Hukum-Hukum Dasar Kimia - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Hukum-Hukum Dasar Kimia

| 0 minute read
Hukum-Hukum Dasar Kimia image

Dalam mempelajari suatu bidang ilmu, selalu ada hukum dasar yang menjadi acuan, misalnya seperti Hukum Newton pada pelajaran fisika. Nah, ternyata di dalam pelajaran kimia juga ada lho hukum dasar kimia yang menjadi acuan dalam berbagai hal.


Sama seperti fungsi hukum pada umumnya, di dalam kimia pun hukum dasar ini memuat aturan tentang interaksi yang terjadi antara atom atau unsur. Hanya saja, hukum di bidang kimia akan berlaku secara penuh tanpa terkecuali.


Baca juga: Mengenal Sistem Koloid, Jenis, Sifat, & Pembuatannya


5 Hukum Dasar Kimia


Nah, kira-kira apa saja, sih, yang termasuk ke dalam hukum dasar kimia itu? Beberapa di antaranya seperti berikut ini.

  • Hukum Kekekalan Massa
  • Hukum Perbandingan Tetap
  • Hukum Perbandingan Berganda
  • Hukum Perbandingan Volume
  • Hukum Avogadro


Jika Sobat Pijar ingin lebih memahami tentang materi ini, simak ulasannya berikut ini sampai selesai, ya!


Hukum Dasar Kimia Lavoisier (Hukum Kekekalan Massa)

Hukum dasar kimia yang pertama adalah hukum kekekalan massa yang dikemukakan oleh seorang ahli bernama Antoine Lavoisier. Bisa dikatakan bahwa hukum ini menjadi dasar atau pondasi dalam memahami sebuah reaksi kimia.


Hukum Lavoisier menyatakan bahwa massa dari zat sebelum dan sesudah bereaksi adalah sama/konstan.


Gini deh contoh mudahnya, kamu bisa membayangkan seorang koki yang membuat adonan kue dengan 2 kilogram tepung dan 1 kilogram mentega. Kira-kira berapa kilogram adonan kue yang dihasilkan, ya?


Yup, benar sekali adonan yang dihasilkan seharusnya sebanyak 3 kilogram atau hasil dari penambahan bahan-bahannya. Begitu pula dengan hukum dasar kimia. Jika ada zat yang bereaksi (reaktan), maka hasil reaksinya (produk) pasti akan memiliki massa yang sama dengan total massa zat penyusunnya.


Maka, dapat disimpulkan bahwa total massa zat yang bereaksi = total massa dari produk atau zat yang dihasilkan. Untuk mempermudah memahami hukum dasar kimia pertama ini, Sobat Pijar bisa memperhatikan baik-baik contoh di bawah ini, ya.


Senyawa air (H2O) terbentuk dari unsur hidrogen dan juga oksigen seperti yang terlihat dari rumus molekulnya. Jika 1 gram hidrogen bereaksi dengan 8 gram oksigen, kira-kira apakah Sobat Pijar bisa menebak berapa massa air yang dihasilkan?


Betul sekali, jawabannya 9 gram, ya. Kamu tinggal menjumlahkan massa hidrogen (1 gram) dengan massa oksigen (8 gram). Gimana? Mudah, kan?


Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)

Setelah memahami tentang hukum kekekalan massa, saatnya kamu belajar memahami hukum perbandingan tetap atau disebut juga hukum Proust. Hukum ini membahas hal yang lebih mendetail dari sekadar kekekalan massa.


Menurut hukum dasar kimia perbandingan tetap, suatu senyawa memiliki perbandingan massa unsur-unsur penyusun yang selalu sama/tetap. Artinya, setiap senyawa memiliki kombinasi massa unsur yang unik dan tidak akan pernah berubah.


Jika Sobat Pijar sulit memahami hukum dasar kimia ini, coba bayangkan ada sebuah resep adonan yaitu 1 kilogram tepung dan 2 butir telur. Jika ingin membuat 2 adonan dengan 2 kilogram tepung, kira-kira berapa telur yang diperlukan, ya


Iya, benar sekali kamu tinggal mengalikan jumlah telur dengan penambahan adonan. Jadi, kamu butuh 4 telur untuk membuat 2 adonan. Mudah, bukan?


Begitu seterusnya, selama perbandingan antara tepung dan telur adalah 1:2 sehingga berapapun adonan yang dibuat, maka tepung dan telur yang digunakan akan selalu menggunakan perbandingan yang sama. Hal ini juga berlaku di dalam hukum dasar kimia atau lebih tepatnya di dalam suatu senyawa, lho.


Misalnya saja perbandingan massa antara hidrogen dan oksigen di dalam senyawa air (H2O) adalah 1:8, maka perbandingan ini akan selalu tetap berapapun jumlahnya. Jika massa hidrogen 2 gram, maka massa oksigen adalah 16 gram dan begitu seterusnya.


