Mitigasi Bencana Alam Berdasarkan Jenis Bencana Alamnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Mitigasi Bencana Alam Berdasarkan Jenis Bencana Alamnya

| 0 minute read
Mitigasi Bencana Alam Berdasarkan Jenis Bencana Alamnya  image

Sobat Pijar, bencana alam yang ada di Indonesia harus ditanggulangi supaya tidak memberikan dampak buruk. Cara yang dilakukan adalah dengan mitigasi bencana alam. Mitigasi bencana yang baik akan mengurangi risiko dari bencana yang menyebabkan kerugian, lho!


Di Indonesia sendiri, ada banyak bencana alam yang terjadi seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, sampai dengan gunung api meletus. Maka dari itu, kamu harus paham apa saja mitigasi yang dapat dilakukan agar terhindar dari kerugian yang besar. 


Mitigasi bencana alam sudah dilakukan di berbagai tempat, bahkan di desa adat seperti di daerah Lombok di tahun 2018. Hal ini guna menghindari kerugian yang besar dibandingkan dampak bencana tersebut di daerah perkotaan. Lalu, apa itu mitigasi dan jenis-jenisnya? 


Baca juga: Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Beserta Karakteristiknya


Apa itu Mitigasi Bencana 

Ingat baik-baik, ya! Mitigasi bencana adalah serangkaian peristiwa sebagai upaya, kebijakan, atau strategi yang dilakukan untuk mengurangi risiko dari bencana. 


Mitigasi tersebut dilakukan dengan berbagai kegiatan contohnya seperti penyuluhan, atau aksi pembangunan sarana dan prasarana yang mengurangi dampak dari bencana tersebut. Peningkatan pemahaman masyarakat menghadapi ancaman juga perlu dilakukan. 


Mitigasi bencana alam juga dilakukan dari berbagai sektor seperti ekonomi, sosial, pendidikan, hingga politik agar lebih menyeluruh. Adapun tujuan dari mitigasi yaitu sebagai berikut: 

  • Mengurangi dampak kerugian yang diakibatkan dari bencana alam. 
  • Masyarakat dapat mengetahui kondisi yang perlu dilakukan sebelum bencana, saat terjadinya, dan setelah kejadian. Dengan demikian, masyarakat akan hidup dengan lebih nyaman dan aman. 
  • Perancangan kegiatan mitigasi bisa dijadikan dasar untuk membuat kebijakan agar meningkatkan kesejahteraan rakyat. 


Mitigasi bencana dibagi menjadi dua jenis. Pertama, mitigasi struktural adalah upaya yang dilakukan untuk mengatasi bencana alam dengan membagun sarana dan prasarana yang dapat mengurangi dampak dari setiap bencana. 


Dalam hal mitigasi struktural, pemerintah akan melakukan pembangunan dan pengembangan teknologi berkaitan dengan bencana alam di Indonesia. 


Berikutnya adalah mitigasi non struktural yaitu upaya yang dilakukan dengan menyadarkan masyarakat dan meningkatkan wawasan untuk mengurangi kerugian dari bencana alam. 


Nah, setiap jenis mitigasi ini kemudian dibagi lagi menjadi beberapa bentuk dimensi, yaitu: pengetahuan, nilai, solidaritas kelompok, mekanisme pengambilan keputusan, dan mekanik. 


Jenis Mitigasi Bencana 

Tahukah kamu, bahwa bencana alam yang ada di setiap wilayah punya penyebab dan karakteristik yang berbeda. Oleh sebab itu, mitigasi bencana alam yang dijalankannya juga harus berbeda. 


Kalau masih bingung, berikut ini adalah beberapa mitigasi yang dilakukan untuk setiap jenis bencana alam yang terkenal di Indonesia. Yuk, Sobat Pijar simak bersama di sini!


1. Mitigasi Bencana Gempa Bumi 

Gempa bumi adalah peristiwa alam yang bisa disebabkan karena pergerakan lempeng tektonik atau letusan gunung berapi. Indonesia sering mengalami bencana ini sehingga kamu harus tahu bagaimana cara menanggulanginya. 


Kegiatan mitigasi bencana gempa bumi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dampaknya adalah sebagai berikut: 

  • Identifikasi sumber bahaya dan ancaman bencana dari gempa bumi.
  • Mendirikan bangunan yang sesuai dengan SOP dan standar. Contohnya adalah bangunan tahan gempa. 
  • Memahami lokasi bangunan tempat tinggal. Contohnya tidak membuat bangunan di tanah miring atau rawan gempa bumi. 
  • Menempatkan perabotan dan interior yang tepat. Apabila peralatan tersebut diletakkan di tempat yang tidak proporsional maka saat gempa bumi dapat mencelakaimu. 
  • Siapkan peralatan P3K, senter, dan makanan instan di rumah. 
  • Selalu cek kondisi listrik dan gas dalam keadaan mati. 
  • Simpan nomor telepon penting untuk meminta bantuan jika ada gempa bumi. 
  • Tahu jalur evakuasi bangunan di perusahaan dan ikut melaksanakan simulasi mitigasi bencana gempa. 
  • Hindari bangunan yang terlihat hampir roboh setelah terjadi gempa. 
  • Hindari bangunan, pohon, tiang listrik yang mungkin dapat menimpa kamu. 


