Kritik Sastra: Pengertian, Fungsi Kritik Sastra - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Kritik Sastra: Pengertian, Fungsi Kritik Sastra

| 0 minute read
Kritik Sastra: Pengertian, Fungsi Kritik Sastra image

Bagi Sobat Pijar yang masih duduk di bangku sekolah pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah kritik sastra, kan? Kritik sastra merupakan sebuah karya tulis yang memuat penilaian atau pendapat seseorang mengenai kualitas sebuah karya sastra. 


Karya tulis satu ini biasanya hanya dibuat oleh seorang kritikus sastra yang sudah memiliki banyak pengetahuan, pengalaman, dan ilmu yang mumpuni terhadap suatu karya sastra. Untuk mengetahui apa itu kritik sastra secara lebih lengkap, mari simak ulasan berikut ini. 


Pengertian Kritik Sastra 

Secara etimologis, istilah kritik berasal dari bahasa Yunani yaitu krites yang memiliki arti hakim. Selain itu, istilah kritik juga berasal dari kata kritikos yang berarti hakim kesusastraan. 


Dengan begitu, bisa diartikan bahwa kritik sastra adalah salah satu objek studi sastra untuk menganalisis, menafsirkan, dan menilai suatu karya sastra seperti buku, novel, biografi, dan lain sebagainya. 


Definisi kritik sastra menurut H.B. Jassin adalah pertimbangan baik dan buruknya suatu karya sastra yang disertai dengan alasan dan pendapat penulis kritik alias kritikus mengenai isi dari karya sastra yang dikritik. 


Nah, seperti yang sebelumnya sudah disebutkan, kritik sastra ini biasanya disampaikan oleh seorang kritikus sastra. Untuk menjadi kritikus sastra, seseorang harus memiliki pengalaman, wawasan, dan ilmu yang mumpuni, lho. 


Jadi, penulisan kritik terhadap karya sastra ini tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan dan harus berdasarkan fakta. Karya tulis satu ini juga wajib disertai dengan alasan dan bukti yang memuat kebenaran. 

Ada banyak aspek yang bisa diulas dalam kritik karya sastra, antara lain biografi, latar belakang karya sastra, penciptaan karya sastra, dan ilmu lainnya yang berkaitan satu sama lain. 


Pengertian Esai

Beberapa orang mungkin sering bingung mengenai perbedaan teks kritik dan esai, apakah sama atau tidak? Secara etimologis, istilah esai berasal dari bahasa Perancis yaitu essayer yang memiliki arti mencoba. 


Istilah esai juga diambil dari bahasa Inggris yaitu essay yang memiliki arti percobaan atau upaya. Nah, dari penelusuran etimologis inilah, maka bisa disimpulkan bahwa esai adalah upaya yang dilakukan oleh penulis untuk mengungkapkan gagasannya yang dituangkan dalam bentuk tertulis. 


Esai juga lebih mengarah pada cara pandang atau perspektif seseorang terhadap suatu permasalahan, peristiwa, atau objek. Esai lebih berfokus pada penilaian terhadap suatu fenomena atau karya sesuai sudut pandang dari penulisnya sendiri. 


Sedikit berbeda dengan gaya penulisan kritik, esai biasanya menggunakan gaya bahasa yang khas sesuai dengan pribadi penulis. Sesuai dengan sifatnya yang subjektif, karakter khas dari penulisan esai dapat dilihat dari pilihan kata, gaya penulisan, dan struktur kalimat yang digunakan penulis.  


Fungsi Kritik Sastra

Penciptaan teks kritik karya sastra tentunya tidak lepas dari fungsi atau kegunaannya, baik bagi penulis kritik maupun pembaca. Berikut ini fungsi dari kritik karya sastra bagi penulis dan pembaca:


Bagi Penulis

Bagi penulis, kritik karya sastra berfungsi sebagai sarana edukasi di mana seorang kritikus bisa mempelajari dan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sebuah karya sastra. 


Bagi Pembaca

Bagi pembaca, kritik karya sastra juga memiliki fungsi atau manfaat yaitu membantu pembaca dalam memahami suatu karya sastra. Karya tulis satu ini juga mampu menjadi sarana edukatif untuk menunjukan estetika dan nilai-nilai moral dalam suatu karya sastra. 


Baca juga: 10 Manfaat Membaca Buku yang Bagus untuk Perkembangan Otak


Perbedaan Kritik Sastra dan Esai

Meskipun sama-sama disajikan dalam bentuk analisis, teks kritik dan esai ternyata memiliki beberapa perbedaan, lho. Nah, berikut ini perbedaan antara kritik dengan esai berdasarkan isi dan perspektif penulisnya.


Tabel Perbedaan Kritik Sastra dan Esai

 

Struktur Kritik Sastra

Dalam menulis teks kritik karya sastra, Sobat Pijar harus memahami struktur alias sistematika yang sesuai. Berikut struktur yang digunakan dalam menulis kritik karya sastra: 


Tesis atau Pernyataan Pendapat

Pernyataan pendapat atau tesis dalam teks kritik berisi pandangan atau perspektif penulis terhadap suatu karya sastra yang ingin diulas.


