Asam Amino: Pengertian, Struktur, Penggolongan, Sifat, dan Contoh Soalnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Asam Amino: Pengertian, Struktur, Penggolongan, Sifat, dan Contoh Soalnya

| 0 minute read
Asam Amino: Pengertian, Struktur, Penggolongan, Sifat, dan Contoh Soalnya image

Sobat Pijar pasti pernah mengonsumsi makanan/minuman yang mengandung protein seperti susu dan kacang-kacangan, bukan? Protein menjadi salah satu zat yang penting bagi tubuh dan merupakan sebuah polimer yang tersusun atas kumpulan struktur asam amino.


Mungkin Sobat Pijar pernah mendengar istilah asam amino pada saat menyaksikan iklan makanan berprotein atau sejenisnya. Nah, di pembahasan kali ini kita akan mengenal lebih mendalam mengenai si penyusun protein ini yaitu asam amino, struktur asam amino, jenis, dan juga sifat-sifatnya.


Baca juga: Karbohidrat: Pengertian, Struktur, Sifat, dan Contoh Soalnya


Pengertian Asam Amino

Asam amino adalah sebuah senyawa organik yang mengandung gugus amina (-NH2) dan gugus karboksil (-COOH). Kedua gugus tersebut terikat pada rantai karbon dengan panjang tertentu. Asam amino tergolong sebagai monomer yang jika bergabung akan membentuk sebuah polimer.


Polimer yang dapat terbentuk dari penggabungan banyak struktur asam amino adalah protein, sebuah zat gizi penting yang dibutuhkan oleh tubuh kita semua. Asam amino merupakan senyawa penting yang menyusun tubuh setiap makhluk hidup dari lingkup terkecil yaitu sel bahkan bagian dalam sel.


Struktur Asam Amino

Struktur asam amino memiliki dasar sebuah senyawa hidrokarbon yang terdapat gugus fungsi amina dan gugus fungsi karboksil. Struktur asam amino secara umum dapat digambarkan sebagai berikut.



Simbol R pada struktur asam amino di atas dapat diganti dengan rantai hidrokarbon seperti alkil, rantai siklik, hingga gugus asam atau basa dan sejenisnya tergantung jenis dari asam amino. Sedangkan bentuk sederhana dari asam amino hanya mengganti R menjadi atom H sehingga terbentuk glisin.


Gugus R yang ada pada struktur asam amino adalah yang membedakan asam amino satu dengan asam amino yang lainnya. Perbedaan gugus R ini yang nantinya yang akan menentukan sifat dari asam amino seperti hidrofob (tidak suka air) atau hidrofil (suka air).


Perbedaan gugus R di struktur asam amino juga bisa menentukan apakah suatu asam amino bersifat asam atau basa. Lebih jauh lagi, gugus R ini yang kemudian menentukan sifat lain mulai dari kelarutan hingga fungsi biologis dari suatu protein.


Penggolongan Asam Amino

Berdasarkan produksi atau pembentukannya, asam amino terbagi menjadi dua yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial.


Asam Amino Esensial

Asam amino esensial merupakan unsur protein yang penting bagi tubuh manusia. Meskipun begitu, ternyata tubuh kita tidak bisa memproduksinya, lho! Jadi untuk memenuhi kebutuhan asam amino tersebut Sobat Pijar harus mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung asam amino itu.


Beberapa contoh asam amino esensial yang perlu Sobat Pijar ketahui adalah sebagai berikut:

  • Fenilalanin
  • Histidin
  • Isoleusin
  • Leusin
  • Lisin
  • Metionin
  • Treonin
  • Triptofan
  • Valin


Asam amino esensial di atas bisa Sobat Pijar dapatkan dengan mengonsumsi ikan salmon, daging merah, susu, telur, dan beberapa jenis tepung.


Asam Amino Non Esensial

Kebalikan dari asam amino esensial, struktur asam amino non esensial dapat diproduksi di dalam tubuh manusia. Jadi Sobat Pijar gak usah khawatir untuk mengonsumsi makanan tertentu untuk kebutuhan asam amino ini!