2. Mitigasi Bencana Tsunami 

Kegiatan mitigasi bencana tsunami dapat dilakukan dengan menggunakan sistem yang dirancang untuk mendeteksi tsunami. Ada dua jenis sistem yang dibuat yaitu sistem peringatan dini internasional dan regional. 


Sobat Pijar harus tau, bahwa getaran gempa sebelum tsunami tiba dapat dideteksi dengan segera sehingga membuat masyarakat dapat mempersiapkan diri. Selain itu, kegiatan mitigasi tsunami dapat dilakukan dengan cara berikut: 

  • Penanaman mangrove untuk mengurangi kecepatan gelombang pantai. 
  • Pembekalan pengetahuan terkait gempa yang menyebabkan tsunami. 
  • Adanya sistem peringatan dini untuk meramalkan bencana sehingga masyarakat masih punya waktu untuk mempersiapkan diri dan mengungsi dari bencana tsunami. 
  • Adanya pemantauan di daerah rawan tsunami secara berkala. 
  • Sistem pendeteksi tsunami terdiri dari dua bagian yaitu jaringan sensor yang mendeteksi tsunami dan jaringan komunikasi yang memberitahukan peringatan dini kepada masyarakat luas agar dapat melakukan evakuasi secepat mungkin. 


3. Mitigasi Bencana Banjir 

Mitigasi bencana alam yang serin terjadi adalah banjir. Untuk mengatasi dan menanggulangi banjir, kamu dapat melakukan beberapa hal berikut ini: 

  • Pembangunan waduk untuk mencegah banjir. 
  • Program penghijauan untuk daerah hulu sungai. Tujuannya agar mengurangi banjir di bagian hilirnya. 
  • Pembangunan sistem peringatan. 
  • Pengelolaan dan penataan daerah aliran sungai. 
  • Tidak membuang sampai di sungai dan selalu menjaga kebersihannya. 
  • Mengadakan program pengerukan sungai. 


Apabila sudah terjadi banjir langkah yang dapat dilakukan seperti berikut ini: 

  • Matikan listrik di dalam rumah. 
  • Mengungsi ke tempat yang aman dan tidak terkena banjir. Kamu perlu melakukannya secepat mungkin sebelum genangan airnya menjadi lebih tinggi. 
  • Hubungi instansi yang terkait guna membantu penanggulangan bencana, seperti kantor kepala desa, lurah, sampai camat. 


4. Mitigasi Bencana Tanah Longsor 

Kegiatan mitigasi bencana tanah longsor perlu dilakukan untuk mengurangi kerugian yang dilakukan. Adapun cara-caranya adalah sebagai berikut: 

  • Menghindari daerah rawan tanah longsor untuk membangun rumah. 
  • Kurangi tingkat keterjalan lereng. 
  • Buat terasering agar tanah tidak terlalu mudah longsor. 
  • Menjaga drainase di setiap teras-teras agar jangan sampai menjadi cara meresapkan air ke tanah. 
  • Dirikan bangunan dengan pondasi kuat. 
  • Melakukan penghijauan dengan sistem perakaran yang kuat dan jarak yang tepat agar tanah tidak mudah longsor. 
  • Melakukan pemadatan tanah. 
  • Penutuhan rekahan di lereng gunung guna mencegah air masuk ke tanah. 
  • Relokasi bangunan apabila lokasi tersebut rawan longsor. 


5. Mitigasi Bencana Gunung Api 

Mitigasi bencana alam yang terakhir adalah jenis bencana gunung api. Berikut ini adalah upaya untuk memperkecil dampak dari letusan gunung berapi: 

  • Melakukan pemantauan yang dilakukan oleh badan yang berwenang. Aktivitas gunung api perlu dipantau 24 jam dengan menggunakan alat yang dinamakan dengan seismograf. 
  • Tanggap darurat yaitu tindakan yang dilakukan apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi dari data yang ditampilkan. Langkahnya adalah membentuk tim tanggap darurat, pemeriksaan terpadu, dan mengirim tim langsung ke lokasi. 
  • Melakukan pemetaan terkait wilayah rawan bencana gunung api. Selanjutnya, dibuat juga pemetaan untuk arah menyelamatkan diri serta penentuan lokasi pengungsian yang aman. 
  • Melakukan penyelidikan gunung berapi yang dilakukan oleh badan terkait dengan menggunakan berbagai metode seperti geologi, geofisika, dan geokimia. 
  • Terakhir, adalah melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang tinggal di gunung berapi. Tujuannya agar memiliki pemahaman akan dampak dan cara menanggulanginya dengan benar. 


Baca juga: Teori Pembentukan Bumi yang Perlu Kamu Tahu

___________________________________________________________


Mitigasi bencana alam adalah hal yang wajib dilakukan untuk memperkecil risiko dari bencana yang terjadi. Mitigasi diperlukan bagi seluruh masyarakat demi keselamatan jiwanya. Sekarang, sudah paham kan, Sobat Pijar?


Yuk, cari tahu lebih banyak tentang materi Geografi dan materi mata pelajaran lainnya di Pijar Belajar. Dengan Pijar Belajar, kamu pasti bisa mengasah pemahamanmu melalui latihan soal beserta pembahasannya.


Download Pijar Belajar sekarang!

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image