Cara Membuat Karya Ilmiah: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Ciri Ciri - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Cara Membuat Karya Ilmiah: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Ciri Ciri

| 0 minute read
Cara Membuat Karya Ilmiah: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Ciri Ciri image

Sobat Pijar pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah karya ilmiah, kan? Tidak sama seperti artikel non ilmiah lainnya, cara membuat karya ilmiah membutuhkan penelitian terlebih dahulu dan tidak bisa ditulis dengan sembarangan. 


Karya tulis ilmiah harus memiliki analisis dan justifikasi kesimpulan yang kuat berdasarkan data-data teoritis dan empiris yang terpercaya dan valid. Untuk mengetahui tujuan, fungsi, ciri-ciri, sistematika, dan cara membuat karya tulis ilmiah, yuk simak ulasannya berikut ini. 


Baca juga: Struktur Teks Eksplanasi, Ciri, dan Contohnya


Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan sebuah karya tulis yang dibuat dan disusun berdasarkan penelitian, pemantauan, dan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap suatu bidang atau cabang ilmu tertentu. 


Dilihat dari segi penyusunannya, karya tulis ilmiah ini disusun berdasarkan metode penelitian yang sistematis dan terperinci. Cara membuat artikel karya ilmiah yang tepat juga harus memperhatikan ragam bahasa atau kaidah kebahasaan yang digunakan. 


Ragam bahasa yang digunakan di dalam karya ilmiah menggunakan bahasa baku yang sopan dan berisi data atau informasi yang valid sehingga bisa dipertanggungjawabkan keilmiahan dan kebenarannya. 


Tujuan Karya Ilmiah

Pembuatan karya ilmiah memang tidak boleh dilakukan dengan sembarangan dan membutuhkan penelitian terlebih dahulu agar terbukti valid dan bisa dipertanggungjawabkan isinya. Lalu, apa sih tujuan dari penulisan karya ilmiah? Berikut ini beberapa tujuan karya ilmiah. 


  • Menjadi media untuk melatih seseorang menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan secara sistematis dan metodologis yang diperoleh dari hasil penelitian. 
  • Menumbuhkan etos ilmiah bagi mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuan yang dikuasai sehingga mereka juga mampu menjadi penghasil pemikiran dan tidak hanya sebagai konsumen ilmu pengetahuan saja. 
  • Membuktikan potensi ilmiah dan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa dalam memecahkan suatu masalah dalam bentuk karya ilmiah yang berkaitan dengan bidang pengetahuan atau ilmu yang dikuasai. 
  • Melatih dan mengasah keterampilan dasar dalam melakukan penelitian dan pengamatan terhadap suatu masalah. 


Ciri-ciri Karya Ilmiah

Berbeda dengan artikel atau karya tulis non ilmiah, karya ilmiah memiliki beberapa ciri atau karakteristik tertentu. Berikut ini ciri-ciri karya ilmiah. 


  • Reproduktif di mana karya ilmiah tersebut berisi konten ilmiah yang bisa langsung dipahami oleh para pembacanya. 
  • Tidak ambigu sehingga mampu memberikan pemahaman terhadap suatu data atau informasi secara detail yang dikemas menggunakan bahasa yang lugas dan tidak membingungkan. 
  • Objektif dan tidak boleh dibuat berdasarkan perasaan penulis, namun dibuat berdasarkan data penelitian yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan isinya. 
  • Formal menggunakan bahasa yang baku dan sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 
  • Valid dan logis karena harus ditulis dan disusun menggunakan kaidah keilmuan.
  • Berkohesi (berkesinambungan) dan menggunakan kalimat efektif yang tidak bertele-tele.  


Fungsi Karya Ilmiah

Secara umum, karya tulis memiliki 3 fungsi yaitu fungsi dalam dunia pendidikan, fungsi penelitian, dan fungsi fungsional. Berikut ini beberapa fungsi dari karya ilmiah. 


