Struktur Teks Negosiasi beserta Ciri, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Struktur Teks Negosiasi beserta Ciri, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya

| 0 minute read
Struktur Teks Negosiasi beserta Ciri, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya image

Jika kamu ingin membeli sesuatu tapi perlu izin orangtua, biasanya apa, sih, yang akan kamu lakukan? Apakah dengan berjanji akan membantu mama di rumah? Atau coba membujuk dengan membuatkan surat? Nah, tahukah kamu, cara membujuk dan tawar menawar untuk mendapatkan kesepakatan bersama ini dapat disebut dengan negosiasi.


Proses negosiasi ini tanpa kita sadari sering kita jumpai, lho, misalnya pada saat menawar harga di pasar, pembagian tugas dalam kelompok belajar, hingga saat kita memutuskan ingin bermain apa dengan teman.


Tidak hanya dalam keseharian, negosiasi juga kerap dijumpai dalam ranah profesional, misalnya dalam kesepakatan kerjasama perusahaan, perjanjian bisnis, dan sebagainya. Nah, kamu pun juga bisa memahami bentuk negosiasi dengan melihat teks negosiasi, lho.


Apa itu teks negosiasi dan bagaimana struktur teks negosiasi itu? Simak penjelasan berikut ini, ya!


Apa Itu Teks Negosiasi?


Untuk sama-sama memahami apa itu teks negosiasi, ada baiknya kita sama-sama memahami terlebih dahulu pengertian dari negosiasi itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak lainnya.


Berdasarkan definisi tersebut, dapat diartikan bahwa teks negosiasi adalah teks yang berisi percakapan antar pihak yang tengah berunding atau tawar menawar untuk mendapatkan kesepakatan bersama.


Teks negosiasi adalah sendiri umumnya berbentuk dialog atau percakapan yang melibatkan kegiatan tawar menawar di dalamnya. Dengan teks negosiasi, kamu lebih mendapatkan gambaran jelas mengenai negosiasi yang terjadi.


Baca juga: Pengertian Debat beserta Struktur, Unsur, dan Jenisnya


Struktur Teks Negosiasi

Menulis teks negosiasi sendiri tidak bisa sembarangan, lho. Terdapat standar alur atau struktur dalam teks negosiasi yang perlu kamu pahami. Struktur teks negosiasi ini berfungsi untuk memudahkan kita dalam memahami negosiasi itu sendiri. Nah, kira-kira seperti apa, ya, struktur teks negosiasi itu? Catat, ya!


1. Orientasi

Struktur teks negosiasi yang pertama adalah orientasi. Bagian orientasi ini berikan salam pembuka dan pemaparan topik atau masalah yang ingin dinegosiasikan kepada pihak yang bersangkutan.


Contoh orientasi dalam teks negosiasi sebagai berikut:

Penjual : Selamat pagi Bu Heri, Wah sudah belanja macam-macam, ya?

Bu Heri : Iya pak. Nanti sore akan ada arisan. Jadi, hari ini rencananya masak agak lebih banyak dibandingkan biasanya.

Penjual : Oohh. Ini kebetulan dagingnya segar-segar Bu. Baru sampai subuh tadi, belum kena freezer. Ibu Heri mau daging apa? Kambing apa sapi?


2. Pengajuan

Setelah memaparkan topik yang ingin dinegosiasikan, struktur teks negosiasi selanjutnya adalah pengajuan. Pada bagian pengajuan, pihak pertama memberikan pernyataan dan meminta pihak kedua menanggapi tuntutannya.


Contoh pengajuan dalam teks negosiasi sebagai berikut:

Bu Heri : Sapi sajalah Pak. Tidak berani makan daging kambing. Suami saya sedang naik tensinya, bisa gawat kalau makan daging kambing.

Penjual : Nah, ini! Ibu, silakan pilih, mau bagian mana? paha atau iga?

Bu Heri : Kalau paha sekilonya berapa pak?

Penjual : Masih sama bu seperti kemarin, 110 ribu, Bu.

Bu Heri : Kalau iga?

Penjual : Buat Bu Heri, saya berikan diskon saja, 105 ribu untuk 1 kg iga


3. Penawaran

Kemudian, struktur teks negosiasi selanjutnya adalah penawaran. Bagian penawaran ini berisikan pernyataan pihak kedua untuk melakukan tawar menawar atau berargumen untuk mendapatkan kesepakatan.


Contoh penawaran dalam teks negosiasi sebagai berikut:

Bu Heri : Kalau begitu saya ambil daging bagian paha 1 kg, iga ½ kg, tetapi harganya boleh kurang, ya? Kan, saya sudah beli banyak.

Penjual : Ya, sudah, khusus untuk Ibu, semuanya saya berikan harga 210 ribu saja.

