5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Penjelasannya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Penjelasannya

| 0 minute read
5 Teori Pembentukan Tata Surya dan Penjelasannya image

Tahukah kamu bahwa ada banyak fakta menarik mengenai alam semesta yang perlu dipelajari? Salah satunya adalah sejarah terbentuknya bumi. Bumi terbentuk dari proses yang panjang dan bersifat dinamis, lho. Awal mula pembentukan bumi ini tidak terlepas dari teori pembentukan tata surya.


Sobat Pijar pasti penasaran bagaimana bumi ini terbentuk, bukan? Bumi sendiri adalah anggota dari tata surya yang berpusat pada matahari. Ada yang tahu nggak apa itu tata surya? Tata surya adalah satu dari jutaan bintang yang termasuk dalam satu objek jagat raya yang disebut dengan galaksi.


Nah, teori pembentukan tata surya ini banyak dikemukakan oleh para ahli, lho. Berbagai pendapat soal terbentuknya tata surya ini muncul karena pada masa itu belum ada teknologi yang bisa melihat tata surya kita. Ada 5 teori pembentukkan tata surya yang terkenal. Seperti apa, ya, teori tersebut? Yuk, cari tahu informasinya di sini!


Baca juga: Urutan Planet Tata Surya beserta Cirinya


5 Teori Pembentukkan Tata Surya


Teori Pasang Surut Gas

Teori pertama yang akan kita bahas adalah tentang teori pembentukan tata surya pasang surut gas. Teori ini diperkenalkan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918. Menurut teori ini, matahari sudah terbentuk.


Kemudian, ada sebuah bintang lain yang berukuran besar mendekati matahari atau bersinggungan bintang yang mendekat ke matahari ini akan membuat pasang surut di matahari. Akibatnya, keluarlah filamen atau bagian tubuh matahari karena gaya tarik dari bintang tersebut.


Gaya tarik bintang ini cukup besar karena ukurannya yang besar pula sehingga terbentuklah gelombang yang menyerupai cerutu. Cerutu memanjang menjauhi matahari dan mendekati bintang tersebut karena gaya tarik dari bintang.


Bintang yang menjauh dari matahari membuat cerutu ini mencapai ketinggian yang luar biasa dan mengalami perapatan gas. Lidah pijar/cerutu lalu pecah menghasilkan tetesan kecil. Setiap tetesan tersebut akan saling tarik menarik.


Massa yang lebih besar akan menarik massa yang lebih kecil sehingga akhirnya membentuk planet. Adanya teori pasang surut ini cukup populer dan banyak dipercaya. Dari teori pembentukan tata surya ini, kamu bisa mengetahui kenapa ukuran planet berbeda.


Hal ini karena filamen bagian tengahnya lebih banyak sehingga pembentukan planetnya menjadi lebih besar. Planet ini yang kemudian disebut dengan Jupiter.


Teori Big Bang

Teori pembentukan tata surya yang menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari suatu ledakan raksaksa adalah Big Bang. Teori ini disebut juga dengan ledakan besar. Menurut teori ini, awal mula pembentukan bumi berasal dari sebuah ledakan besar di antariksa puluhan miliar tahun yang lalu.


Dahulu, bumi masih berupa gumpalan kabut yang berputar-putar pada porosnya. Lama-kelamaan, perputaran ini membuat bagian kecil dari kabut tersebut terlempar keluar dan membentuk cakram.


Selanjutnya, terjadi reaksi inti yang menyebabkan massa besar ini meledak berserakan. Massa yang meledak ini akan menjauhi pusat ledakan melahirkan galaksi dan nebula. Galaksi yang kamu tinggali saat ini disebut dengan galaksi Bima Sakti.


Tahu nggak sih, kalau galaksi ini sudah ada sejak 4,6 miliar tahun, lho. Di dalam galaksi ini terdapat tata surya. Dari teori Big Bang ini, ada bagian yang ringan terlempar ke luar yang selanjutnya mengalami proses pendinginan atau kondensasi.