Fungsi dalam Bidang Pendidikan

Karya ilmiah berkaitan erat dengan dunia pendidikan yang berfungsi untuk melatih siswa dalam berpikir secara kritis dan objektif. 


Fungsi Penelitian

Karya ilmiah berfungsi untuk kebutuhan penelitian. Karya tulis dibuat untuk menemukan solusi dari suatu masalah atau fenomena sehingga menghasilkan data-data yang valid dan akurat. 


Fungsi Fungsional

Karya ilmiah memiliki fungsi fungsional yang bisa diartikan sebagai proses pengembangan dari sebuah disiplin ilmu tertentu. Karya ilmiah bisa dijadikan sebagai referensi atau sumber data seperti makalah, jurnal, skripsi, dan karya tulis ilmiah lainnya. 


Sistematika Karya Ilmiah

Sebagai karya tulis yang bersifat ilmiah, cara membuat karya ilmiah harus memperhatikan sistematika yang tepat agar lebih rapi, sistematis, dan terperinci. Berikut ini sistematika karya ilmiah. 


  • Halaman Judul
  • Abstrak
  • Pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian)
  • Kerangka Teori (landasan teori, hipotesis)
  • Metode Penelitian (jenis penelitian, definisi konsep dan operasional variabel, sampel dan populasi, teknik pengumpulan data, teknik analisis data)
  • Pembahasan
  • Penutup
  • Daftar Pustaka
  • Lampiran


Baca juga: 10 Manfaat Membaca Buku yang Bagus untuk Perkembangan Otak


Kaidah Kebahasaan Karya Ilmiah

Bagi Sobat Pijar yang ingin membuat karya ilmiah, maka wajib memahami kaidah kebahasaan yang digunakan. Penggunaan kaidah kebahasaan yang tepat dan sesuai akan menjadi penentu kualitas dari sebuah karya ilmiah. Berikut ini kaidah kebahasaan yang digunakan untuk karya ilmiah. 


Denotatif

Gaya bahasa yang digunakan di dalam karya ilmiah yaitu gaya bahasa denotatif. Kata denotatif memiliki makna sesungguhnya dan bukan kiasan. Karena bersifat ilmiah, kata-kata yang digunakan di dalam karya ilmiah tidak boleh ambigu dan harus memiliki makna eksplisit alias lugas. 


Kalimat Efektif

Karena berisi data-data yang valid, karya ilmiah menggunakan kalimat efektif yang tidak terkesan bertele-tele. Karya ilmiah harus ditulis menggunakan kata-kata yang lugas dan to the point langsung ke maksud dan tujuannya. 


Reproduktif

Reproduktif merupakan penyampaian informasi atau data yang dipaparkan secara singkat, padat, dan mudah dipahami pembaca. Karya ilmiah dibuat menggunakan kata-kata yang tidak bersifat ambigu agar tidak salah penafsiran.


Impersonal

Impersonal merupakan kata ganti yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Karya ilmiah tidak menggunakan kata ganti pertama seperti aku atau saya, namun diganti menggunakan sebutan penulis atau peneliti. 


Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah

Setelah memahami fungsi, tujuan, dan ciri-cirinya, apakah kamu mulai paham bagaimana tata cara membuat karya ilmiah yang baik? Untuk membuat karya ilmiah dengan baik, Sobat Pijar wajib memahami langkah-langkah penulisan karya ilmiah seperti berikut ini. 


Penentuan Topik

Langkah pertama yang harus kamu lakukan dalam membuat karya ilmiah yaitu menentukan topik penelitian terlebih dahulu. Sobat Pijar bisa mengangkat topik dari fenomena yang terjadi di sekitar sesuai bidang ilmu yang dikuasai. 


Pembuatan Kerangka Penelitian

Setelah menentukan topik penelitian, langkah atau cara membuat karya ilmiah selanjutnya yaitu membuat kerangka penelitian. Dengan membuat kerangka penelitian, maka akan membantumu dalam menyusun karya ilmiah sehingga sesuai panduan tulisan yang sudah ditentukan sejak awal. 


