Pengertian Perubahan Sosial Beserta Teori dan Contohnya - Pijar Article
pijarbelajar

Sosiologi

Pengertian Perubahan Sosial Beserta Teori dan Contohnya

Superadmin

||0 Minute Read|

Review

0

5.0

Pengertian Perubahan Sosial Beserta Teori dan Contohnya image

Semenjak pandemi, hampir seluruh aktivitas kita beralih ke ranah digital, mulai dari sekolah online hingga kumpul-kumpul bersama teman via online. Tanpa kita sadari, kegiatan online menjadi sebuah budaya atau kebiasaan baru dalam kehidupan kita. 


Kalau kita kilas balik ke 4 tahun kebelakang, membayangkan sekolah dari rumah via virtual atau video call rasanya aneh sekali, ya. Tapi sekarang, hampir seluruh kegiatan sosial umum dilakukan via virtual, bahkan konser musik saja dilakukan secara virtual, lho.


Nah, perubahan kebiasaan dalam masyarakat inilah yang disebut dengan perubahan sosial. Kira-kira apa saja ya faktor yang mempengaruhi perubahan sosial itu dan bagaimana proses perubahan sosial terjadi dalam masyarakat? Simak penjelasannya berikut ini, yuk! 


Pengertian Perubahan Sosial

 


Kingsley Davis, seorang sosiologis Amerika, mengatakan bahwa perubahan sosial adalah bagian dari perubahan kebudayaan yang mencakup perubahan dalam ranah kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, hingga aturan sosial. 


Lalu, jika dilihat dari istilahnya, perubahan sosial adalah sesuatu yang mengalami perubahan dan berkenaan dengan masyarakat, mulai dari norma hingga perilaku masyarakat. 


Perubahan sosial sendiri sangat umum terjadi mengingat masyarakat Indonesia terdiri dari beragam suku dan budaya. Keberagaman budaya tersebut membuat toleransi dan penyesuaian terjadi sehingga memunculkan perubahan sosial. 


Salah satu bentuk perubahan sosial yang terbentuk akibat adanya penyesuaian terhadap berbagai budaya adalah munculnya e-sport dalam Asian Games. Asian Games yang terkenal dengan pertandingan olahraga fisik ikut beradaptasi terhadap perkembangan teknologi masa kini. E-sport pun menjadi salah satu bentuk pertandingan dalam ranah virtual. Menarik, ya.  


Baca juga: Pengertian Debat beserta Struktur, Unsur, dan Jenisnya 


Teori Perubahan Sosial

Perubahan sosial sendiri saat ini sudah banyak diteliti dan diobservasi para ahli sosiologi. Terdapat beberapa teori perubahan sosial yang dikemukakan para sosiologi. Beberapa teori perubahan sosial adalah sebagai berikut: 


1. Teori Siklus

Sama seperti namanya, teori siklus merupakan teori yang menggambarkan perubahan sosial terjadi secara berulang-ulang sehingga membentuk sebuah siklus. Teori siklus menekankan bahwa awal mula kehidupan tidak berawal pada satu titik dan berakhir pada titik tertentu melainkan berputar seperti roda. 


Hal ini pun mengindikasikan bahwa kehidupan masyarakat terbentuk dan mengalami perubahan hingga berujung pada kekacauan masif. Namun, kekacauan tersebut tidak menjadi titik akhir kehidupan sosial, melainkan menjadi titik balik membentuk awalan yang baru dan membentuk peralihan berikutnya. 


Kamu bisa membayangkan teori siklus seperti gambar berikut ini. 


2. Teori Evolusioner

Teori evolusioner merupakan teori perubahan sosial yang menggambarkan perubahan selalu berbentuk linear. Dalam teori ini, kehidupan masyarakat digambarkan bermula pada suatu titik dan berakhir pada titik tertentu, mulai dari tahapan sederhana hingga ke tahapan yang lebih kompleks. 


Beberapa sosiolog yang sependapat dengan teori ini adalah Auguste Comte dan Emile Durkheim. 


3. Teori Nonevolusioner

Berangkat dari teori evolusioner, teori nonevolusioner merupakan teori perubahan sosial yang menggambarkan perubahan terjadi secara evolusi namun proses tersebut juga dilihat secara multilinear dengan dipengaruhi oleh berbagai faktor.


Teori nonevolusioner sendiri dikemukakan oleh Gerhard Lenski dengan melibatkan 3 konsep, yaitu continuity, innovation dan extinction. 


