Kurs Valuta Asing dan Cara Menghitungnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Kurs Valuta Asing dan Cara Menghitungnya

| 0 minute read
Kurs Valuta Asing dan Cara Menghitungnya image

Sobat Pijar tahu apa yang dimaksud dengan kurs valuta asing? Sebelum membahas materi tersebut, sebaiknya kamu pahami dulu apa itu valuta asing. Biasanya sih valuta asing sering disingkat dengan istilah valas.


Valas atau valuta asing merupakan parameter atau indikator yang digunakan individu, badan, maupun negara dalam melakukan kegiatan transaksi ekonomi. Valuta asing bukan hanya digunakan untuk perdagangan saja, tetapi juga investasi karena pergerakan harga yang relatif cepat dan menguntungkan.


Sederhananya sih valuta asing merupakan mata uang asing yang digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional. Untuk tahu lebih jauh tentang kurs mata uang asing atau valuta asing, kamu bisa ikuti pembahasannya di bawah ini, ya!


Baca juga: Fungsi dan Jenis Badan Usaha yang Ada di Indonesia


Apa itu Kurs Valuta Asing?

Valuta asing sering dikaitkan dengan istilah kurs yang banyak digunakan dalam dunia bisnis dan keuangan. Kurs valuta asing bisa diartikan sebagai exchange rate atau nilai tukar. 


Dengan kata lain, kurs valuta asing adalah harga dari nilai mata uang yang bisa diukur dengan nilai mata uang asing serta bisa ditukar atau dibeli dengan jenis mata uang yang lain.


Jadi kurs mata uang asing merupakan rasio antara mata uang domestik dengan mata uang asing lainnya. Hal ini juga menunjukkan perbandingan nilai dari dua mata uang yang berbeda dalam kegiatan perdagangan internasional.


Sistem Kurs Valuta Asing

Penggunaan valuta asing biasanya ditemukan pada kegiatan transaksi perdagangan internasional. Dalam hal ini sistem kurs valuta asing bisa dibedakan menjadi 3, yaitu:


Sistem Kurs Tetap atau Fixed Exchange Rate

Pada sistem ini nilai tukar mata uang sifatnya adalah tetap. Jadi nilai tukar valuta asing akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh bank sentral. Pada kondisi ini pemerintah berperan dalam sistem kurs tetap melalui bank sentral.


Pemerintah melalui bank sentral bisa membeli atau bahkan menjual valuta asing jika nilai tukarnya tidak sesuai ketentuan atau standar yang telah mereka tetapkan. Sistem ini bisa terjadi karena:


  • Kurs devisa tetap standar emas yang mengaitkan nilai mata uang dengan emas.
  • Kurs devisa tetap standar kertas, dimana pemerintah menentukan nilai tukar mata uang suatu negara dengan negara lain serta berupaya mempertahankannya dengan berbagai kebijakan.


Sistem Kurs Mengambang atau Floating Exchange Rate

Banyak yang menyebut sistem kurs valuta asing ini sebagai sistem kurs bebas. Artinya, nilai tukar mata uang akan dipengaruhi kekuatan pasar valuta asing. Jadi setiap permintaan dan penawaran terhadap mata uang asing akan menentukan sendiri nilai mata uangnya secara bebas.


Dalam sistem ini nilai tukar dari mata uang akan bergerak dinamis dan terus berubah di pasar valuta asing karena nilai tukarnya ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar valuta asing. Kurs ini juga sering disebut dengan istilah Kurs Devisa Mengambang.


Sistem Kurs Mengambang Terkendali atau Managed Floating Rate

Sistem kurs valuta asing yang satu ini mengkombinasikan antara sistem kurs tetap dan kurs mengambang atau kurs bebas. Jadi pemerintah melalui bank sentral serta pasar valuta asing sama-sama memiliki kemampuan dan hak dalam menentukan nilai tukar valuta asing.


Sistem kurs ini juga sering disebut dengan Kurs Distabilkan. Dimana kurs bebas sering memunculkan ketidakstabilan kurs valuta asing sehingga dibutuhkan campur tangan pemerintah agar sistem kurs tetap terkendali.


Dengan kata lain, mekanisme penentuan nilai tukar valuta asing diserahkan ke pasar valuta asing namun setiap pergerakan harga yang terjadi tetap diawasi dan dikontrol pemerintah untuk menghindari penurunan maupun kenaikan nilai tukar yang ekstrem.


Adapun bentuk intervensi atau campur tangan pemerintah dalam menetapkan kurs valuta asing bisa berupa:

  • Mengambang Bersih atau Clean Floating, yang terjadi ketika intervensi pemerintah tidak dilakukan secara langsung, seperti misalnya dengan mengatur tingkat suku bunga.
  • Mengambang Kotor atau Dirty Floating, yang terjadi jika intervensi pemerintah dilakukan secara langsung dengan membeli atau menjual valuta asing.


