Materi Koperasi - Landasan, Asas, Fungsi, dan Jenisnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Materi Koperasi - Landasan, Asas, Fungsi, dan Jenisnya

| 0 minute read
Materi Koperasi - Landasan, Asas, Fungsi, dan Jenisnya image

Sobat Pijar, apakah di sekolahmu ada koperasi? Rasanya hampir seluruh sekolah memiliki koperasi, ya, baik di SD, SMP, SMA, hingga kuliah. Akan tetapi, walaupun kita sudah familiar dengan koperasi, masih banyak, lho, yang belum memahami sebenarnya apa itu koperasi, fungsi, dan juga jenisnya. 


Nah, dalam artikel kali ini, Pijar Belajar mau ajak kamu memahami berbagai hal seputar materi koperasi, mulai dari landasan koperasi, jenis koperasi, asas pendiriannya, dan lain-lain. Simak terus, ya! 

 

Baca juga: Fungsi dan Jenis Badan Usaha yang Ada di Indonesia

 

Apa Itu Koperasi? 

Sebelum membahas lebih jauh mengenai materi koperasi, kamu harus tahu dulu, nih, apa itu koperasi? Secara umum, pengertian koperasi merupakan sebuah badan hukum yang didirikan oleh perseorangan atau badan hukum koperasi. 

 

Setiap koperasi memiliki anggota yang disebut anggota koperasi. Nah, tiap anggota koperasi nantinya akan memberikan iuran sebagai modal koperasi untuk menjalankan usaha. 

 

Ciri khas koperasi sendiri adalah kegiatan usahanya yang berasaskan kekeluargaan. Oleh karena itu, kegiatan usaha koperasi harus memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Tentu saja dengan tetap memperhatikan nilai dan prinsip koperasi secara umum. 

 

 

Landasan Koperasi 


Pendirian koperasi di Indonesia diatur dalam undang-undang yang membahas materi koperasi, yaitu Undang-Undang No. 25 tahun 1992. Dalam undang-undang tersebut, dibahas kalau pendirian koperasi memiliki 4 landasan utama, yaitu: 

 

1. Landasan Idiil 

Landasan idiil koperasi bisa disebut juga sebagai landasan ideologi. Pendirian koperasi tentu harus menyesuaikan dengan ideologi negara, yaitu Pancasila. Oleh karena itu, landasan idiil sebuah koperasi harus berlandaskan Pancasila juga. 

 

Artinya, setiap kegiatan koperasi yang dijalankan harus sesuai dengan Pancasila. Penerapan ini juga harus dimiliki oleh setiap anggota yang ada dalam koperasi tersebut. 

 

2. Landasan Struktural 

Koperasi juga harus didirikan sesuai dengan landasan struktural koperasi mengacu pada pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa seluruh kegiatan koperasi merupakan bentuk usaha bersama dan dilakukan dengan asas kekeluargaan. 

 

3. Landasan Mental 

Landasan ketiga dari koperasi adalah landasan mental. Ada dua landasan mental koperasi yang harus ada supaya koperasi dapat berjalan dengan baik. Pertama, koperasi wajib berlandaskan pada kesetiakawanan. Lalu, yang kedua adalah kesadaran pribadi. Dua landasan mental ini membantu setiap anggota koperasi agar saling bertumbuh secara seimbang.  

 

Di satu sisi, setiap anggota koperasi harus memiliki rasa setia kawan kepada anggota lain. Lalu, di sisi lainnya setiap anggota juga harus memiliki kesadaran diri untuk maju dan berkembang. Jika dua hal ini dilaksanakan, kesejahteraan anggota koperasi bisa diwujudkan. 

 

4. Landasan Operasional 

Landasan operasional adalah landasan koperasi mengenai tata aturan kerja. Aturan ini berlaku untuk seluruh bagian koperasi, mulai dari anggota koperasi, pengurus, badan pemeriksa, manajer, hingga karyawan koperasi. 

 

Acuan landasan operasional koperasi dapat dilihat dalam Undang-Undang No. 17 tahun 2012 mengenai Perkoperasian serta Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) koperasi. 

 

Asas Koperasi di Indonesia 

Selain dipengaruhi oleh landasannya, koperasi juga dipengaruhi oleh asasnya, lho, Sobat Pijar. Asas koperasi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu asas kekeluargaan dan asas gotong royong. Berikut penjelasannya. 

 

1. Asas Kekeluargaan 

Dengan memegang asas kekeluargaan, sebuah koperasi selalu berusaha mengutamakan rasa setia kawan dan kesadaran pribadi setiap anggotanya. Selain itu, pendirian koperasi juga bertujuan untuk memberikan dampak baik untuk anggota maupun masyarakat sekitar. 


