Organisasi Pergerakan Nasional | Pengertian, Tujuan, dan Contohnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Organisasi Pergerakan Nasional | Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

| 0 minute read
Organisasi Pergerakan Nasional | Pengertian, Tujuan, dan Contohnya  image

Halo Sobat Pijar! Di bangku dasar, kamu pasti sudah mengenal organisasi pergerakan nasional yang diajarkan pada mata pelajaran IPS, bukan? Ya, pergerakan nasional merupakan cerita menarik mengenai sejarah Indonesia dengan berbagai upayanya untuk bisa mencapai kemerdekaan. 


Ternyata, di dalam pergerakan nasional Indonesia akan nampak beberapa organisasi yang didirikan dengan tujuan tertentu. Bahkan, organisasinya ada sampai saat ini loh. Apa saja organisasi tersebut? Jika penasaran, yuk lihat pembahasan di bawah ini.


Baca juga: Sejarah Perang Dunia 1 – Kronologi, Sebab Khusus, dan Dampaknya


Pengertian Pergerakan Nasional

Sebelum mengetahui organisasi apa saja yang ada di dalam pergerakan ini, kamu harus paham pengertian pergerakan nasional itu sendiri ya? Nah, yang dimaksud dengan pergerakan nasional adalah masa perjuangan untuk mencapai kemerdekaan negara Indonesia. 


Pergerakan nasional sendiri merupakan fase perjuangan yang cukup panjang. Pergerakan nasional dimulainya pada tahun 1908 sampai dengan 1945. Nah, tahun 1908 pun menjadi titik awal kebangkitan adanya kesadaran nasional sehingga muncul banyak organisasi-organisasi yang berjuang. 


Organisasi pergerakan nasional ini merupakan gerakan yang dilakukan oleh penduduk Indonesia dengan tujuan organisasi yang memiliki keadaan yang sama dan ingin memperbaikinya agar dapat memperoleh kemerdekaan nasional Negara Indonesia. 


Jadi, untuk organisasi-organisasi yang lahir untuk pergerakan ini memiliki kesengsaraan serta kesadaran penderitaan yang sama. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya penjajahan yang sudah lama dirasakan oleh rakyat Indonesia. 


Tujuan dan Faktor Pembentuk Organisasi Pergerakan Nasional

Tujuan utama adalah agar bisa mendapatkan keadaan yang lebih baik sehingga penderitaan bangsa Indonesia berakhir. Selain itu, faktor lainnya yang mempengaruhi terbentuknya organisasi ini adalah:

  • Banyak golongan pelajar yang sangat progresif. 
  • Perjuangan rakyat yang masih bersifat kedaerahan sehingga ingin disatukan dalam kesatuan yang utuh untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar. 
  • Adanya kemenangan yang didapatkan oleh Jepang atas Rusia.
  • Kebangkitan negara-negara tetangga seperti Filipina, China, Turki, dan India atas penjajahan. 
  • Masuknya paham-paham baru dari luar negara seperti demokrasi dan nasionalisme. 


Selain itu, banyak organisasi yang berjuang untuk mencapai kemerdekaan dengan ciri dan sifat yang berbeda-beda untuk berjuang. Akan tetapi dengan adanya organisasi tersebut maka bisa mengenal sifat dari bangsa Indonesia ini sendiri, seperti:

  • Organisasi yang didirikan sangat terstruktur dan lebih teratur. 
  • Memiliki sifat nasional karena sudah terjalin kerjasama antar daerah. 
  • Meskipun memiliki pimpinan namun tidak tergantung sepenuhnya sehingga jika pimpinan tertangkap maka  peran pemimpin tersebut masih bisa digantikan oleh orang lain. 


5 Organisasi Pergerakan Nasional

Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, terdapat beberapa organisasi pergerakan nasional yang didirikan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Indonesia. Nama-nama dari organisasi itu sendiri bisa diketahui seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Indische Partij, Muhammadiyah, dan Taman Siswa. Sobat Pijar akan mengetahui organisasi itu lebih lanjut melalui pembahasan di bawah ini.


