Apa Tujuan Koperasi Sekolah dan Bagaimana Cara Mendirikannya? - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Apa Tujuan Koperasi Sekolah dan Bagaimana Cara Mendirikannya?

| 0 minute read
Apa Tujuan Koperasi Sekolah dan Bagaimana Cara Mendirikannya?  image

Hampir setiap sekolah pasti memiliki koperasi. Keberadaan koperasi sekolah ini bukan semata-mata untuk mencari keuntungan saja, lho. Kalau ditelaah lebih jauh, ternyata ada banyak manfaat yang didapatkan lewat adanya koperasi di sekolah. 


Selain itu, pembentukan koperasi juga tidak sesederhana kelihatannya. Ada proses yang harus dilalui sebelum koperasi resmi berdiri. Selain itu, ada juga kesepakatan yang harus disetujui oleh pihak sekolah dan pihak pengelola. 

 

Baca juga: Jenis-Jenis Lembaga Jasa Keuangan di Indonesia dan Manfaatnya

 

Apa Itu Koperasi Sekolah? 

 

Sebelum membahas lebih jauh mengenai koperasi di sekolah, kamu harus tahu dulu pengertian koperasi sekolah


Secara sederhana, koperasi sekolah adalah suatu organisasi yang terdiri dari siswa, guru, dan karyawan sekolah. Namun, keberadaan koperasi ini memiliki tujuan yang lebih jauh. Yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar sekolah. 


Karena berada di sekolah, maka koperasi ini menyediakan berbagai kebutuhan yang mungkin dicari oleh siswa dan karyawan. Baik dalam bentuk jasa atau produk seperti makanan, minuman, ATK, atau pun barang dan peralatan lainnya. 


Di beberapa sekolah, pengelolaan koperasi bisa melibatkan siswa, guru, atau karyawan lainnya. Sehingga, kamu bisa mengajukan diri untuk terlibat dalam pengelolaan koperasi. Dengan terlibat langsung, kamu bisa belajar tentang berbagai hal seputar koperasi, bisnis, dan kewirausahaan. 

 

Tujuan Koperasi Sekolah 

Keberadaan koperasi di sekolah tentu saja tidak sekedar sebagai tempat jual beli saja. Keberadaan koperasi ini juga menjadi sarana pembelajaran, khususnya bagi siswa. Selain itu, ada banyak tujuan koperasi sekolah lainnya yang bisa kamu manfaatkan, misalnya: 


1. Latihan Berkoperasi untuk Siswa 

Salah satu tujuan utama didirikannya koperasi sekolah adalah untuk belajar mengelola keuangan secara bijak dan profesional serta belajar mengelola dana yang ada. Dengan terlibat dalam proses bisnis koperasi, Sobat Pijar akan belajar cara menentukan prioritas pengeluaran serta memanfaatkan dana untuk kepentingan bersama. 


2. Menanamkan Tanggung Jawab dan Disiplin 

Tidak hanya itu, koperasi sekolah juga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepedulian kamu dan guru terhadap sekolah. Dengan terlibat langsung dalam pengelolaan koperasi, kamu akan belajar bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan lebih disiplin. 


3. Memelihara Hubungan Baik Antar Anggota 

Salah satu kunci penting dalam mengurus koperasi adalah hubungan yang baik antar anggota. Dengan bekerja sama secara profesional, kamu akan belajar membina hubungan dan bersikap baik pada orang lain. Jika timbul masalah, kamu juga akan berlatih untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin. 


4. Menumbuhkan Jiwa Demokrasi 

Setiap keputusan dalam koperasi biasanya dilakukan melalui musyawarah. Semua orang yang terlibat dalam manajemen koperasi memiliki hak bicara yang sama. Sehingga, kamu bisa berlatih percaya diri sekaligus menumbuhkan jiwa demokrasi.   