2. Asas Gotong Royong 

Selain asas kekeluargaan, koperasi juga menjelaskan bahwa pendirian koperasi juga memegang asas gotong royong. Program yang dijalankan koperasi dilaksanakan melalui kerja sama, keikhlasan, dan tanggung jawab bersama. Tujuan kegiatan juga selalu mengutamakan kesejahteraan bersama, bukan hanya keuntungan diri sendiri. 

 

Fungsi Koperasi 

Materi koperasi lain yang harus kamu pahami adalah fungsi koperasi. Secara umum, ada 4 fungsi utama yang dituju saat pendirian koperasi, yaitu: 

 

1. Mengembangkan Potensi dan Kemampuan Ekonomi Anggota 

Sebagai sebuah lembaga, koperasi dapat bekerja sama dengan lembaga atau badan usaha lainnya. Sehingga, setiap anggota koperasi bisa mendapatkan manfaat dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Khususnya potensi yang memiliki nilai ekonomis. 

 

2. Meningkatkan Kualitas Hidup 

Dalam materi koperasi juga dijelaskan bahwa setiap anggota koperasi memiliki hak dan kewajiban anggota. Salah satu hak yang bisa didapatkan adalah mendapatkan sisa hasil usaha koperasi serta hak untuk mengajukan pinjaman. Hak tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan modal usaha. 

 

Dengan pengelolaan yang tepat, peningkatan kualitas hidup anggota bisa terwujud. Dengan begitu, secara tidak langsung salah satu tujuan koperasi untuk mensejahterakan anggota juga bisa terlaksana.

 

3. Memperkokoh Perekonomian Masyarakat 

Pemahaman koperasi dan pelaksanaan yang tepat dapat membantu memperkokoh perekonomian masyarakat, baik perekonomian skala individu, skala kecil, maupun skala nasional. 

 

Salah satu keunggulan koperasi adalah sistemnya yang berasal dari masyarakat, untuk masyarakat, dan kembali ke masyarakat. Sehingga, roda perekonomian bisa terus berjalan dan perekonomian masyarakat juga semakin kokoh. 

 

4. Mengembangkan Perekonomian Nasional 

Selain tiga fungsi koperasi sebelumnya, materi koperasi juga didirikan sebagai upaya mengembangkan perekonomian nasional. Hal ini tentu saja sesuai dengan landasan kekeluargaan dan demokrasi ekonomi yang diterapkan di Indonesia. 

 

Jenis-Jenis Koperasi 


Ternyata, koperasi sendiri juga terbagi ke dalam beberapa jenis, lho. Secara umum, kamu dapat membedakan jenis koperasi dengan dua cara, yaitu berdasarkan fungsinya atau berdasarkan lapangan usahanya. 

 

Jenis Koperasi Menurut Fungsi 

Secara fungsi, koperasi terbagi menjadi koperasi primer dan koperasi sekunder. Perbedaan di antara keduanya bisa dilihat dari pendiri dan isi anggotanya. 

 

a. Koperasi Primer 

Koperasi primer merupakan koperasi yang didirikan dan memiliki anggota orang seorang. Maksudnya, koperasi ini didirikan oleh badan usaha yang dimiliki oleh individu tertentu yang memiliki peranan penting. 

 

b. Koperasi Sekunder 

Nah, selanjutnya ada koperasi sekunder. Koperasi sekunder merupakan badan usaha yang didirikan oleh lembaga. Oleh karena itu, anggota koperasi sama dengan anggota lembaga tersebut. Lembaga yang dimaksud dalam bisa berupa organisasi ataupun lembaga lainnya.

  

Jenis Koperasi Menurut Lapangan Usaha 

Selain berdasarkan fungsi, dalam materi koperasi juga menjelaskan jenis koperasi berdasarkan lapangan usahanya. Pembagian koperasi ini terdiri dari koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi jasa, dan koperasi simpan pinjam. 

 

a. Koperasi Produsen 

Koperasi produsen berjalan dengan melakukan kegiatan produksi dan pemasaran yang dilakukan oleh anggota koperasi. Dengan demikian, anggota koperasi produsen juga menjadi pelaku usaha. Umumnya, koperasi jenis ini memproduksi barang-barang yang dibutuhkan pasar, seperti tas anyam, aksesoris, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. 

 

b. Koperasi Konsumen 

Sama seperti koperasi produsen, koperasi konsumen juga menyediakan barang-barang kebutuhan pokok. Akan tetapi, anggota koperasi konsumen tidak berperan sebagai produsen, melainkan sebagai penyedia saja. Dengan kata lain, anggota dapat melakukan jual beli barang kebutuhan harian di koperasi ini, mulai dari sembako, pakaian, perabot, hingga barang konsumsi lainnya. 

