Cara Membuat Puisi: Apa itu, Fungsi, Unsur, Jenis - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Cara Membuat Puisi: Apa itu, Fungsi, Unsur, Jenis

| 0 minute read
Cara Membuat Puisi: Apa itu, Fungsi, Unsur, Jenis image

Ketika mendengar istilah puisi, Sobat Pijar pastinya sudah familiar, bukan? Puisi adalah salah satu karya sastra yang dibuat menggunakan kalimat-kalimat yang indah dan penuh makna. Lalu, bagaimana cara membuat puisi yang baik dan benar


Untuk membuat puisi, kamu bisa melakukan pemilihan diksi atau kata sehingga lebih indah dan berbeda dari prosa pada umumnya. Untuk mengetahui pengertian, fungsi, unsur, jenis, dan cara membuat puisi bahasa Indonesia yang mudah bagi pemula, mari simak ulasan berikut ini. 


Baca juga: Struktur Teks Negosiasi Beserta Ciri, Kaidah Kebahasaan, Dan Contohnya


Pengertian dan Apa Itu Puisi

Puisi adalah salah satu ragam sastra yang terikat unsur-unsur seperti rima, irama, bait, baris, dan mantra. Puisi juga bisa diartikan sebagai ungkapan emosi, perasaan, pemikiran, ide, imajinasi, nada, irama, kesan pancaindra, susunan kata, dan kata-kata konotatif (kiasan).


Puisi bisa menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan emosi dan melepaskan kepenatan dalam jiwa seseorang. Selain itu, puisi juga bisa menjadi media berbahasa yang baik karena membutuhkan diksi atau pemilihan kata yang tepat.


Puisi dibuat agar seseorang bisa memahami, mengkomunikasikan, dan mengembangkan gagasannya kepada orang lain. Dengan mengetahui cara membuat puisi yang bagus dan indah, maka kepekaanmu terhadap realitas kehidupan akan lebih terlatih. 


Fungsi Teks Puisi

Setelah Sobat Pijar mengetahui apa itu puisi, jenis karya sastra satu ini juga memiliki fungsi tertentu. Nah, berikut ini beberapa fungsi karya sastra puisi. 


1. Ungkapan Isi Hati

Puisi berfungsi untuk mengungkapkan atau mengekspresikan isi hati seseorang melalui kalimat-kalimat indah. Beberapa orang mungkin kesulitan mengungkapkan isi hatinya melalui kata-kata lisan. Maka dari itu, puisi menjadi sarana untuk mengungkapkan isi hati melalui tulisan. 


2. Media Kritik

Selain untuk mengungkapkan perasaan, puisi juga bisa menjadi salah satu media untuk menyampaikan kritik dan keresahan hati. Dengan memahami cara membuat puisi, kamu bisa menyampaikan keresahan, ketakutan, dan keluhan yang dihadapi kepada pembaca.  


3. Memberi Motivasi

Puisi bisa berfungsi untuk memberikan motivasi dan semangat untuk diri sendiri maupun orang lain. Melalui kata-kata yang indah, diri sendiri atau orang lain yang membaca akan tergugah dan merasakan semangat kembali. 


Unsur-unsur Puisi

Salah satu cara membuat puisi yang benar dan tepat adalah dengan memahami unsur-unsur dalam puisi. Unsur puisi sendiri dibagi menjadi 2 yaitu unsur fisik dan unsur batin. Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai unsur-unsur puisi. 


1. Unsur Fisik

Unsur fisik dalam puisi dibagi menjadi 6 unsur antara lain rima, diksi, majas, tipografi, imaji, dan kata konkret. Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai unsur-unsur fisik di dalam karya sastra puisi. 


  • Rima

Rima merupakan salah satu unsur intrinsik dalam puisi berupa pengulangan atau persamaan bunyi yang berfungsi untuk memberikan efek keindahan. Rima menjadi elemen penting dalam puisi yang tidak selalu berada di akhir baris, namun bisa juga ditemukan berturut-turut di depan kalimat.


  • Diksi

Diksi merupakan pemilihan kata atau gaya bahasa seseorang dalam menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan. Bagi kamu yang ingin membuat puisi, kamu harus bisa memilah dan memilih kata yang tepat dengan mempertimbangkan makna, kedudukan kata, dan komposisi bunyi/rima. 


Diksi berfungsi untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi puisi yang ingin disampaikan oleh penulis. Dengan pemilihan kata yang tepat, pesan dari puisi bisa tersampaikan dengan jelas dan mengantisipasi tafsiran atau interpretasi yang berbeda. 


Diksi yang bagus dapat memperindah kalimat dalam puisi sehingga kalimat-kalimat yang dibuat bisa lebih runtut dan indah. 


