistematika yang hampir mirip. Berikut ini sistematika dalam penulisan proposal.


Latar Belakang

Latar belakang proposal berisi kejadian, peristiwa, atau keadaan yang melatarbelakangi pelaksanaan dari suatu penelitian atau kegiatan sesuai tujuan proposal tersebut ditulis. 


Rumusan Masalah dan Tujuan

Setelah latar belakang, bagian selanjutnya dalam proposal yaitu rumusan masalah dan tujuan. Bagi Sobat Pijar yang ingin menulis proposal, maka perlu menyebutkan permasalahan dan tujuan penulisan proposal secara jelas dan spesifik menggunakan bahasa yang persuasif. 


Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup pada proposal baik proposal kegiatan maupun proposal penelitian berisi batasan-batasan sehingga lebih terfokus dan terarah. 


Kerangka Teoritis dan Hipotesis

Cara membuat proposal dengan baik yaitu harus mencantumkan teori atau hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diangkat dalam proposal. Dengan mencantumkan kerangka teori dan hipotesis, pihak yang ditargetkan bisa memahami bobot permasalahan di dalam proposal.


Metode Penelitian

Cara membuat proposal penelitian untuk tugas akhir atau skripsi yang benar harus mencantumkan metode penelitian yang digunakan. Selain metode, kamu juga harus mencantumkan teknik pengumpulan data, analisis data, dan lain sebagainya. 


Metode yang digunakan juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan seperti metode deskriptif, metode eksperimental, metode historis, dan lain sebagainya. Sementara itu, untuk teknik pengumpulan data bisa menggunakan teknik kuisioner, observasi, wawancara, dan lain sebagainya. 


Dengan mencantumkan metode dan teknik dalam mengumpulkan data penelitian, maka kegiatan yang sudah direncanakan di dalam proposal bisa dinilai secara objektif oleh pihak yang menerima proposal tersebut. 


Daftar Personalia (Pelaksana Kegiatan)

Pada bagian ini, Sobat Pijar harus menuliskan daftar pelaksana kegiatan lengkap dengan pendidikan dan skill yang mereka kuasai. Misalnya, kamu ingin membuat proposal kegiatan kerja bakti desa, maka pada bagian ini bisa dituliskan susunan kepanitiaan sekaligus penanggung jawabnya. 


Waktu Kegiatan

Dalam penulisan proposal penelitian atau kegiatan, maka perlu dicantumkan lama waktu kegiatan tersebut dilaksanakan dari awal hingga selesai. Jika kegiatan atau penelitian yang akan dilaksanakan terdiri dari beberapa tahapan, maka kamu perlu mencantumkan rincian waktunya. 


Jadwal Kegiatan

Bagi kamu yang ingin membuat proposal kegiatan, maka perlu menuliskan jadwal kegiatan yang ingin dilaksanakan. Jadwal kegiatan ini berguna untuk mengatur pembagian waktu secara tepat sehingga bisa terlaksana sesuai rencana dan menghindari kegiatan lain yang bertabrakan waktunya. 


Anggaran Dana

Dalam pembuatan proposal kegiatan, rincian anggaran dana menjadi hal penting yang tidak boleh dilewatkan. Rincian anggaran ini harus disusun dengan baik dan benar agar pihak yang ditargetkan atau penerima usul bisa yakin untuk menyetujuinya. 


Rincian anggaran dana ini wajib mencantumkan alat perlengkapan yang dibutuhkan, biaya umum, upah, dan dana lainnya. 


Baca juga: Cara Membuat Makalah dan Susunan Makalah yang Benar


Fasilitas

Dalam proposal penelitian maupun proposal kegiatan wajib dicantumkan fasilitas yang disediakan. Untuk beberapa pihak, ketersediaan fasilitas dalam pelaksanaan kegiatan atau penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi mereka. 


Dengan disediakannya fasilitas tertentu, pihak yang ditargetkan atau penerima proposal tentunya akan lebih tertarik dan mudah untuk menyetujuinya. 


Untung dan Rugi

Bagian keuntungan dan kerugian dalam proposal penelitian maupun proposal kegiatan bisa membantu menyakinkan pihak penerima proposal. Dengan begitu, mereka bisa memberikan persetujuan terkait anggaran dana yang dikeluarkan melalui pertimbangan untung dan ruginya.


Daftar Pustaka

Bagian daftar pustaka ini memang bersifat opsional sehingga bisa dicantumkan atau tidak sesuai kebutuhan. Namun, agar lebih kredibel dan valid, Sobat Pijar sebaiknya mencantumkan daftar pustaka. 


Kaidah Kebahasaan Proposal 

Selain memahami sistematikanya, cara membuat proposal kegiatan atau proposal penelitian yang benar juga harus memperhatikan kaidah kebahasaan yang digunakan. Berikut ini kaidah kebahasaan yang digunakan dalam penulisan proposal. 


Pernyataan Persuasif

Karena bertujuan untuk membujuk atau merayu target, kaidah kebahasaan yang digunakan di dalam proposal menggunakan pernyataan yang bersifat persuasif. Dengan begitu, target atau penerima usul akan bersedia menyetujui permohonan yang dicantumkan di dalam proposal.