1. Organisasi Sarekat Islam

Organisasi pertama yang muncul di Indonesia adalah Sarekat Islam atau yang disingkat dengan SI. Namun, dulunya memiliki nama lain yaitu Sarekat Dagang Islam (SDI) yang sudah didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905. 


Tujuan didirikannya Sarekat Islam ini adalah sebagai perkumpulan pedagang Islam untuk menentang pedagang asing yang masuk ke Indonesia. Karena pedagang asing ini ditakutkan akan menguasai ekonomi rakyat Indonesia. 


Pendiri Organisasi Sarekat Islam

Pendiri dari organisasi untuk pergerakan nasional yang pertama ini adalah Haji Samanhudi di tahun 1905. Tujuan Haji Samanhudi mendirikan organisasi ini selain untuk menentang pedagang asing ternyata memiliki tujuan lainnya. 


Hal tersebut dikarenakan rasa persaudaraan, persahabatan, dan tolong menolong yang dilakukan oleh sesama muslim. Tidak terlepas dari adanya pengembangan ekonomi yang ingin dilakukan agar bisa menjadi lebih stabil dan tidak membuat rakyat sengsara. 


Tokoh Organisasi Sarekat Islam

Selain pendirinya, yaitu Haji Samanhudi, ternyata di dalam Sarekat Islam juga masih terdapat tokoh lainnya. Contohnya saja untuk H.O.S Cokroaminoto yang memprakarsai untuk pengubahan nama dari Sarekat Dagang Islam (SDI) menjadi Sarekat Islam.


Waktu terus berjalan dan pada Maret 1916, Sarekat Islam ini diakui sebagai Badan Hukum dan merubah menjadi partai politik. Di tahun 1917, selaku wakil dari organisasi ini, H.O.S Cokroaminoto dipanggil sebagai perwakilan untuk ke Volksraad sebagai partai politik. 


2. Organisasi Budi Utomo 

Sebuah organisasi yang sangat terkenal pada masanya karena berkumpulnya para pemuda-pemuda Indonesia adalah Budi Utomo. Organisasi ini mulai berdiri pada 20 Mei 1908 dengan nama Budi Utomo dengan semboyan Indie Vooruit (Hindia Maju) dan bukannya Java Vooruit (Jawa Maju). 


Munculnya organisasi Budi Utomo dianggap sebagai kebangkitan nasional, makanya tanggal 20 Mei pun dianggap sebagai Hari Kebangkitan Nasional. 


Nah, Budi Utomo memiliki gagasan yang disebut dengan Studiesfounds. Gagasan ini memiliki tujuan agar dapat menghimpun dana untuk belajar para rakyat Indonesia. 


Dengan adanya dana ini, maka pelajar yang memiliki kemampuan prestasi yang baik dengan perekonomian lemah tetap bisa melanjutkan sekolahnya dengan adanya beasiswa. 


Tujuan Organisasi Budi Utomo

Jika dilihat dari pengertian organisasinya, kamu sudah bisa menerka-nerka tujuan didirikannya Budi Utomo, bukan? Yup, tujuan Budi Utomo adalah untuk memajukan adanya pengajaran serta kebudayaan Indonesia. Nah, untuk mewujudkan tujuan tersebut, beberapa usaha yang sudah dilakukan oleh Budi Utomo meliputi: 

  • Melakukan pengajuan untuk pengajaran. 
  • Adanya usaha untuk memajukan bidang perdagangan, pertanian, serta peternakan. 
  • Kebudayaan yang ada kembali dihidupkan. 
  • Pada teknik dan industri lebih dijunjung agar lebih maju. 


Pendiri Organisasi Budi Utomo

Siapa, sih, pendiri Organisasi Budi Utomo itu? Seperti namanya, pendiri dari organisasi ini adalah Dr. Sutomo bersama dengan para mahasiswa STOVIA. Beberapa mahasiswa STOVIA yang terlibat dalam pendirian organisasi Budi Utomo merupakan Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji yang digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. 