  • Majas

Majas atau gaya bahasa dalam puisi berfungsi untuk menyatakan suatu hal menggunakan kata-kata kiasan atau bukan makna sesungguhnya. Dengan penggunaan majas, sebuah puisi akan menjadi lebih indah dan menarik. 


  • Tipografi

Dalam karya sastra puisi, Sobat Pijar pasti akan menemukan barisan kalimat, bukan? Baris kalimat dalam bait puisi merupakan unsur tipografi. Selain baris, tipografi dalam puisi bisa berupa tanda baca yang berbeda-beda untuk menentukan suasana pada karya puisi. 


  • Imaji

Imaji merupakan salah unsur fisik dalam puisi yang membuat orang atau pembaca menjadi lebih tersentuh ketika membacanya. Imaji melibatkan semua indera manusia seperti imaji penglihatan, imaji suara, dan lain sebagainya.


  • Kata Konkret

Kata konkret juga termasuk unsur fisik pada puisi yang berupa kata-kata untuk mengarahkan imajinasi pembaca. 


2. Unsur Batin

Selain unsur fisik, Sobat Pijar yang ingin tahu cara membuat puisi, maka Sobat Pijar harus memahami unsur batin dalam puisi. Unsur batin puisi dibagi menjadi 4 yaitu nada, rasa, tema, dan amanat. Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai unsur batin dalam karya puisi. 


  • Tema 

Sama seperti karya sastra lainnya, puisi juga mengandung unsur batin berupa tema untuk menentukan isi atau topik yang diangkat. Dengan menentukan tema, puisi yang Sobat Pijar buat akan lebih terarah dan memudahkan dalam memilih kata-kata yang tepat. 


  • Rasa

Unsur batin puisi selanjutnya yaitu rasa untuk memberikan sentuhan rasa bagi pembaca. Penulis biasanya menciptakan puisi untuk menuangkan perasaannya. Dengan begitu, pembaca bisa merasakan emosi yang dialami si penulis. 


  • Nada

Nada dalam puisi bisa diartikan sebagai bunyi atau intonasi yang dibuat oleh si penulis atau penyair. Nada yang digunakan dalam puisi bisa nada rendah, nada tinggi, dan lain sebagainya sehingga puisi menjadi lebih menarik dan tidak monoton. 


  • Amanat

Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis puisi kepada pembaca. Amanat dalam puisi bisa disampaikan secara jelas atau bisa juga berupa makna tersirat. 


Baca juga: Cara Membuat Makalah Dan Susunan Makalah Yang Benar


Jenis-Jenis Puisi

Berdasarkan perkembangannya, puisi bisa dibedakan menjadi 2 jenis yaitu puisi lama dan puisi modern. Puisi lama merupakan karya sastra yang masih terikat dengan aturan-aturan tertentu, sedangkan puisi modern lebih bebas. 


1. Puisi Lama

Puisi lama adalah salah satu jenis puisi yang diciptakan untuk kebutuhan ritual kebudayaan dan masih dipengaruhi kepercayaan animisme. Pada pembuatan puisi lama juga masih terikat pada aturan-aturan seperti rima, jumlah baris, dan sejumlah aturan lainnya. 


Pemilihan kata dalam puisi lama juga sangat diperhatikan untuk menciptakan efek bunyi yang magis. Contoh puisi lama antara lain syair, mantra, pantun, gurindam, talibun, karmina, dan seloka. 


2. Puisi Baru

Puisi baru atau puisi modern merupakan puisi bebas yang sudah tidak terikat rima, irama, jumlah baris, dan sejumlah aturan lainnya. Karena lebih bebas, cara membuat puisi baru juga lebih mudah dibandingkan puisi lama. 


Puisi modern ini dibagi menjadi 3 macam yaitu puisi naratif, puisi deskriptif, dan puisi lirik. Puisi naratif dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu balada, epic, dan romansa. 


Jenis puisi modern yang kedua yaitu puisi deskriptif yang digunakan untuk mengemukakan pendapat, gagasan, dan kesan dari penyair. Sementara itu, puisi lirik merupakan puisi yang digunakan untuk mengungkapkan atau menyampaikan gagasan dan perasaan penyair. 


Karakteristik Puisi Lama dan Puisi Baru

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, puisi lama dan puisi baru memiliki perbedaan terutama dari segi aturan dalam penulisannya. Berikut ini karakteristik yang membedakan antara puisi lama dengan puisi baru. 


Karakteristik Puisi Lama

Puisi lama biasanya ditulis oleh anonim atau tidak diketahui nama penyairnya. Penyampaian puisi lama ini juga bersifat turun-temurun dan dari mulut ke mulut. Puisi jenis ini terikat sejumlah aturan seperti jumlah bari dalam satu bait, jumlah suku kata dalam satu baris, dan rima.


