Rotasi dan Revolusi Bumi - Perbedaan dan Akibatnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Rotasi dan Revolusi Bumi - Perbedaan dan Akibatnya

| 0 minute read
Rotasi dan Revolusi Bumi - Perbedaan dan Akibatnya image

Rotasi dan revolusi bumi merupakan pergerakan bumi, bulan, dan matahari yang mempengaruhi fenomena tertentu di bumi. Sobat Pijar ada yang sudah tahu belum apa itu rotasi dan revolusi bumi? 


Bagi Sobat Pijar yang duduk di bang SMP, kamu pasti sudah mulai familiar dengan istilah rotasi dan revolusi. Hal ini dikarenakan materi rotasi bumi dan revolusi bumi bisa kamu temukan dalam materi IPA kelas 7 SMP. 


Seperti yang sebelumnya sudah disebutkan, terdapat beberapa fenomena alam yang disebabkan oleh rotasi bumi dan revolusi bumi. Penasaran apa saja? Yuk, kita bahas sama-sama mengenai perbedaan rotasi dan revolusi bumi serta akibat yang ditimbulkannya. 


Baca juga: Permintaan dan Penawaran - Teori, Hukum, Faktor, dan Kurva


Apa itu Rotasi Bumi?

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai perbedaan rotasi dan revolusi bumi, ada baiknya kamu memahami dulu pengertiannya. Nah, pertama-pertama, Pijar Belajar mau bahas tentang rotasi bumi dulu, nih


Rotasi bumi adalah perputaran bumi yang berpusat pada porosnya. Kamu bisa membayangkan rotasi bumi seperti gangsing yang berputar dan berpusat pada titik di bawahnya. Kira-kira seperti itulah rotasi bumi terjadi. Supaya Sobat Pijar semakin paham, berikut gambar rotasi bumi. 



Tapi apakah rotasi bumi terjadi secepat gangsing berputar? Jawabannya tidak, ya. Durasi rotasi bumi disebut dengan kala rotasi bumi. Kala rotasi bumi ini untuk sekali perputaran bumi terjadi selama 23 jam 56 menit dengan arah rotasi dari barat ke timur. 


Apa itu Revolusi Bumi? 

Jika rotasi bumi berputar pada porosnya, revolusi bumi justru berbeda, nih. Revolusi bumi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari. Jadi, jika rotasi bumi bumi berputar di tempatnya seperti gasing, pada revolusi bumi justru bumi yang bergerak memutari matahari. 


Nah, peredaran bumi mengelilingi matahari ini memiliki kala revolusi 365,25 hari atau 1 tahun. Kemudian, jika rotasi bumi berputar searah jarum jam (barat ke timur), maka revolusi bumi memiliki arah peredaran yang berlawanan dengan jarum jam (timur ke barat). 



Gerak rotasi dan revolusi bumi ini pun terjadi secara berbarengan. Jadi, pada saat bumi berputar pada porosnya (rotasi bumi), bumi juga bergerak mengelilingi matahari. Keren sekali, ya! 


Perbedaan Rotasi dan Revolusi Bumi

Setelah bersama-sama memahami seperti apa itu rotasi dan revolusi bumi, sekarang Sobat Pijar sudah bisa membedakan keduanya belum? Jika belum, tak perlu khawatir karena Pijar Belajar bakal bantu kamu. 


Perbedaan rotasi dan revolusi bumi yang paling mencolok adalah bentuk perputarannya. Jika rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya, maka revolusi bumi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari. 


Selain itu, perbedaan rotasi dan revolusi bumi lainnya adalah arah perputaran dan durasinya. Rotasi bumi memiliki arah perputaran searah jarum jam (barat ke timur) dengan kala rotasi bumi 23 jam 56 menit. Sedangkan itu, revolusi bumi memiliki arah perputaran berlawanan jarum jam dengan kala rotasi 365,25 hari atau 1 tahun. 


Nah, karena bentuk dan durasi perputaran yang berbeda, rotasi dan revolusi bumi juga mengakibatkan fenomena alam yang berbeda-beda. Fenomena alam yang disebabkan oleh rotasi bumi adalah peredaran semu harian matahari, sedangkan revolusi menyebabkan peredaran semu tahunan matahari. 


Akibat rotasi dan revolusi bumi ini nantinya bakal Pijar Belajar jelaskan lebih detail, ya! 