Pengumpulan Bahan Penelitian

Setelah kerangka penelitian dibuat, Sobat Pijar bisa melakukan pengumpulan bahan penelitian dari berbagai sumber informasi atau data yang jelas. Pastikan untuk menggunakan sumber data yang valid agar hasil karya ilmiah yang dibuat dapat menghasilkan kesimpulan sesuai tujuan penelitian. 


Penyusunan Hipotesis

Ketika kamu mengumpulkan bahan penelitian, maka tidak semua bahan penelitian tersebut berguna dan relevan untuk kebutuhan penulisan karya ilmiah. Untuk itu, Sobat Pijar bisa menyusun hipotesis sehingga lebih terfokus dan memudahkan dalam pembuatan karya ilmiah. 


Penyusunan Rancangan Penelitian

Susunan rancangan penelitian bisa digunakan sebagai pedoman dalam menulis karya ilmiah. Kerangka kerja yang Sobat Pijar buat ini bisa dijadikan sebagai acuan untuk melakukan analisis ilmiah terhadap suatu fenomena sosial atau penelitian sains.


Percobaan Metode Penelitian

Percobaan metode penelitian menjadi salah satu proses penting dalam penulisan karya ilmiah. Sebagai bentuk konkret penelitian yang dilakukan di lapangan, penulis bisa menggunakan metode penelitian dengan melakukan wawancara langsung atau percobaan sains. 


Pengumpulan Data dan Analisis

Cara membuat karya ilmiah selanjutnya yaitu melakukan pengumpulan data dan menganalisisnya. Selain berupa kesimpulan, hasil analisis juga bisa berupa saran dan kritik terhadap objek yang diteliti. 


Baca juga: Cara Membuat Makalah dan Susunan Makalah yang Benar


Jenis-jenis Karya Ilmiah

Setelah memahami cara membuat karya ilmiah dengan baik, karya ilmiah bisa dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain kerta kerja, makalah, skripsi, dan tesis. Berikut ini jenis-jenis karya ilmiah. 


Kertas Kerja

Salah satu jenis karya ilmiah yaitu kertas kerja yang menyajikan data-data akurat dan valid yang bisa dipertanggungjawabkan isinya. Kertas kerja ditulis secara detail dengan sumber data atau referensi dari materi seminar, training, dan semacamnya. 


Makalah

Makalah merupakan jenis karya ilmiah yang mengulas suatu topik permasalahan dan disertai pembahasan yang lengkap dan detail. Cara membuat karya ilmiah makalah dapat melalui data-data yang sudah dikumpulkan di lapangan yang bersifat empiris-objektif. 


Skripsi

Skripsi merupakan jenis karya ilmiah yang proses pembuatannya didasarkan pada hasil penelitian atau kajian yang sudah dilakukan oleh penulis. Skripsi juga menjadi karya ilmiah yang digunakan sebagai syarat kelulusan bagi mahasiswa Sarjana Strata-1.


Tesis

Hampir sama seperti skripsi, tesis juga termasuk dalam jenis karya ilmiah yang menjadi syarat kelulusan mahasiswa pascasarjana atau S2. Dilihat dari segi isi, pembuatan tesis didasarkan pada penelitian, kajian, dan hipotesis. 


_________________________________________________


Dari ulasan di atas, Sobat Pijar pastinya sudah tidak bingung lagi mengenai apa itu karya ilmiah, kan? Cara membuat karya ilmiah juga tidak boleh sembarangan dan harus sesuai sistematika yang sudah ditentukan sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Semoga artikel di atas bisa membantumu, ya.


Supaya pemahamanmu lebih terasah, coba akses berbagai latihan soal dan video pembahasan Pijar Belajar, yuk! Pijar Belajar selalu siap sedia untuk menjadi teman belajarmu kapan pun dan dimana pun.


Download Pijar Belajar, yuk!



Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image