Benzena dan Turunannya: Pengertian, Struktur, Tatanama, Sifat, Reaksi, Kegunaan, dan Contoh Soalnya - Pijar Article
Paket Belajar
Blog
Tes Minat Bakat
Info Lainnya
Masuk

Share :

link iconwa iconfb icontwitter icon

Benzena dan Turunannya: Pengertian, Struktur, Tatanama, Sifat, Reaksi, Kegunaan, dan Contoh Soalnya

| 0 minute read
Benzena dan Turunannya: Pengertian, Struktur, Tatanama, Sifat, Reaksi, Kegunaan, dan Contoh Soalnya image

Jika sedang demam, biasanya Sobat Pijar akan dianjurkan untuk minum obat yang mengandung parasetamol, kan?


Ternyata, parasetamol merupakan salah satu contoh dari senyawa turunan benzena yang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan bisa jadi Sobat Pijar konsumsi ketika sakit. Bahkan, sebenarnya ada banyak senyawa turunan benzena yang ada di sekitar kita yang tidak kita sadari.


Agar Sobat Pijar lebih memahami senyawa-senyawa yang merupakan turunan benzena, dalam pembahasan kali ini kita akan membahas serba-serbi senyawa satu ini. Simak baik-baik pembahasan berikut ini ya, Sobat Pijar!


Baca juga: Senyawa Karbon: Pengertian, Sifat, Jenis, Kegunaan, Tata Nama, dan Contoh Soalnya


Benzena dan Turunannya

Benzena adalah senyawa yang sebenarnya sejak tahun 1400 sudah digunakan dan diperdagangkan. Hanya saja, pada saat itu belum ada yang mengetahui dan menganalisis senyawa ini. Barulah pada tahun 1825 seorang ahli bernama Michael Faraday berhasil menyintesis benzena dari minyak bumi.


Senyawa satu ini memiliki banyak senyawa turunan yang juga banyak digunakan dalam berbagai hal di kehidupan sehari-hari. Senyawa benzena dan turunannya termasuk golongan senyawa aromatik karena kebanyakan senyawanya memiliki aroma yang khas.


Struktur Benzena dan Turunannya

Struktur dari senyawa benzena yaitu berupa rantai karbon tertutup (siklik) dengan jumlah rantai karbon 6 serta memiliki ikatan rangkap yang terkonjugasi. Artinya, di dalam bentuk segi enam dari rantai karbon tersebut terdapat ikatan tunggal (–) dan rangkap (=) yang berselang-seling.


Ikatan ini dapat terus berpindah-pindah posisinya secara bergantian sehingga sering disebut dengan delokalisasi dan juga bentuknya digambarkan seperti cincin di dalam segi enam seperti gambar berikut.


 


Senyawa turunan dari benzena juga memiliki bentuk segi enam dengan ikatan rangkap selang-seling. Hanya saja, terdapat gugus fungsi yang berbeda-beda pada setiap senyawa turunannya secara spesifik.

    

Tata Nama Benzena dan Turunannya

Setiap senyawa turunan benzena memiliki nama yang berbeda-beda tergantung dari gugus fungsi yang diikatnya. Melalui tabel berikut ini, Sobat Pijar bisa lebih mengenal lagi nama-nama dari masing-masing senyawa berdasarkan gugus fungsinya.


 


Dalam menentukan gugus utama pada senyawa turunan benzena yang memiliki lebih dari 1 gugus, Sobat Pijar harus memprioritaskan gugus berikut ini COOH > SO3H > CHO > OH > NH2 > R > NO2 > X. Semakin besar prioritas gugus, maka akan menjadi gugus fungsi utama dalam senyawa.


Dari segi aturan penamaan, benzena memiliki aturan penamaan yang agak berbeda dari penamaan senyawa hidrokarbon pada umumnya. Selain menggunakan posisi angka, juga terdapat penamaan dengan huruf berdasarkan letak gugusnya.


Jika ada dua gugus yang saling bersebelahan, maka gunakanlah awalan o (orto). Jika dua gugus tersebut terpisah oleh 1 atom C, maka gunakanlah awalan m (meta). Dan jika kedua gugus posisinya berseberangan, maka awalan yang digunakan adalah p (para).


Contoh tata nama ini bisa Sobat Pijar perhatikan dari contoh berikut ini:



Sifat Sifat Benzena

Benzena memiliki beberapa sifat yang dibagi menjadi 2 yaitu sifat kimia dan juga sifat fisika.


Sifat Kimia Benzena

Beberapa sifat kimia dari senyawa benzena adalah sebagai berikut:

  • Beracun atau bersifat karsinogenik.
  • Tidak terlalu reaktif akibat ikatan rangkap terkonjugasi.
  • Bersifat nonpolar atau sulit larut dengan air.
  • Lebih mudah mengalami reaksi substitusi ketimbang reaksi adisi dan lainnya.