5. Penyediaan Kebutuhan ATK Sekolah 

Koperasi sekolah menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan alat-alat sekolah dan menyediakan berbagai kebutuhan bagi kamu di lingkungan sekolah, seperti jasa fotokopi dan pencetakan, juga jasa penitipan barang di sekolah.  


6. Sarana Penerapan Prinsip Ekonomi 

Koperasi sekolah dapat menjadi sumber pendapatan bagi kamu, terutama bagi kamu yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Selain itu, koperasi juga dapat membantu kamu untuk belajar tentang keuangan, manajemen, dan prinsip-prinsip ekonomi dasar. Dengan demikian, koperasi sekolah dapat membantu kamu untuk mempersiapkan diri untuk hidup mandiri di masa depan. 

 

Cara Mendirikan Koperasi Sekolah 

Pendirian koperasi sekolah perlu melalui beberapa tahapan, mulai dari tahap persiapan, tahap pembentukan, hingga tahap pengesahan. Agar lebih jelas, berikut ini adalah tahapan yang harus dilalui sebelum koperasi resmi dibentuk: 


Tahap Persiapan 

Pada tahap persiapan, seluruh pihak yang terlibat perlu melakukan rapat terlebih dahulu. Umumnya, rapat pembentukan koperasi harus dihadiri oleh kepala sekolah, guru, dan murid. Melalui rapat ini, akan ditunjuk nama-nama yang akan menjadi panitia persiapan pembentukan koperasi. 


Nantinya, panitia pembentukan koperasi akan menentukan waktu rapat pembentukan koperasi, membuat rancangan AD/ART, membuat rancangan program, mempersiapkan sistem pemilihan tim pengurus koperasi, dan menyiapkan berkas administrasi rapat. Termasuk undangan, daftar hadir, notulen, tata tertib, dan akta pendirian koperasi. 


Tahap Pembentukan 

Setelah semua persiapan beres, maka tahap pembentukan koperasi sekolah dimulai melalui rapat pembentukan. Rapat pembentukan ini akan dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, perwakilan siswa minimal 20 orang, pejabat kantor koperasi, dan perwakilan orang tua siswa. 


Dalam rapat ini akan dibahas mengenai pembentukan koperasi di sekolah, pemilihan tim pengurus dan pengawas koperasi, penetapan AD/ART koperasi, penetapan jenis usaha koperasi sekolah, dan penetapan mengenai rencana kerja dan rencana anggaran. 


Tahap Pengesahan 

Tahap ini adalah tahap terakhir dari proses pembentukan koperasi sekolah. Tahap pengesahan ini dilakukan dengan melakukan pengajuan pengesahan ke kantor koperasi setempat. Untuk itu, dokumen persyaratan harus sudah lengkap agar proses bisa berjalan lancar. 


Ada 3 dokumen yang harus dilampirkan pada tahap ini. Pertama, dokumen pengajuan pengesahan ini mencakup AD/ART koperasi yang berisi visi, misi, tujuan, dan struktur organisasi koperasi. 


Dokumen AD/ART yang dimaksud adalah dokumen salinan rangkap tiga serta dokumen asli dan bermaterai. Kedua, dokumen berita acara pembentukan koperasi. Lalu, terakhir dokumen neraca awal koperasi. 

 

Pengelolaan Koperasi Sekolah 

Pengelolaan koperasi dilakukan oleh tim pengelola koperasi yang terdiri dari siswa yang memiliki minat dan kompetensi yang sesuai. Nantinya, tim pengelola ini bertanggung jawab atas pengelolaan koperasi. Termasuk melakukan pengambilan keputusan yang sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi. 


Dalam pengelolaannya, koperasi sekolah harus bisa menjalankan kegiatan secara transparan dan akuntabel. Serta memperhatikan hak dan kepentingan para anggota koperasi lainnya. 