Continuity adalah konsep yang mengungkapkan bahwa walaupun terjadi perubahan dalam masyarakat, tetap ada hal atau nilai yang terus dipertahankan. Lalu, innovation adalah konsep yang mengungkapkan bahwa penemuan-penemuan akan terus terjadi dalam masyarakat. Terakhir, extinction adalah konsep kepunahan yang akan terjadi pada kebudayaan. 


4. Teori Fungsional

Sama seperti tubuh manusia yang bekerja dengan mengandalkan koordinasi organ-organ tubuh, teori fungsional menggambarkan perubahan sosial yang bekerja dengan mengandalkan koordinasi berbagai faktor dan elemen-elemen yang ada di dalamnya. Teori fungsional sendiri diungkapkan oleh Talcott Parson. 


5. Teori Konflik

Berbeda dengan teori-teori lainnya, teori konflik tidak mengungkapkan proses perubahan sosial, namun lebih kepada mengungkapkan bahwa perubahan selalu terjadi saat ada konflik. 


Salah satu konflik dalam masyarakat yang memunculkan perubahan sosial adalah saat terbentuknya 2 kelompok besar dalam masyarakat, yaitu kelompok yang berkuasa dan kelompok yang dikuasai. 

Konflik perbedaan kelas dalam masyarakat ini diungkapkan oleh Ralf Dahrendorf. Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa perbedaan kelas selalu terjadi dan merangsang terbentuknya suatu perubahan dalam masyarakat. 


Baca juga: Pengertian Kelangkaan Ekonomi beserta Penyebab, Cara Mengatasi, dan Contohnya 


Proses Perubahan Sosial

 

Setelah kita sama-sama memahami teori perubahan sosial, sekarang kita mau bahas tentang proses perubahan sosial. Sebuah perubahan tentu tidak terjadi begitu saja. Perubahan terjadi melalui proses tertentu, bisa dalam waktu singkat ataupun tidak. 


Proses perubahan sosial pun juga tidak terjadi hanya dengan satu cara, terdapat 4 proses perubahan sosial yang perlu kamu ketahui. Keempat proses perubahan sosial tersebut adalah sebagai berikut. 


1. Difusi

Difusi merupakan salah satu bentuk proses perubahan sosial yang terjadi dengan adanya penyebaran unsur-unsur kebudayaan antar masyarakat maupun individu. Proses perubahan sosial difusi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut: 


  • Difusi intramasyarakat: difusi atau penyebaran kebudayaan yang terjadi melalui antar individu dalam masyarakat. 
  • Difusi antarmasyarakat: difusi atau penyebaran kebudayaan yang terjadi melalui antar masyarakat dengan masyarakat lain. 


2. Akulturasi

Di tengah globalisasi saat ini, masyarakat semakin mudah untuk mengakses unsur-unsur kebudayaan luar. Hal ini membuat kita kerap dihadapkan dengan unsur kebudayaan asing. 


Nah, situasi tersebut membuat masyarakat perlahan mulai menerima unsur kebudayaan baru tersebut dan mengolahnya ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menghilangkan sifat asli kebudayaan awal. 


Salah satu contoh proses perubahan sosial akulturasi dapat kamu temukan pada candi-candi di Indonesia. Candi tersebut merupakan bentuk adaptasi dari kebudayaan hindu-budha yang bercampur dengan kebudayaan Indonesia tanpa menghilangkan sifat asli kebudayaan Indonesia tersebut. 


3. Asimilasi

Jika akulturasi merupakan proses percampuran budaya tanpa menghilangkan budaya aslinya, asimilasi merupakan proses perubahan sosial atau pencampuran dua budaya yang melebur dan membentuk kebudayaan baru. 


Contoh asimilasi adalah musik dangdut yang merupakan percampuran budaya Melayu dan India serta baju koko yang merupakan percampuran budaya Cina dan Islam. 


4. Akomodasi

Proses perubahan sosial yang terakhir adalah akomodasi. Akomodasi merupakan proses perubahan sosial dengan menciptakan keadaan seimbang antar hubungan sosial dalam lingkup masyarakat. Contoh akomodasi adalah adanya pernikahan dua orang dengan suku dan ras berbeda. 


Bentuk Perubahan Sosial

Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat tentu terdiri dari berbagai macam bentuk dan rupa. Berikut adalah beberapa bentuk perubahan sosial yang perlu kamu ketahui. 