Tokoh Organisasi Budi Utomo

Untuk tokoh dari organisasi memang cukup banyak dan berpengaruh. Soeradji adalah orang yang membuat nama Budi Utomo yang digunakan sebagai nama organisasi ini. Sedangkan. Dr. Wahidin Sudirohusodo menggagaskan sebuah semboyan Studiesfounds.

Selanjutnya pada tahun 1912, ketua dari organisasi ini adalah Notodirjo yang menggantikan R.T Notokusumo. Sangat banyak peran dari bangsa Indonesia pada organisasi ini. 


Bagaimana Pengaruh Organisasi Budi Utomo terhadap Peristiwa Sumpah Pemuda 1928?

Pengaruh yang ditimbulkan dari adanya organisasi Budi Utomo pada peristiwa sumpah pemuda sangat erat. Hal ini dikarenakan Budi Utomo banyak memberikan inspirasi sehingga pemuda Indonesia ikut bergerak menjadi kesatuan untuk memunculkan organisasi kepemudaan lainnya. 


Selain itu, pelaksanaan Kongres Pemuda I dan Kongres Pemuda II juga menghasilkan keputusan yang baik. Oleh sebab itu, pada saat Kongres Pemuda II ditetapkan sebagai peristiwa sumpah pemuda di tahun 1928.  


3. Organisasi Indische Partij

Indische Partij atau yang disingkat sebagai IP didirikan di Kota Bandung pada tanggal 25 Desember 1912. Cita-cita didirikannya organisasi ini adalah untuk menyatukan seluruh golongan yang ada di Indonesia. 


Seperti yang kita tahu, Indonesia memiliki masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda. Nah, Indische Partij ini didirikan untuk menyatukan seluruh golongan atau kelompok tersebut. 


Indische Partij merupakan partai politik yang berhaluan pada koperasi. Pada tahun 1919, Indische Partij berganti nama menjadi Partai Insulinde yang kemudian berubah lagi menjadi National Indische Partij (NIP).


Pendiri Organisasi Indische Partij

Pendiri dari organisasi Indische Partij adalah Tiga Serangkai, yaitu Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Cipto Mangunkusumo, dan Douwes Dekker (Setiabudi Danudirjo).


Tujuan Organisasi Indische Partij

Indische Partij (IP) memiliki cita-cita untuk menyatukan golongan yang ada di Indonesia dan banyak yang disebarluaskan melalui surat kabar. Media surat kabar yang terkenal saat itu adalah De Express. Karena tujuannya cukup besar maka disusun program kerja, seperti:

  • Cita-cita nasional Hindia lebih diresapkan.
  • Membuat agama-agama semakin bersatu. 
  • Memberantas kesombongan pada banyak bidang. 
  • Memperkuat ekonomi masyarakat yang lemah. 
  • Berusaha mendapatkan hal yang sama. 
  • Pada lapangan pemerintahan memperbesar pengaruh pro-Hindia.


Tokoh Organisasi Indische Partij

Perjalanan organisasi ini cukup panjang dan di tanggal 25 Desember 1912 disusun pengurus partai, yaitu:

  • Ketua Indische Partij: Douwes Dekker
  • Wakil ketua: dr. Tjipto Mangunkusumo
  • Bendahara: G.P Charli
  • Panitia: J.G van Ham
  • Pembantu: J.R Agerbeek dan J.D Brunsveld van Hulten.


4. Organisasi Muhammadiyah

Organisasi pergerakan nasional selanjutnya yang bisa diketahui adalah Muhammadiyah. Organisasi ini lahir pada tanggal 18 November 1912 di Kampung Kauman Yogyakarta. Fokus dari organisasi ini adalah untuk perkembangan agama dan umat Islam. 


