Hidrolisis Garam: Pengertian, Jenis-Jenis, Rumus pH, dan Contoh Soalnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Hidrolisis Garam: Pengertian, Jenis-Jenis, Rumus pH, dan Contoh Soalnya

| 0 minute read
Hidrolisis Garam: Pengertian, Jenis-Jenis, Rumus pH, dan Contoh Soalnya image

Jika makanan terasa hambar, tentunya Sobat Pijar akan menambahkan garam agar rasanya menjadi asin. Salah satu senyawa garam paling umum adalah NaCl atau biasa dikenal dengan garam dapur yang biasa Sobat Pijar konsumsi sehari-hari itu. NaCl merupakan garam yang bersifat netral.


Tapi, ternyata ada garam lain yang sifatnya asam serta basa, lho! Jadi, garam dapur bukanlah satu-satunya ‘garam’ di dunia ini. Untuk memahaminya, yuk pelajari hidrolisis garam berikut!


Baca juga: Konsep Mol: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya


Pengertian Hidrolisis Garam

Seperti yang sudah Sobat Pijar ketahui, garam merupakan senyawa yang dihasilkan dari reaksi netralisasi antara senyawa asam dan senyawa basa. Senyawa garam memiliki sifat yang berbeda-beda mulai dari pH dan sifat hidrolisis garam bergantung dari asam dan basa penyusunnya, lho!


Hidrolisis sendiri berasal dari kata “hydro” dan “lysis” yang jika diartikan kata per kata menjadi air dan penguraian. Jika digabungkan, hidrolisis berarti penguraian senyawa garam dalam air menjadi kation (ion positif) dan anion (ion negatif).


Reaksi hidrolisis garam terbagi menjadi 2 macam. Pertama, hidrolisis sempurna dimana seluruh senyawa garam terurai. Lalu, hidrolisis sebagian yaitu ketika hanya sebagian senyawa saja yang terurai atau secara reaksi kimia menggunakan reaksi bolak-balik.


Jenis-Jenis Hidrolisis Garam

Nah, setelah memahami tentang pengertiannya, sekarang saatnya Sobat Pijar mempelajari mengenai jenis-jenis dari hidrolisis garam berdasarkan pembentuk garamnya. Garam bisa terbentuk dari reaksi asam dan basa dengan jenis berbeda dengan kombinasi sebagai berikut:


Asam Lemah – Basa Kuat

Ketika asam lemah bereaksi dengan basa kuat, maka garam yang dihasilkan bisa mengalami hidrolisis sebagian atau hidrolisis parsial. Contoh garam yang terdiri dari asam lemah dan basa kuat adalah NaF yang terbentuk dari asam lemah HF dan basa kuat NaOH.


Asam Kuat – Basa Lemah

Jika asam kuat bereaksi dengan basa lemah, maka akan terbentuk garam dengan hidrolisis garam sebagian atau parsial. Contoh dari senyawa garam jenis ini adalah NH4Cl yang merupakan garam yang terbentuk dari asam kuat HCl dan basa lemah NH4OH.


Asam Lemah – Basa Lemah

Ketika asam lemah dan basa lemah bereaksi, maka garam yang terbentuk akan mengalami hidrolisis total yang artinya seluruh senyawa garam dapat terurai dengan air. Contoh senyawa garam yang dapat mengalami hidrolisis total adalah NH4F yang terdiri dari asam lemah HF dan basa lemah NH4OH.


Asam Kuat – Basa Kuat

Ternyata perpaduan antara asam kuat dan basa kuat yang tidak dapat menghasilkan hidrolisis garam lho, Sobat Pijar. Senyawa seperti NaCl yang merupakan garam dari asam kuat HCl dan basa kuat NaOH tidak bisa mengalami hidrolisis. 


pH Larutan Garam

Selama ini, mungkin Sobat Pijar mengira bahwa garam bersifat netral karena merupakan hasil reaksi netralisasi asam dan basa. Namun, ternyata garam bisa memiliki pH yang beragam mulai dari asam, basa, hingga netral, lho!


Asam dan basa pembentuk garam tidak hanya dapat mempengaruhi sifat hidrolisis garam, tetapi juga bisa mempengaruhi sifat keasaman atau pH dari garam tersebut.


Sifat-Sifat pH Larutan Garam

Secara singkat, sifat dari pH larutan garam dapat dijelaskan dengan menggunakan tabel berikut ini:


Rumus pH Larutan Garam

Karena beberapa garam memiliki pH yang tidak netral, maka pH-nya dapat dihitung layaknya senyawa asam dan basa. Namun, rumus dari pH larutan garam sedikit berbeda karena merupakan senyawa hasil reaksi campuran.