Faktor yang Mempengaruhi Kurs Valuta Asing

Pada dasarnya ada beberapa faktor yang bisa berpengaruh terhadap perubahan kurs valuta asing. Adapun faktor yang mempengaruhi hubungan kurs uang rupiah dengan valuta asing antara lain adalah:

  • Permintaan serta penawaran valuta asing
  • Terjadinya inflasi
  • Adanya perubahan harga pada barang ekspor
  • Adanya perubahan pada peraturan pemerintah
  • Perkembangan dalam bidang ekonomi
  • Perubahan selera masyarakat kepada produk barang impor


Cara Menghitung Kurs Valuta Asing

Pasar valuta asing menyediakan fasilitas yang memungkinkan untuk kegiatan perdagangan valuta asing atau mata uang asing, menerapkan manajemen valuta asing serta menentukan kurs atau nilai tukar valuta asing. Kurs mata uang asing dalam rupiah bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Kurs Jual, yaitu harga ketika bank menjual valuta asing dan digunakan ketika menukar dari mata uang domestik menjadi valuta asing dengan cara dibagi.
  • Kurs Beli, yaitu harga ketika bank membeli valuta asing dan digunakan ketika menukar dari valuta asing menjadi mata uang domestik dengan cara dikalikan.


Sebagai contoh: 

Kurs jual US$ 1 = Rp14.650

Kurs beli US$ 1 = Rp14.600


Nantinya, untuk perhitungan nilai tukar valuta asing baik kurs jual maupun kurs beli akan dipandang dari sisi penjual valuta asing atau bank.


Contoh Soal Kurs Valuta Asing

Tadi di atas sudah dibahas secara singkat bagaimana cara menghitung nilai tukar valuta asing yang dipandang dari sisi pedagang valuta asing atau bank. Biar Sobat Pijar lebih paham dan tidak bingung, yuk latihan contoh soal di bawah ini.


Contoh 1:

Mr. John seorang wisatawan asal Amerika datang berlibur ke Indonesia dengan membawa uang sebesar US$6.000. Hari ini Mr.John datang ke BNI untuk melakukan penukaran uang dolar ke rupiah. Adapun nilai kurs yang berlaku adalah:


Kurs jual: US$ 1 = Rp14.550

Kurs beli: US$ 1 = Rp14.500

Berapa rupiah uang yang akan diterima Mr. John dari BNI?


Jawab:

Mr. John menukarkan uang dolar dengan rupiah. Hal ini berarti bahwa Mr. John menjual dolar dan dibeli BNI. Jadi yang dimasukkan dalam perhitungan ini adalah kurs beli. Rupiah yang didapat Mr.John adalah US$6.000 x Rp14.500 = Rp87.000.000.


Jadi, Mr. John mendapatkan uang sebesar Rp87.000.000.


Contoh 2:

Pak Budi akan melakukan perjalanan bisnis ke Singapura. Jadi hari ini dia datang ke BNI untuk menukarkan uang rupiah senilai Rp80.000.000 dengan dolar Singapura. Adapun kurs yang berlaku hari ini adalah:


Kurs jual: S$ 1 = Rp10.000

Kurs beli: S$ 1 = Rp10.010

Berapa dolar Singapura uang yang akan diterima Pak Budi?


Jawab:

Pak Budi menukarkan uang rupiah dengan dolar Singapura. Itu artinya Pak Budi membeli dolar Singapura dari BNI. Maka dalam perhitungannya yang dimasukkan adalah kurs jual. Sehingga dolar Singapura yang didapatkan adalah 80.000.000 : 10.000 = S$ 8.000.


Jadi Pak Budi mendapatkan uang sebesar S$ 8.000.


Baca juga: Kerjasama Ekonomi Internasional, Regional dan Bilateral

_____________________________________________________


Gimana, Sobat Pijar? Sekarang lebih paham kan tentang kurs valuta asing? Bisa disimpulkan bahwa kurs valuta asing merupakan perbandingan atau nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang domestik. Untuk perhitungannya sendiri akan dilihat dari sisi bank, kurs jual, atau kurs beli.


Cari tahu lebih banyak seputar kurs valuta asing dan materi Ekonomi lainnya di Pijar Belajar, yuk! Pijar Belajar menyediakan banyak sekali latihan soal dan video pembahasan tentang Ekonomi yang bisa kamu simak, lho. Mulai dari 10 ribu saja, kamu sudah bisa berlangganan Pijar Belajar!


Wah, menarik sekali, ya. Yuk, coba gunakan Pijar Belajar dan rasakan langsung keseruan belajarnya!



Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image