Bu Heri : Terima kasih, Pak. Bonus tulang, juga, Pak. saya hendak membuat kaldu.



4. Kesepakatan

Struktur teks negosiasi terakhir adalah kesepakatan. Pada bagian kesepakatan, kedua belah pihak yang bernegosiasi telah mendapatkan keputusan akhir dari tawar-menawar tersebut.


Contoh kesepakatan dalam teks negosiasi sebagai berikut:

Penjual : Siap Bu Heri. Pokoknya beres.

(penjual daging itu mulai menyiapkan pesanan Bu Heri)

Bu Heri : Terima kasih pak.


Baca juga: 8 Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Masuk Sekolah


Ciri Kebahasaan Teks Negosiasi

Selain memahami apa itu teks negosiasi dan bagaimana struktur teks negosiasi itu, kita juga perlu memahami seperti apa ciri-ciri teks negosiasi itu sendiri. Ciri-ciri teks negosiasi ini digunakan untuk membedakan teks negosiasi dengan teks lainnya. Adapun, ciri-ciri teks negosiasi adalah sebagai berikut.


  • Memiliki partisipan, hal yang membedakan teks negosiasi dengan teks lainnya adalah adanya partisipan. Teks negosiasi dapat terbentuk jika ada dua pihak atau lebih yang saling tawar-menawar untuk menghasilkan kesepakatan bersama.
  • Memprioritaskan kepentingan bersama, walaupun negosiasi ditujukan untuk mendapatkan keuntungan, pihak-pihak yang bernegosiasi perlu mengutamakan kepentingan bersama. Dengan begitu, tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
  • Kesepakatan yang dihasilkan menguntungkan kedua pihak, jika kesepakatan yang didapatkan hanya menguntungkan satu pihak, kesepakatan tersebut dapat berujung pada permasalahan baru, seperti kerugian dan sebagainya.
  • Mengarah pada tujuan praktis, tujuan negosiasi sendiri adalah untuk mendapatkan kesepakatan yang saling menguntungkan. Untuk itu, tujuan tersebut harus dipertahankan selama negosiasi berlangsung.
  • Kesepakatan dihasilkan dengan mencari jalan tengah, salah satu cara bernegosiasi adalah dengan mencari jalan tengah, yaitu yang menguntungkan kedua belah pihak.


Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi

Hal lainnya yang perlu kamu pahami mengenai teks negosiasi adalah kaidah kebahasaan. Kaidah kebahasaan merupakan gaya bahasa yang umumnya digunakan dalam sebuah teks.


Dengan memahami kaidah kebahasaan, teks yang kamu buat atau baca menjadi lebih mudah dipahami dan sesuai dengan tujuannya. Berikut adalah kaidah kebahasaan teks negosiasi yang perlu kamu tahu.


  • Bahasa persuasif, merupakan suatu bahasa yang digunakan untuk membujuk atau menarik perhatian. Seperti pada sebuah kalimat "Bagus itu, Mi. Sangat pantas baju itu untuk dipakai ke acara formal maupun non formal".
  • Kalimat Deklaratif, merupakan kalimat yang disampaikan dalam bentuk isi pernyataan, yang berfungsi untuk memberikan informasi maupun berita.
  • Kesantunan Bahasa, bahasa yang digunakan tidak menyinggung SARA ataupun melanggar sopan santun.
  • Menggunakan Konjungsi, artinya menggunakan kata penghubung di dalam teks negosiasi tersebut, contoh: begitu, walaupun, meskipun, dan lainnya.
  • Kalimat Efektif, artinya suatu kalimat yang padat, singkat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat.
  • Berisi Pasangan Tuturan, artinya sebuah kalimat yang diutarakan oleh seseorang untuk menyampaikan maksud tertentu.
  • Bersifat Memerintah dan Memenuhi Perintah, artinya bahasa yang digunakan dalam teks negosiasi bersifat persuasif untuk mendorong pihak yang bersangkutan dalam membuat keputusan bersama.
  • Menggunakan Pronomina Persona, kata pronomina atau kata ganti merupakan suatu jenis kata yang menggantikan nomina maupun frasa nomina. Contoh: saya, kamu, dan anda.
  • Kalimat Langsung, artinya kalimat yang menirukan ucapan orang lain.
  • Menggunakan Kalimat Kontras, artinya menggunakan suatu kalimat perbandingan didalamnya.


Contoh Teks Negosiasi


Bagaimana? Apakah kamu sudah mulai terbayang seperti apa teks negosiasi itu? Jika belum, tak perlu khawatir. Berikut adalah contoh teks negosiasi yang bisa kamu pahami.


(Contoh diambil dari www.freedomsiana.id/)

Orientasi:

A : “Selamat pagi. Terima kasih atas kedatangan Ibu di perusahaan kami.”