Akibat Rotasi dan Revolusi Bumi

Setiap pergerakan yang terjadi pada bumi, tentu mengakibatkan suatu fenomena tertentu. Begitu pun dengan rotasi dan revolusi bumi yang berdampak pada berbagai fenomena di bumi. Berikut penjelasan lebih detail terkait dampak rotasi dan revolusi bumi. 


1. Akibat Rotasi Bumi

Rotasi bumi merupakan perputaran bumi pada porosnya dengan durasi 23 jam 56 menit. Nah, karena perputarannya yang berlangsung dalam hitungan sehari, maka fenomena yang disebabkan rotasi bumi merupakan fenomena-fenomena harian. 


Rotasi bumi mengakibatkan terjadinya beberapa fenomena harian, seperti gerak semu harian matahari, pergantian siang dan malam, perbedaan waktu tiap wilayah, dan pembelokkan arah angin serta arus laut. 


Pergantian siang dan malam tersebut dapat terjadi karena selama proses rotasi bumi, terdapat bagian bumi yang tersinari matahari dan ada juga yang tidak. Nah, bagian bumi yang tersinari matahari itulah yang menandakan waktu siang hari, begitupun sebaliknya. 


Kamu bisa coba membayangkannya dengan menyinari bola dengan senter. Kalau kamu menyinari satu sisi, terlihat ada satu sisi yang menjadi gelap, bukan? Selain ada sisi yang menjadi lebih gelap, ada juga bagian-bagian lainnya yang terkena sinar sedikit demi sedikit seiring bumi berputar. Hal inilah yang menyebabkan setiap wilayah memiliki perbedaan waktu. 


2. Akibat Revolusi Bumi

Berbeda dengan rotasi bumi, revolusi bumi mengakibatkan terjadinya fenomena dalam bentuk tahunan, misalnya seperti gerak semu tahunan matahari, perbedaan durasi siang dan malam, hingga pergantian musim. 


Fenomena-fenomena tersebut terjadi karena revolusi bumi membuat penyinaran matahari di setiap permukaan bumi memiliki durasi yang berbeda-beda. Contohnya seperti fenomena musim di bumi. 


Gerak semu tahunan matahari adalah pergerakan sinar matahari yang seolah-olah bergerak naik turun dari utara ke selatan. Hal ini membuat durasi penyinaran matahari berbeda-beda di setiap wilayah dan mengakibatkan adanya pergantian musim di tiap wilayah. 


Wilayah yang mendapatkan sinar matahari akan mengalami musim panas, sedangkan wilayah yang sedikit mendapatkan sinar matahari akan mengalami musim dingin. Supaya kamu mendapatkan bayangan jelasnya, simak gambar berikut ini, yuk! 



Durasi penyinaran matahari yang muncul selama revolusi bumi juga mempengaruhi durasi siang dan malam. Wilayah yang mendapatkan sinar matahari lebih lama akan memiliki durasi siang lebih lama, bahkan mungkin suasana tetap siang walaupun waktu sudah malam. 


Begitu pun sebaliknya. Jika suatu wilayah mendapatkan sinar matahari dalam durasi sedikit, maka waktu malam harinya menjadi lebih lama. 


Baca juga: Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, dan Macam-Macamnya


________________________________________


Itu dia Sobat Pijar penjelasan mengenai perbedaan rotasi dan revolusi beserta akibatnya pada bumi. Ingin tahu lebih banyak tentang bumi dan benda-benda langit lainnya? Pijar Belajar punya banyak video pembelajaran IPA untuk kamu, lho


Tidak hanya itu, kamu juga bisa mencoba mengerjakan banyak latihan soal di Pijar Belajar. Tunggu apa lagi? Yuk, download sekarang juga! 




Referensi

Ilmu Pengetahuan Alam/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi Revisi Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, https://buku.kemdikbud.go.id/katalog/Ilmu-Pengetahuan-Alam-Kelas-VII-Semester-2. 2017.

Basics of Space Flight, NASA Science Solar System Exploration, https://solarsystem.nasa.gov/basics/chapter2-1/#:~:text=%22Rotation%22%20refers%20to%20an%20object's,producing%20the%20365%2Dday%20year. 

The Sun is the Center of the Solar System, Texas Education Agency, https://www.texasgateway.org/resource/earth-rotation-and-revolution.

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image