Berikut ini adalah asam amino non esensial yang perlu Sobat Pijar ketahui:

  • Alanin
  • Arginin
  • Asam Glutamat
  • Asam Aspartat
  • Asparagin
  • Glisin
  • Glutamin
  • Prolin
  • Serin
  • Sistein
  • Tirosin


Meskipun dapat diproduksi di dalam tubuh, namun asam amino tersebut juga bisa didapat dari makanan. Hal ini perlu Sobat Pijar ketahui, ya!


Sifat-Sifat Asam Amino

Struktur asam amino yang mengandung gugus amino, karboksil, serta gugus R. Asam amino bisa memiliki berbagai sifat-sifat berikut ini:

  • Asam amino memiliki sifat optis terkecuali glisin yang merupakan asam amino paling sederhana.
  • Bersifat polar sehingga asam amino dapat larut dalam air maupun pelarut polar lainnya dengan cukup mudah.
  • Karena amina bersifat basa dan karboksil bersifat asam, maka asam amino bersifat amfoter atau bisa bertindak sebagai asam maupun basa.
  • Asam amino dapat membentuk suatu ion dipolar yang disebut ion zwitter di dalam larutan.


Pembentukan Protein

Sobat Pijar tentu sudah mempelajari mengenai polimer dimana proses terbentuknya melalui proses polimerisasi dari monomernya. Karena protein merupakan sebuah polimer, maka protein juga terbentuk dari monomernya yaitu dari struktur asam amino yang bergabung melalui ikatan peptida.


Ikatan peptida itu sendiri merupakan ikatan yang terbentuk antara gugus karboksil dari satu asam amino dengan gugus amina yang ada pada struktur asam amino lainnya. Dalam proses pembentukan ikatan peptida ini akan dilepaskan sebuah molekul air (H2O).


Karena terbentuk dari struktur asam amino yang terhubung dalam ikatan peptida, protein seringkali disebut dengan istilah polipeptida. Protein bisa terbentuk dari jenis asam amino yang berbeda-beda hingga bisa menghasilkan kombinasi yang tidak terbatas.


Contoh Soal Protein

Nah, sekarang saatnya Sobat Pijar untuk menerapkan pengetahuan mengenai struktur asam amino dan lainnya dengan memperhatikan contoh soal berikut ini.


Contoh Soal 1

Perhatikan gambar struktur kimia asam amino berikut ini!



Bagian manakah yang menjadi penentu variasi/perbedaan sifat dari asam amino?


Jawaban dan Pembahasan:

Hal yang membedakan sifat asam amino satu dan lainnya dalam struktur asam amino adalah gugus R karena bisa diisi dengan jenis rantai yang sangat beragam dengan sifat yang juga berbeda-beda.

 

Contoh Soal 2

Perhatikan gambar struktur asam amino berikut ini!



Pada gambar tersebut, ikatan peptida ditunjukkan oleh nomor…


Jawaban dan Pembahasan:

Ingat kembali, ya, bahwa ikatan peptida terbentuk antara gugus karboksil (-COOH) dan juga amina (-NH2) dan melepaskan 1 molekul H2O. Oleh karena itu, jawabannya adalah ikatan pada nomor 1 dan 4.


Baca juga: Senyawa Karbon: Pengertian, Sifat, Jenis, Kegunaan, Tata Nama, dan Contoh Soalnya

_________________________________


Gimana? Apa Sobat Pijar sudah lebih memahami tentang struktur asam amino yang memiliki gugus amina dan karboksil? Jika tertarik untuk belajar mengenai materi ini lebih lanjut, kamu bisa download Pijar Belajar untuk membantummu memahami topik ini. Selain itu, tersedia juga mata pelajaran yang bisa kamu pilih sesuai dengan jenjang kelasmu saat ini, lho!


Tunggu apa lagi? Yuk, belajar bareng Pijar Belajar sekarang!

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image