Pernyataan Argumentatif

Selain menggunakan pernyataan persuasif, penulisan proposal juga menggunakan pernyataan argumentatif. Pernyataan argumentatif ini berupa penggunaan konjungsi atau kata hubung kausalitas seperti kata karena, sebab, oleh karena itu, dan lain sebagainya.


Kata Denotatif

Dalam penulisan proposal, Sobat Pijar wajib menggunakan kata denotatif atau kata-kata yang memiliki makna lugas atau makna sebenarnya. Penggunaan kata denotatif ini bertujuan untuk menghindari adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak, baik pengusul maupun penerima usul.


Kata-kata Teknis

Karena bersifat formal, penulisan proposal menggunakan kata-kata teknis atau istilah-istilah ilmiah yang berkaitan dengan bidang kegiatan tersebut. 


Kata Kerja Tindakan

Kata kerja tindakan digunakan dalam penulisan proposal untuk menyatakan metode penelitian atau langkah-langkah kegiatan. Contoh kata kerja tindakan antara lain kata mengamati, mendokumentasikan, membuat, berlatih, dan lain sebagainya. 


Kata Pendefinisian

Kata pendefinisian juga digunakan di dalam proposal penelitian maupun proposal kegiatan untuk menyatakan pendefinisian seperti kata adalah, merupakan, yaitu, atau yakni. 


Kata Perincian

Kata-kata perincian untuk menyatakan perincian juga digunakan dalam penulisan proposal seperti kata pertama, kedua, setelah itu, selanjutnya, selain itu, dan lain sebagainya. 


Kata Keakanan

Kata keakanan merupakan kata-kata yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau waktu yang akan datang seperti kata akan, diperkirakan, direncanakan, diharapkan, dan lain sebagainya. 


Jenis-jenis Proposal

Dalam menyusun sebuah proposal, Sobat Pijar harus memahami jenis proposal apa yang ingin dibuat. Proposal bisa dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut ini. 


Proposal Penelitian

Proposal penelitian merupakan salah satu jenis proposal yang paling sering digunakan dalam dunia akademis seperti makalah, skripsi, tugas akhir, dan penelitian lainnya. Jenis proposal satu ini digunakan untuk menyampaikan dan menginformasikan kegiatan penelitian yang akan dilakukan.


Proposal Kegiatan

Proposal kegiatan merupakan jenis proposal yang dibuat untuk menyampaikan rencana kegiatan baik kegiatan yang bersifat pribadi maupun umum seperti perayaan hari jadi, pentas seni, perlombaan, dan kegiatan lainnya. 


Proposal Bisnis

Sesuai dengan namanya, proposal bisnis berkaitan dengan perusahaan atau bidang usaha tertentu. Proposal bisnis ini biasanya dibuat untuk kebutuhan kerjasama, permohonan izin mendirikan badan usaha, dan keperluan bisnis lainnya. 


Proposal Proyek

Proposal proyek dibuat untuk kebutuhan kerjasama di lingkungan kerja yang berisi rangkaian rencana bisnis seperti proposal proyek pembangunan atau konstruksi. 


Baca juga: Struktur Teks Negosiasi beserta Ciri, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya


Cara Membuat Proposal yang Baik dan Benar

Setelah memahami mengenai unsur, sistematika, dan kaidah kebahasaan yang digunakan, Sobat Pijar pastinya sudah lebih paham cara membuat proposal yang tepat, kan? Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat proposal. 


Susunan Lengkap 

Dalam membuat proposal, pastikan untuk menyusunnya dengan benar dan lengkap mulai dari latar belakang hingga daftar pustaka.


Tulis dengan Jelas

Dalam membuat dan menyusun proposal baik proposal kegiatan maupun penelitian, pastikan untuk menuliskannya secara jelas. Perhatikan pula kaidah kebahasaan dan kosakata yang digunakan agar lebih dipahami oleh pihak penerima proposal. 


Penyajian yang Menarik

Selain memperhatikan konteks, Sobat Pijar juga harus memperhatikan teknik penyajian dalam penulisan proposal seperti tata letak, pemilihan jenis huruf, ukuran huruf, dan ilustrasi agar terkesan lebih menarik.


____________________________________________________________


Cara membuat proposal secara umum memang terbilang mudah apabila Sobat Pijar memahami unsur, sistematika, dan kaidah kebahasaan yang digunakan. Agar pihak penerima usul lebih yakin dan menyetujui usulan yang diajukan, maka gunakan bahasa persuasif dalam penulisan proposal.


Begitulah cara membuat proposal yang bisa kamu coba. Yuk, pelajari lebih banyak tentang cara membuat proposal beserta materi Bahasa Indonesia lainnya bersama Pijar Belajar. Semua latihan soal dan video pembahasan Pijar Belajar ini bisa kamu akses mulai dari 10 ribu saja.


Yuk, download Pijar Belajar sekarang!

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image