B : ” Selamat Pagi. Perusahaan kami pun sangat berharap banyak dengan niat kerja sama dengan perusahaan Bapak ini.”

A : “Kami pun mengharapkan hal itu. Silahkan Bu.”


Pengajuan:

B : “Perusahaan kami tertarik untuk membeli 20 komputer berikut perlengkapannya. Sebelumnya kami ingin mengetahui berapa harga yang diajukan oleh perusahaan Bapak?”

A : “Perusahaan kami sangat senang dengan apresiasi dari perusahaan Ibu atas penawaran yang diberikan oleh perusahaan kami. Mengingat bahwa perusahaan kami dan perusahaan Ibu telah lama menjalin kerja sama, tentu kami akan menawarkan harga yang menarik. Kualitas barang yang kami tawarkan pun bukan kelas bawah. Kami selalu menerapkan filosofi pembeli adalah raja, dan raja harus diberikan yang terbaik. Perusahaan kami menawarkan harga untuk 20 komputer tersebut beserta perlengkapannya dengan harga Rp. 85.000.000. Kami pun memberikan bonus berupa 2 pasang meja kursi komputer jika perusahaan Ibu berkenan dengan harga yang kami tawarkan.”


Penawaran:

B : “Perusahaan kami sangat tertarik dengan harga yang Bapak tawarkan. Mengingat bahwa perusahaan kami dan perusahaan Bapak telah bekerja sama, kami bermaksud untuk mengajukan permintaan harga Rp. 65.000.000. Harga yang kami minta adalah harga yang pas untuk diajukan kepada perusahaan sebesar perusahaan Bapak.”

A : “Seperti yang Ibu ketahui, perusahaan kami tidak pernah menjual barang rendah kualitas. Harga kami sesuaikan dengan kualitas barang.”

B : “Perusahaan kami sangat memahami hal tersebut. Potongan harga yang kami inginkan anggaplah sebagai sebagai sarana untuk mempererat kerja sama dan saling menguntungkan.”

A : “Perusahaan kami bisa memberikan penunjang lain untuk perlengkapan komputer di perusahaan Ibu. Adaptor misalnya.”

B : “Kami tertarik dengan penawaran Bapak. Kami menjatuhkan harga Rp. 75.000.000 untuk 20 komputer, 2 pasang meja kursi, dan 20 adaptor untuk komputer yang ingin kami beli.

A : “Harga tersebut masih kurang sesuai dengan kualitas barang dan apa yang kami berikan. Kualitas barang kami selalu kami kedepankan.”

B : “Kami rasa harga tersebut sudah sangat sesuai dengan apa yang perusahaan Bapak berikan.”

A : “Ibu bisa membandingkan harga dari perusahaan penyedia perlengkapan kantor lain. Perusahaan kami selalu yang terbaik. Perusahaan kami dan perusahaan Ibu telah bekerja sama dalam waktu yang lama. Melihat hal tersebut harga Rp. 80.000.000 akan bisa mempererat kerja sama tersebut.


Kesepakatan:

B : “Kami setuju dengan harga tersebut. Kami berterima kasih atas kerjasamanya. Semoga ini bisa mempererat kerja sama perusahaan kami dan perusahaan Bapak.”

A : “Terima kasih atas kerjasamanya. Terima kasih telah mempercayai perusahaan kami. Barang akan segera kami sediakan dan kirimkan.


Baca juga: 10 Bahasa yang Paling Banyak Digunakan di Dunia. Bahasa Indonesia juga Termasuk?


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Nah, itu dia teman-teman penjelasan mengenai struktur teks negosiasi, pengertian, ciri-ciri teks negosiasi, dan juga contoh teks negosiasi itu sendiri. Semoga penjelasan di atas bisa membantu kamu lebih memahami teks negosiasi, ya!


Tapi, jika kamu merasa ingin mengetahui lebih banyak mengenai apa itu teks negosiasi, Pijar Belajar menyediakan banyak latihan soal yang bisa kamu kerjakan, lho. Yuk, coba pakai Pijar Belajar



Referensi:

Teks Negosiasi Bahasa Indonesia Paket C Setara SMA, Sri Satata, https://emodul.kemdikbud.go.id/C-BId-4/files/basic-html/page31.html, 2018.

Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia Kelas X, Kemendikbud Direktorat SMA & Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN, http://repositori.kemdikbud.go.id/21723/1/X_Bahasa-Indonesia_KD-3.12_FINAL.pdf, 2020.

Contoh Teks Negosiasi Kerjasama Antar Perusahaan, Mas Pur, https://www.freedomsiana.id/contoh-teks-negosiasi-kerjasama-antar-perusahaan/, 2018.

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image