  • Perubahan Lambat (Evolusi), perubahan yang terjadi dalam proses lambat. Contoh: perubahan dan perkembangan dari masyarakat meramu menjadi masyarakat bercocok tanam.
  • Perubahan Cepat (Revolusi), perubahan mengenai sendi-sendi pokok masyarakat atau lembaga masyarakat yang berlangsung secara cepat. Contoh: Revolusi Perancis, Revolusi Kemerdekaan RI, dan sebagainya. 
  • Perubahan Kecil, perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung bagi masyarakat. Contoh: perubahan mode parkiran.
  • Perubahan Besar, perubahan sosial yang berpengaruh terhadap masyarakat dan lembaga. Contoh: urbanisasi di kota-kota akan menimbulkan berbagai aspek kehidupan.
  • Perubahan yang direncanakan (Planned Change), perubahan yang direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang ingin mengadakan perubahan didalam masyarakat. Contoh: Pembangunan tata kota, keluarga berencana.
  • Perubahan yang tidak direncanakan (Unplanned Change), perubahan sosial yang tidak direncanakan, terjadi diluar jangkauan pengawasan masyarakat. Contoh : meningkatnya angka pengangguran dan kematian di kota besar dan terjadinya banjir akibat penebangan hutan.


Faktor Penghambat Perubahan Sosial

Penasaran tidak mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya? Jawabannya adalah karena perubahan sosial merupakan salah satu bentuk reaksi dan adaptasi masyarakat terhadap unsur kebudayaan baru yang ditemuinya. 


Namun, ternyata perubahan sosial tidak selalu terbentuk dengan mudah, lho. Mengapa demikian? Berikut adalah faktor penghambat perubahan sosial. 


1. Faktor Sosial

Faktor sosial yang menghambat perubahan sosial umumnya disebabkan oleh unsur kebudayaan yang sudah mendarah daging dalam kelompok masyarakat. Hal ini menyebabkan mereka kurang terbuka dengan budaya asing. 


Misalnya seperti kelompok masyarakat terpencil yang menutup diri dari kebudayaan perkotaan karena menganggap budaya tradisional sebagai kebenaran yang mutlak. 


2. Faktor Psikologis

Berbeda dengan itu, faktor psikologis yang menghambat perubahan sosial umumnya disebabkan oleh perasaan atau pemikiran individu dalam kelompok masyarakatnya. 


Misalnya seperti adanya pemikiran bahwa perubahan itu adalah sesuai yang buruk atau adanya prasangka terhadap hal-hal baru atau asing dan menimbulkan sikap yang tertutup. 


Contoh Perubahan Sosial

Lantas seperti apa contoh perubahan sosial itu? Contoh perubahan sosial sendiri sangat umum kita temukan dalam masyarakat, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Terbiasanya aktivitas dalam bentuk virtual yang terbentuk akibat proses akomodasi selama masa pandemi. 
  • Terciptanya musik keroncong sebagai peleburan budaya Portugis dan Betawi akibat proses asimilasi budaya. 
  • Peleburan bahasa Arab dengan bahasa Jawa dalam aksara Jawi, yaitu aksara berbentuk alfabet arab namun dibaca dengan menggunakan bahasa Jawa, akibat proses akulturasi budaya. 
  • Tersebarnya budaya K-Pop melalui internet dan media sosial di Indonesia. 


Baca juga: Gagal UTBK-SBMPTN Bukan Akhir dari Segalanya, Coba Lakukan Hal ini 


__________________________________________________________


Itu dia teman-teman penjelasan mengenai perubahan sosial dalam ranah sosiologi yang perlu kamu tahu. Kira-kira perubahan sosial apa saja, nih, yang kerap kamu temukan dalam keseharianmu? 


Nah, supaya pemahamanmu mengenai materi ini lebih terasah, coba kerjakan latihan soalnya di Pijar Belajar, yuk! Hanya dengan 10 ribu per bulan, kini kamu sudah bisa, lho, mulai berlangganan Pijar Belajar. Murah banget, kan? Yuk, cobain Pijar Belajar sekarang! 


Seberapa bermanfaat artikel ini?

scrollupButton

Gedung Transvision, Jl. Prof. DR. Soepomo No. 139, Tebet Barat, Jakarta Selatan 12810

btn footer navigation

support@pijarbelajar.id

+62 812-8899-9576 (chat only)

Dapatkan Aplikasi

playstoreappstore
instagramlinkedIn

©2021-2023 Pijar Belajar. All Right Reserved