Jika senyawa garam terbentuk dari asam kuat dan basa lemah atau garam bersifat asam, maka untuk menghitung pH-nya gunakan rumus berikut ya, Sobat Pijar:



Keterangan:

[H+] = konsentrasi ion H+

Kw = tetapan hidrolisis garam dengan nilai 10-14

Kb = tetapan/konstanta basa lemah

[anion] = konsentrasi anion dari garam (M)


Jika garam bersifat basa atau terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, maka rumus untuk menghitung pH-nya adalah sebagai berikut:



Keterangan:

[OH-] = konsentrasi ion OH-

Kw = tetapan hidrolisis garam dengan nilai 10-14

Ka = tetapan/konstanta asam lemah

[kation] = konsentrasi kation dari garam (M)


Terakhir, jika garam terbentuk dari asam lemah dan juga basa lemah, maka rumus untuk menghitung pH-nya adalah:



Tingkat keasaman pH garam jenis ini akan bergantung dari besarnya Ka dan Kb. Jika Ka lebih besar daripada Kb, maka garam akan bersifat asam begitupula jika terjadi hal yang sebaliknya.


Contoh Soal Hidrolisis Garam

Nah, karena Sobat Pijar sudah memahami tentang hidrolisis garam, sifat-sifat, serta cara menghitung pH garam, saatnya mengaplikasikan pemahaman itu ke dalam contoh soal berikut ini, ya!


Contoh Soal #1:

Perhatikan beberapa contoh senyawa garam berikut ini:

  1. NaCH3COO
  2. NH4Br
  3. CaSO4
  4. NH4CN

Tentukan sifat hidrolisis garam serta sifat keasaman dari keempat senyawa di atas dan jelaskan alasannya!


Jawaban dan Pembahasan:

  • NaCH3COO merupakan senyawa garam yang berasal dari asam lemah CH3COOH dan basa kuat NaOH sehingga akan memiliki sifat hidrolisis sebagian/parsial dan memiliki pH > 7 atau basa.
  • BaF2 merupakan senyawa garam yang berasal dari asam kuat HBr dan basa lemah NH4OH sehingga sifat hidrolisisnya adalah hidrolisis sebagian dan memiliki sifat asam atau pH < 7.
  • CaSO4 adalah senyawa garam yang terbentuk dari asam kuat H2SO4 dan basa kuat Ca(OH)2 sehingga akan bersifat netral dan tidak mengalami reaksi hidrolisis garam.
  • NH4CN adalah senyawa garam yang berasal dari asam lemah HCN dan basa lemah NH4OH sehingga akan mengalami reaksi hidrolisis garam total/sempurna dan pH-nya dapat diketahui jika sudah mengetahui nilai Ka dan Kb dari asam dan basa penyusunnya.


Contoh Soal #2:

Sebuah larutan garam CH3COOK dengan massa 4,9 gram dilarutkan ke dalam air hingga volumenya 500 ml. Hitunglah pH dari larutan garam tersebut jika diketahui Ar: K=39, C=12, O=16, dan Ka dari CH3COOH adalah 10-5.


Jawaban dan Pembahasan:

Karena garam tersebut berasal dari asam lemah dan basa kuat, maka akan bersifat basa atau pH > 7. Oleh karena itu, nantinya kita akan menghitung konsentrasi ion OH- untuk mencari nilai pH. Sebelum itu, Sobat Pijar harus mencari Mr dari garam tersebut terlebih dahulu dengan menjumlahkan Ar.

Mr garam = 2.ArC + 3.ArH + 2.ArO + ArK

Mr garam = 2.12 + 3.1 + 2.16 + 39

Mr garam = 24 + 3 + 32 + 39 = 98

Setelah itu, cari konsentrasi garam dan juga konsentrasi dari kation garam tersebut.



Karena koefisien kation garam (K+) = 1, maka konsentrasinya sama dengan konsentrasi garam. Setelah itu, cari pH garam dengan menggunakan persamaan hidrolisis garam yang sudah dijelaskan sebelumnya.



Jadi, pH dari garam CH3COOK adalah 9. Gimana? Pastinya, Sobat Pijar akan lebih menguasai saat sering latihan soal-soal serupa, kan?

Apakah Sobat Pijar sudah lebih mengerti mengenai materi hidrolisis garam? Intinya adalah setiap garam memiliki sifat yang berbeda berdasarkan asam dan basa yang membentuknya. Sifat keasaman atau pH garam dapat ditentukan begitupun sifat hidrolisis dari garam berdasarkan pembentuknya.


Baca juga: Hukum-hukum Dasar Kimia

__________________________________________________

Untuk memahami materi hidrolisis garam lebih lanjut, coba deh belajar dengan aplikasi Pijar Belajar di gawaimu! Selain materi ini, terdapat banyak materi lain yang bisa membantumu untuk mendapatkan pelajaran tambahan saat di rumah, lho!


Yuk, unduh Pijar Belajar sekarang juga!


Referensi:

Modul Pembelajaran Kimia SMA Kelas XI: Hidrolisis Garam, Novitalia Ablinda Sari, https://repositori.kemdikbud.go.id/22150/, 2020.

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image