Karakteristik Puisi Baru

Berbeda dengan puisi lama, puisi baru lebih fleksibel dan bebas alias tidak terikat aturan. Nama penulis puisi juga sudah diketahui. Gaya bahasa yang digunakan juga lebih dinamis alias berubah-ubah dengan bentuk yang lebih rapi dan simetris. 


Puisi jenis ini biasanya cenderung menggunakan pola pantun atau sajak syair yang mayoritas mengangkat tema kehidupan. Puisi baru biasanya ditulis dalam bentuk empat seuntai dan terdiri dari satu kesatuan gatra atau sintaksis.  


Contoh Puisi

Untuk memudahkan Sobat Pijar dalam memahami apa itu puisi dan cara membuat puisi yang benar, berikut ini contoh puisi lama dan puisi baru. 


Contoh Puisi Lama

Seperti yang sudah kamu ketahui sebelumnya, puisi lama merupakan puisi yang terikat dengan aturan seperti rima, jumlah baris, dan lain sebagainya. Berikut ini contoh puisi lama gurindam dan pantun. 


  • Gurindam 

Gurindam merupakan salah satu contoh puisi lama yang terdiri dari dua baris dengan sajak a-a. 


Apabila kau rajin belajar

Semua cita bisa kau kejar


Apabila kau tekun bekerja

Kelak esok akan bahagia


  • Pantun

Pantun merupakan salah satu contoh puisi lama yang memiliki ciri empat baris dalam satu bait, bersajak a-b-a-b, dan setiap baris terdiri dari 8 hingga 12 suku kata. 


Ada mangga di depan rumah

Mangga jatuh dihampiri serangga

Jika ingin masa depanmu cerah

Rajinlah belajar dan berdoa


Puisi Baru

Puisi baru atau dikenal juga dengan sebutan puisi modern merupakan jenis puisi yang bebas dan tidak terikat aturan seperti puisi lama. Berikut ini contoh puisi baru dengan tema romansa. 


Di Penghujung Senja

Di penghujung senja, kamu berdiri

Menatap nanar, senja yang tenggelam

Perlahan, semburat jingga berganti

Menghitam, menenggelamkan kilau matahari


Kamu masih berdiri

Dalam diam, gumammu berkumandang

Senja memang telah sirna

Namun, cintamu baru saja dimulai


Cara Membuat Puisi yang Mudah 

Setelah memahami dengan baik pengertian puisi beserta jenis-jenisnya, cara membuat puisi sangatlah mudah. Berikut ini tahapan cara bikin puisi untuk pemula. 


1. Pembuatan Kerangka Puisi

Tahap pertama dalam menulis puisi yaitu membuat kerangka puisi terlebih dahulu. Tentukan jenis puisi yang ingin kamu tulis dan perhatikan unsur-unsur puisinya baik unsur fisik maupun batin. Apabila kamu ingin menulis puisi lama, maka perhatikan rima, jumlah baris, dan aturan lainnya. 


Namun, jika kamu ingin menulis puisi baru, kamu bisa menentukan topik atau tema terlebih dahulu. Dengan begitu, pesan atau amanat yang ingin disampaikan menjadi lebih mudah untuk dimengerti dan dipahami oleh pembaca. 


2. Penentuan Judul

Setelah menyusun kerangka puisi, kamu bisa menentukan judul puisi. Judul puisi akan memudahkan Sobat Pijar dalam memilih kata-kata yang tepat. Penentuan judul ini juga memudahkan penulis dalam membatasi emosi yang dirasakan dan ingin disampaikan kepada pembaca. 


3. Penulisan Puisi

Tahapan cara membuat puisi selanjutnya yaitu proses penulisan. Gunakan diksi yang tidak terlalu sulit dengan kata-kata yang familiar. Dengan begitu, pembaca akan lebih mudah memahami isi atau pesan yang disampaikan melalui puisi. 


Baca juga: Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif


___________________________________________________


Dari ulasan di atas, Sobat Pijar tentunya makin paham mengenai puisi beserta unsur dan jenis-jenisnya, bukan? Cara membuat puisi juga bisa dipraktekkan dengan mudah apabila Sobat Pijar memahami unsur puisi dan karakteristiknya dengan baik.


Mau belajar lebih banyak tentang cara membuat puisi dan materi seputar teks kebahasaan lainnya? Tenang, Pijar Belajar punya banyak, kok, untuk kamu. Mulai dari materi Bahasa Indonesia, Matematika, hingga Fisika dan mata pelajaran lainnya ada semua Pijar Belajar, lho.


Yuk, download Pijar Belajar sekarang!

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image