Organisasi Muhammadiyah bisa dikatakan sebagai organisasi yang sukses karena terus mengalami perkembangan pesat. Bahkan, dalam satu tahun tepatnya di tahun 1913, Organisasi Muhammadiyah  memiliki cabang sebanyak 267 yang tersebar di Pulau Jawa. Lalu, pada tahun 1935 sudah ada 710 cabang di seluruh Indonesia. 


Siapa Pendiri Organisasi Muhammadiyah? 

Organisasi Muhammadiyah didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan. Seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia yang juga lahir di Yogyakarta. Ahmad Dahlan juga selalu memperjuangkan pembangunan bangsa sehingga mendapatkan gelar pahlawan nasional.  


Tujuan Organisasi Muhammadiyah

Organisasi yang memiliki sebuah tujuan untuk memajukan, mengembangkan pengajaran dan pengetahuan Islam, cara hidup menurut aturan Islam, serta meningkatkan kehidupan khususnya masyarakat Islam. Agar tujuannya tercapai maka organisasi ini memiliki usaha, seperti:

  • Mendirikan sekolah yang berdasarkan agama Islam sehingga buta huruf bisa diberantas. 
  • Banyak fasilitas umum yang didirikan seperti masjid, rumah sakit, dan lainnya. 
  • Adanya badan perjalanan haji. 


Tokoh Organisasi Muhammadiyah

Banyak tokoh yang ikut peran dalam muhammadiyah ini seperti Siti Walidah, Buya Hamka, Mas Mansyur, Jenderal Soedirman, Fatmawati Soekarno, dan masih banyak lagi. 


5. Organisasi Taman Siswa

Apakah kamu sudah tahu apa itu organisasi taman siswa? Organisasi Taman Siswa merupakan sebuah organisasi yang didirikan dengan maksud untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Jadi, bisa dibilang bahwa organisasi fokus untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 


Ki Hajar Dewantara sukses melahirkan organisasi Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dengan tujuan mendidik anak muda agar menghasilkan jiwa kebangsaan sebagai budaya bangsa. 


Latar Belakang Organisasi Taman Siswa

Taman Siswa sendiri adalah sebuah sekolah di Yogyakarta. Namanya sendiri cukup unik yaitu Taman berarti tempat bermain atau belajar dan siswa adalah murid. 


Tujuan Organisasi Taman Siswa

Organisasi pada pergerakan nasional yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara ini memiliki tujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Dengan begitu maka pendidikan kultural bisa terselenggara dengan baik. 


Taman siswa dijalankan secara demokratis sehingga mengutamakan kepentingan rakyat. Dengan begitu maka kesadaran peran pendidikan nasional bisa meningkat dan mencapai kemerdekaan Indonesia. 


Ciri Khas Organisasi Taman Siswa

Yang menjadikan ciri khas dari adanya organisasi ini adalah memiliki prinsip dasar sehingga menjadi pedoman bagi guru. Ciri khas tersebut adalah konsep Patrap Triloka, yaitu:

  • Ing ngarsa sung tulada
  • Ing madya mangun karsa
  • Tut wuri handayani.


Baca juga: Kerajaan Hindu: Awal Mula dan Kerajaan-Kerajaan Hindu di Indonesia

____________________________________________________________


Setelah mengenal pergerakan nasional yang ada di Indonesia, Sobat Pijar pasti semakin paham mengenai sejarah Indonesia, bukan? Organisasi-organisasi yang dikembangkan oleh pahlawan nasional ini bahkan masih terasa sampai sekarang.


Ingin tahu lebih banyak tentang pergerakan nasional dan Sejarah Indonesia lainnya? Yuk, asah pengetahuan dan kemampuanmu bersama Pijar Belajar. Di Pijar Belajar, kamu bisa mengakses ratusan latihan soal lengkap dengan pembahasannya, lho. Nggak cuma menyediakan mata pelajaran Sejarah saja, Pijar Belajar juga punya latihan soal untuk mata pelajaran lainnya.


Tunggu apa lagi? Download Pijar Belajar sekarang!

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image