 

Sifat Fisika Benzena

Sifat-sifat fisika dari senyawa benzena yang perlu Sobat Pijar ketahui adalah sebagai berikut:

  • Berwujud cair dan tidak berwarna (bening) serta mudah menguap.
  • Memiliki titik didih sekitar 80 derajat celcius.
  • Memiliki aroma/bau yang sangat khas.
  • Mudah terbakar.


Reaksi Benzena

Seperti yang sudah disebutkan pada bagian sifat kimianya, benzena lebih mudah mengalami reaksi substitusi. Berikut ini adalah berbagai reaksi substitusi yang sangat umum dialami oleh senyawa benzena:


Halogenasi

Reaksi halogenasi merupakan suatu reaksi substitusi yang melibatkan unsur-unsur halogen atau yang berada di golongan VIIA (F, Cl, Br, I). Dalam reaksi halogenasi ini, dibutuhkan bantuan katalis besi (III) halida misalnya saja FeCl3.


Nitrasi

Reaksi nitrasi adalah reaksi substitusi yang melibatkan gugus nitro (–NO2) sehingga terbentuklah nitro benzena. Pada reaksi nitrasi ini digunakan katalis asam sulfat (H2SO4) agar reaksi bisa berjalan dengan baik.


Sulfonasi

Sulfonasi merupakan reaksi substitusi yang membutuhkan pereaksi asam sulfat pekat sehingga gugus sulfonat (–SO3H) dapat diikat oleh benzena menggantikan salah satu atom H.


Alkilasi

Sesuai dengan namanya, alkilasi adalah reaksi substitusi yang melibatkan gugus alkil untuk menggantikan atom H. Katalis yang digunakan dalam reaksi alkilasi adalah aluminium klorida (AlCl3).


Kegunaan Benzena dan Turunannya

Senyawa benzena memiliki fungsi sebagai pelarut non polar di dalam laboratorium. Senyawa turunannya juga memiliki berbagai kegunaan yang berbeda-beda tergantung dari jenisnya.


Toluena

Toluena merupakan senyawa yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan trinitrotoluena (TNT) yang dikenal sebagai bahan peledak atau dinamit. Toluena juga biasa digunakan sebagai pelarut dalam percobaan di laboratorium.


Stirena

Mungkin beberapa dari Sobat Pijar pernah mengetahui tentang polistirena yang menjadi bahan dasar seperti piring, cangkir, sol sepatu dan lainnya. Polistirena merupakan polimer yang tersusun atas senyawa stirena yang dibuat dengan proses polimerisasi.


Anilina

Anilina menjadi senyawa bahan dasar pembuatan zat-zat warna diazo yang biasa digunakan sebagai pewarna tekstil seperti pada kain, mainan, dan yang sejenisnya.


Fenol

Fenol adalah senyawa turunan benzena dengan gugus alkohol (–OH) yang penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai sebagai zat desinfektan seperti karbol maupun lisol.


Parasetamol

Senyawa satu ini tidak perlu dijelaskan panjang lebar lagi karena Sobat Pijar pastinya sudah memahami fungsinya yaitu sebagai obat nyeri atau sakit kepala.


Natrium Benzoat

Jika Sobat Pijar sering melakukan pengecekan pada komposisi makanan instan atau makanan kemasan, maka pasti pernah membaca nama natrium benzoat. Senyawa ini merupakan pengawet yang sangat sering digunakan dalam makanan kemasan.


Asam Benzena Sulfonat

Asam Benzena Sulfonat atau yang biasa disingkat menjadi ABS merupakan senyawa yang sering terdapat di sabun cuci atau deterjen sebagai bahan aktif. Dengan adanya senyawa ABS, cucian bisa menjadi lebih bersih dan busa yang dihasilkan saat mencuci juga menjadi lebih banyak.


Contoh Soal Benzena

Agar pemahaman Sobat Pijar terhadap materi benzena dan turunannya ini semakin kuat, berikut adalah contoh soal yang bisa dipelajari oleh Sobat Pijar.


Berikan nama pada senyawa turunan benzena berikut ini:

 a.

b.

c.

 

 

Jawaban:

  1. O-metilfenol
  2. P-metilanilina
  3. asam o-nitro benzoat


Benzena dan turunannya merupakan senyawa yang sangat banyak kegunaannya di dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa turunan seperti fenol, asam benzoat, anilina, dan lain-lain sudah menjadi bagian dalam kehidupan dengan fungsinya masing-masing.


Baca juga: Konsep Mol: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

___________________________________________


Selain benzena, masih banyak senyawa organik lain yang bisa kamu pelajari di Pijar Belajar, lho! Ada video materi, contoh soal, dan pembahasan soal yang bisa disesuaikan dengan jenjang kelasmu saat ini! Wah, bisa makin paham mata pelajaran Kimia, deh


Yuk, gunakan Pijar Belajar sekarang juga!


Referensi: 

Modul Pembelajaran Kimia SMA Kelas XII: Benzena dan Turunannya, I Gede Mendera, https://repositori.kemdikbud.go.id/22137/, 2020.

Artikel Lainnya

 image

 image

 image

 image