Perlu Sobat Pijar pahami bahwa hukum dasar kimia perbandingan tetap adalah setiap senyawa memiliki perbandingan massa unsur penyusun yang selalu sama dan tetap secara spesifik.


Hukum Perbandingan Ganda (Hukum Dalton)

Sebelumnya, Sobat Pijar sudah memahami bahwa setiap senyawa memiliki perbandingan yang selalu sama mengenai massa unsur penyusunnya. Nah, sekarang masuk ke pembahasan hukum dasar kimia berikutnya yaitu ketika dua unsur bisa membentuk lebih dari satu senyawa.


Hukum Dalton menyatakan bahwa jika ada dua unsur yang membentuk lebih dari satu senyawa dan salah satu massa unsurnya dibuat tetap, maka perbandingan massa unsur lainnya akan membentuk perbandingan bilangan bulat dan juga sederhana.


Mungkin dari kalimat tersebut agak sulit memahami hukum dasar kimia dari Dalton ini. Namun, kata kuncinya adalah salah satu massa unsurnya dibuat tetap atau sama. Supaya lebih memahami tentang hukum perbandingan berganda, yuk perhatikan contoh berikut!


Misalnya, unsur Nitrogen (N) dan Oksigen (O) yang bisa membentuk banyak sekali senyawa seperti NO, NO2, dan N2O5. Sesuai hukum perbandingan tetap, masing-masing senyawa tersebut tentu memiliki perbandingan massa N dan O yang berbeda-beda seperti pada tabel berikut:



Dari tabel perbandingan di atas, jika massa N dibuat tetap yaitu 7 gram, maka perbandingan massa unsur O adalah 8:16:20 atau jika disederhanakan menjadi 2:4:5. 


Gimana, Sobat Pijar sudah paham, kan?


Hukum Perbandingan Volume (Gay-Lussac)

Hukum dasar kimia yang berikutnya adalah hukum perbandingan volume dari Gay-Lussac yang membahas mengenai volume gas dalam reaksi. Hukum ini menjelaskan mengenai volume gas dalam sebuah reaksi sehingga akan memudahkan proses penghitungan.


Inti dari hukum dasar kimia ini adalah pada suhu dan tekanan tetap, volume gas-gas dalam sebuah reaksi akan membentuk perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Ketika Sobat Pijar sudah memahami soal reaksi kimia dan koefisien reaksi kimia, maka hukum perbandingan volume menjadi sangat mudah.


Contohnya ada reaksi antara gas A dan gas B membentuk gas C dengan reaksi sebagai berikut.



Berdasarkan reaksi di atas, perbandingan koefisien dari gas A: gas B: gas C adalah 1:3:2. Dengan kata lain, perbandingan volume gas-gas tersebut adalah 1:3:2 sehingga jika gas A memiliki volume 1L maka gas B memiliki volume 3L dan gas C 2L.


Hukum Avogadro (Hipotesis Avogadro)

Nah, sekarang kita sudah masuk ke hukum dasar kimia yang terakhir yaitu hukum atau hipotesis Avogadro. Hukum ini membahas mengenai perbandingan jumlah molekul pada suatu zat terutama yang berwujud gas, seperti hukum perbandingan volume.


Inti dari hukum dasar kimia Avogadro adalah pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang memiliki volume yang sama akan memiliki jumlah molekul yang sama pula. Dengan kata lain, perbandingan volume sama dengan perbandingan jumlah molekul.


Hipotesis Avogadro dapat disederhanakan menjadi sebuah persamaan sebagai berikut:

Perbandingan Koefisien = Perbandingan Volume = Perbandingan Jumlah Molekul


Artinya, jika perbandingan koefisien senyawa A dan B di dalam sebuah reaksi kimia adalah 1:2, maka dengan mengaitkannya ke hukum dasar kimia ini berarti perbandingan volume dan juga jumlah molekul dari senyawa A dan B adalah 1:2 pula.

___________________________


Gimana nih Sobat Pijar, apa kamu sudah bisa memahami apa arti hukum dasar kimia dan contohnya? Pada dasarnya, hukum-hukum ini membahas mengenai aturan dalam sebuah reaksi kimia ketika suatu senyawa terbentuk atau mengalami reaksi.


Ingin belajar Kimia sesuai dengan materi yang dibahas di sekolahmu? Yuk gunakan Pijar Belajar sekarang juga! Selain ada materi tentang hukum-hukum dasar kimia ini, kamu bisa mengakses materi lainnya dalam bentuk rangkuman, video pembahasan, dan juga latihan soal, lho!


Yuk download aplikasi Pijar Belajar di ponselmu!

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image