 


Bidang-Bidang Dalam Koperasi Sekolah 

Agar dapat menjalankan tugas dengan baik, pengelola koperasi terbagi menjadi beberapa bidang, diantaranya: 


1. Bidang Keanggotaan  

Bidang keanggotaan bertanggung jawab dalam menentukan persyaratan dan cara pendaftaran calon anggota koperasi, menentukan persyaratan akhir masa keanggotaan, serta mengelola hak dan kewajiban anggota koperasi. 


Hak anggota yang dimaksud bisa berupa hak suara dalam rapat anggota, hak mendapatkan manfaat koperasi sekolah, serta hak mendapatkan pelayanan yang layak. Kemudian, kewajiban yang dimaksud dapat mencakup kewajiban membayar iuran, kewajiban mematuhi prinsip-prinsip koperasi, serta kewajiban memenuhi kewajiban lain yang ditetapkan. 


2. Bidang Organisasi  

Bidang organisasi bertanggung jawab dalam menyusun struktur organisasi koperasi sekolah, menentukan tata tertib koperasi, menentukan jadwal kegiatan koperasi, melakukan pengawasan dan evaluasi, melakukan pengembangan organisasi, dan lain-lain. 


Bidang organisasi juga memiliki peran dalam menentukan jadwal rapat, jadwal kegiatan aman, dan jadwal pelaksanaan kegiatan lainnya yang diadakan oleh koperasi. Selain itu, bidang ini juga memiliki peran dalam pengembangan produk atau jasa yang dijual di koperasi hingga perluasan jaringan dan peningkatan kualitas pelayanan. 


3. Bidang Administrasi  

Tanggung jawab bidang administrasi mencakup menyusun dan menjalankan anggaran koperasi sekolah, melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan secara akurat dan teratur, menjalankan sistem pembayaran dan penagihan iuran, menjalankan sistem penjualan produk dan jasa, mengelola aset koperasi, dan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap administrasi koperasi. 


4. Bidang Permodalan  

Bidang permodalan memiliki tanggung jawab untuk menyusun dan menjalankan rencana permodalan dalam periode tertentu, melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan koperasi, mengelola sumber dana koperasi, serta mengelola dana koperasi dengan bijak. 


5. Bidang Pembinaan  

Bidang pembinaan koperasi sekolah memiliki ruang lingkup tanggung jawab seputar menyusun dan menjalankan program pembinaan, melakukan pembinaan terhadap anggota koperasi, serta melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pembinaan koperasi sekolah. 


Dengan adanya bidang pembinaan, setiap anggota koperasi memiliki kesempatan untuk bisa meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang sesuai dengan kegiatan perkoperasian. 

 

Baca juga: Pendapatan Nasional : Konsep dan Metode Perhitungannya

_________________________________________________________________

 

Nah, itu dia Sobat Pijar beberapa hal mengenai koperasi sekolah, mulai dari tujuan, cara mendirikan, pengelolaan, dan bidang-bidang yang ada di dalamnya. Meski terkesan sederhana, koperasi sekolah memiliki banyak peran dalam proses pembelajaran siswa, baik untuk siswa yang terlibat langsung maupun siswa lainnya secara umum.


Ingin tahu lebih banyak seputar koperasi dan materi ekonomi lainnya? Tenang saja, Pijar Belajar punya banyak, kok, untuk kamu. Dengan Pijar Belajar, kamu bisa mengakses banyak latihan soal serta video pembahasannya dengan mudah kapanpun dan dimanapun. 


Tunggu apa lagi? Yuk, download Pijar Belajar sekarang!

 

 

Referensi 

Badan Usaha dalam Perekonomian Indonesia, Ekonomi Kelas X – Anna Monalita de Fretes, S.Pd, M.Pd. - https://repositori.kemdikbud.go.id/19924/1/Kelas%20X_Ekonomi_KD%203.8.pdf - 2020 

Perkoperasian - Arie Kurniawan - https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Perkoperasian/menu9.html - 2016 

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image