Setelah proses pendinginan membuat kabut tersebut memadat dan akhirnya berubah menjadi planet anggota tata surya, salah satunya planet Bumi.


Teori Kabut Nebula

Berikutnya adalah teori kabut Nebula. Teori ini merupakan hipotesis lama yang dibuat pada tahun 1755-1796. Teori pembentukan tata surya nebula dikemukakan oleh Immanuel Kant, seorang filsuf asal Jerman. Selanjutnya, terjadi penyempurnaan teori oleh Pierre Simon de Laplace di tahun 1976.


Dengan demikian, teori Nebula disebut juga dengan teori Kabut Kant-Laplace. Menurut teori ini, awal mula alam semesta ini terdiri dari gas atau gumpalan kabut (nebula) dan matahari belum terbentuk pada saat itu.

Gumpalan tersebut kemudian berputar perlahan karena gaya tarik menarik antar gas. Selanjutnya, perputaran menjadi semakin cepat dan gas yang terbentuk menjadi lebih besar.


Dari perputaran ini menyebabkan bagian inti kabut tersebut terlempar keluar dan mengalami kondensasi. Inti kabut ini memadat sehingga membentuk matahari. Sedangkan, kabut yang lebih tipis di sekitarnya menjadi planet dan satelit karena proses pendinginan.


Teori Planetesimal

Teori pembentukan tata surya berikutnya adalah teori planetesimal. Teori ini dibuat oleh ahli astronomi yang berasal dari Amerika, yaitu Forest Ray Moulton dan ahli geologi Thomas C Chamberlin.


Planetesimal sendiri artinya adalah gumpalan kecil. Teori ini hampir sama dengan teori pasang surut dengan matahari yang sudah ada sejak awal. Namun, perbedaannya terdapat pada proses pembentukan tata surya.

Berdasarkan teori planetesimal, pada awalnya terdapat matahari yang berpapasan dengan bintang yang besar. Bintang ini mendekati matahari sehingga hampir bertabrakan. Saat bintang tersebut menjauh, ada partikel matahari yang terlepas.


Penyebabnya adalah bintang tersebut memiliki gaya tarik besar sehingga matahari pasang. Akibatnya, partikel ringan yang terlepas dari matahari ini berbentuk seperti gumpalan kecil yang kemudian menjadi planet.


Karena jaraknya yang tidak jauh dari matahari, planet tersebut pun tetap mengitarinya atau berevolusi karena gaya tarik matahari.


Teori Bintang Kembar

Teori pembentukan tata surya yang terakhir adalah teori bintang kembar yang dikemukakan oleh seorang ahli astronomi bernama Raymond Arthur Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar.


Pada mulanya, ada dua bintang kembar yang berevolusi. Selanjutnya, ada bintang lain yang menabrak salah satu bintang kembar tersebut hingga hancur. Bintang yang hancur ini akan berubah menjadi massa gas yang berputar-putar.


Kemudian, bintang yang hancur tersebut akan memadat dan membentuk planet. Sedangkan bintang yang tidak hancur sama sekali disebut dengan matahari.


Baca juga: Urutan Lapisan Atmosfer Beserta Ciri dan Fungsinya


________________________________________________________

 

Teori pembentukan tata surya ini dibuat oleh ilmuwan ternama untuk mendapatkan pengetahuan awal mula tata surya. Dari teori ini, Sobat Pijar jadi tahu bahwa ada bermacam hipotesis mulai dari matahari yang sudah ada atau pembentukan awal dari matahari yang mulanya berupa kabut. Menarik, ya?


Cari tahu lebih banyak tentang tata surya dan ilmu geografi lainnya di Pijar Belajar, yuk! Pijar Belajar merupakan aplikasi pembelajaran yang memberikan banyak latihan soal beserta pembahasannya. Psst... semua itu bisa kamu dapatkan mulai dari 10 ribu saja, lho.


Wah, tunggu apa lagi? Yuk, download Pijar Belajar sekarang!

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image