Argumentasi

Argumentasi merupakan bagian dalam kritik karya sastra yang berisi paparan atau penjelasan mengenai alasan penulis mengulas karya sastra tersebut. Alasan yang disertakan juga harus logis, meskipun bersifat subjektif. 


Penegasan Ulang atau Reiterasi

Penegasan ulang atau reiterasi merupakan ringkasan atau kesimpulan dari penulis. 


Struktur Esai

Dalam penulisan esai, Sobat Pijar juga harus memahami struktur penulisan yang tepat, lho. Berikut ini struktur atau sistematika penulisan karya tulis esai: 


Pendahuluan

Bagian ini berisi tentang pernyataan-pernyataan umum yang ingin dibahas oleh penulis. Bagian pendahuluan ini mengulas tentang alasan atau latar belakang suatu permasalahan yang mengantarkan pembaca pada inti masalah yang dibahas. 


Pembahasan atau Isi

Bagian ini berisi penjelasan mengenai masalah yang dibahas berdasarkan perspektif atau pendapat dari penulis. Pada bagian ini, penulis juga bisa mencantumkan fakta dan data secara terperinci agar lebih mudah dipahami oleh pembaca. 


Penutup atau Simpulan

Bagian ini berisi ringkasan atau rangkuman dari topik yang sudah dipaparkan pada bagian pendahuluan dan pembahasan. Pada bagian ini, penulis harus membuat simpulan yang berkaitan dengan topik yang dibahas dan tidak melebar kemana-mana. 


Kaidah Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai

Sebagai salah satu turunan dari jenis teks eksposisi, kritik dan esai menggunakan kaidah kebahasaan yang mirip dengan teks eksposisi. Nah, berikut ini kaidah kebahasaan yang digunakan dalam penulisan teks kritik dan esai. 

  • Menggunakan pernyataan persuasif yang bertujuan untuk mengajak, menghimbau, membujuk, atau memberikan larangan seperti kata jagalah, mari, ayo, dan lain sebagainya. 
  • Menggunakan pernyataan faktual untuk mendukung dan membuktikan kebenaran dari argumentasi yang dipaparkan penulisnya. 
  • Menggunakan pernyataan dan ungkapan untuk menilai atau mengomentari suatu karya atau fenomena.  
  • Menggunakan istilah teknis yang berkaitan dengan permasalahan atau topik yang dibahas. Misalnya, kata ‘diksi’, ‘majas’, ‘setting’, dan lain sebagainya untuk karya tulis esai atau kritik yang membahas novel. 
  • Menggunakan kata kerja mental seperti kata mengidentifikasi, menjelaskan, menegaskan, mengandalkan, dan lain sebagainya. 


Baca juga: Noun (Kata Benda) – Definisi, Fungsi, Jenis dan Contoh Kalimatnya 


Jenis Kritik Sastra Berdasarkan Pendekatan Karya

Berdasarkan pendekatan karya sastra yang digunakan, kritik sastra dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut:


Kritik Sastra Pragmatik

Jenis kritik satu ini berfokus pada fungsi atau kegunaan dari suatu karya sastra yang diteliti secara mendalam dari aspek hiburan, pendidikan, estetika, dan aspek lainnya.


Kritik Sastra Ekspresif

Jenis kritik satu ini menekankan pada analisis kemampuan pengarang dalam menuangkan dan mengekspresikan ide atau gagasannya dalam wujud sastra. Pendekatan kritik karya sastra satu ini biasanya digunakan untuk mengulas atau mengkaji karya sastra berupa puisi


Kritik Sastra Objektif

Jenis kritik satu ini berfokus pada pendekatan untuk melihat karya sastra sebagai sebuah objek yang dapat berdiri sendiri. 


Kritik Sastra Mimetik

Jenis kritik satu ini bertolak pada perspektif atau pandangan mengenai rekaan atau gambaran seputar lingkungan hidup dan kehidupan manusia. 


____________________________________________________________


Dengan memahami struktur dan perbedaannya, Sobat Pijar tentunya akan lebih paham cara menulis kritik sastra atau esai yang baik dan benar. Sebagai salah satu turunan dari jenis teks eksposisi, penulisan teks kritik dan esai harus memperhatikan kaidah kebahasaan yang sesuai, lho. 


Yuk, pelajari lebih banyak seputar kritik sastra dan teks kebahasaan lainnya bersama Pijar Belajar. Bersama Pijar Belajar, aktivitas belajar jadi lebih mudah dan menyenangkan karena bisa kapan saja dan dimana saja. Mau sambil rebahan atau sambil duduk, pastinya tetep bisa belajar, dong, bareng Pijar Belajar.


Download Pijar Belajar sekarang!



Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image