 

c. Koperasi Jasa 

Berbeda dengan dua jenis koperasi sebelumnya, koperasi jasa menawarkan layanan jasa kepada para anggotanya. Hanya saja, layanan jasa di sini tidak termasuk layanan simpan pinjam. Selain menawarkan jasa kepada anggota, koperasi jasa juga bisa menawarkan jasanya kepada non-anggota. 

 

d. Koperasi Simpan Pinjam 

Jenis koperasi terakhir ini membantu masyarakat dengan menyediakan layanan simpan pinjam. Nah, biasanya koperasi simpan pinjam akan menawarkan pinjaman dana dengan bunga rendah. Pinjaman yang diberikan pun hanya berlaku untuk anggota koperasi, ya, dan tentunya terdapat syarat dan ketentuannya juga. 

 

Setelah memahami jenis koperasi, apakah kamu sudah bisa mengenali jenis koperasi yang ada di sekitarmu? Menurutmu, koperasi sekolah termasuk koperasi jenis apa? 

 

Keuntungan Menjadi Anggota Koperasi 

Menjadi anggota koperasi ternyata memiliki banyak manfaat, lho. Setidaknya, ada 4 manfaat atau keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Apa saja, ya? Yuk, simak penjelasan berikut. 

 

1. Berhak Mendapatkan Sisa Hasil Usaha 

Salah satu sumber modal koperasi adalah iuran dari anggota. Oleh karena itu, setiap anggota memiliki hak yang sama untuk mendapatkan sisa hasil usaha atau SHU. Nilai hasil usaha ini bervariasi tergantung dari selisih pendapatan dan biaya koperasi. 

 

Pembagian SHU harus dilaksanakan secara adil. Artinya, setiap orang berhak mendapatkan SHU sesuai dengan besaran modal yang dimilikinya. Semakin besar modal, maka akan semakin besar juga nilai SHU yang diterimanya. 

 

2. Menghemat Pengeluaran 

Umumnya, koperasi menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan lainnya. Secara harga koperasi cenderung lebih murah dari toko biasa. Ditambah lagi, biasanya anggota bisa mendapatkan harga spesial yang lebih murah lagi.

 

Jika dilakukan secara rutin, kamu bisa menghemat banyak uang selama sebulan. Uang hasil penghematan ini bisa kamu tabung kembali di koperasi atau dikumpulkan sebagai modal usaha. 

 

3. Pinjam Meminjam Lebih Mudah 

Koperasi sering menjadi pilihan masyarakat untuk mengajukan pinjaman. Proses pengajuan untuk anggota koperasi biasanya juga lebih mudah. Selain itu, bunga pinjaman koperasi yang ditawarkan juga lebih rendah dibandingkan dengan bunga pinjaman bank. 

 

4. Pusat Pelatihan Pengembangan 

Peran koperasi di masyarakat bukan hanya dalam transaksi keuangan saja. Koperasi juga mendukung peningkatan kesejahteraan dengan mengadakan program pelatihan pengembangan. Koperasi utama biasanya masih seputar keuangan, pengembangan usaha, dan lain-lain. 

 

Sebagai anggota koperasi, kamu bisa mengikuti pelatihan ini secara gratis. Selain menambah wawasan melalui materi koperasi yang diberikan, kamu juga bisa mendapatkan relasi, teman, dan partner yang bisa diandalkan. 


Baca juga: Macam-Macam Strategi Pembelajaran, Mana yang Cocok Denganmu?

 

____________________________________________________

 

Itulah berbagai hal mengenai materi koperasi yang perlu kamu tahu. Setelah membaca artikel materi koperasi ini, apakah kamu tertarik untuk bergabung sebagai anggota koperasi? Jika kamu ingin bergabung sebagai anggota koperasi di luar sekolah, pastikan kalau kamu memilih koperasi yang sudah legal dan terpercaya, ya! 


Yuk, pelajari lebih banyak seputar materi koperasi dan materi ekonomi lainnya di Pijar Belajar. Bersama Pijar Belajar, kegiatan belajarmu pasti jadi semakin mudah dan seru karena Pijar Belajar memiliki banyak latihan soal dan video pembahasannya.


Tunggu apa lagi? Yuk, download Pijar Belajar sekarang juga!


  

Referensi 

Perkoperasian - Arie Kurniawan - https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Perkoperasian/menu9.html - 2016 

Ekonomi Koperasi (Teori dan Praktik) - Subandi - https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/pustaka/16989/ekonomi-koperasi-teori-dan-praktik-.html - 2010 

Badan Usaha dalam Perekonomian Indonesia, Ekonomi Kelas X – Anna Monalita de Fretes, S.Pd, M.Pd. - https://repositori.kemdikbud.go.id/19924/1/Kelas%20X_Ekonomi_KD%203.8.pdf - 2020

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image